Gambar

BLUE LAGOON 2

 

Cast     :

–          Kwon yuri

 

–          Jessica jung

 

 

Matahari yang bersinar terang membuat keduanya terbangun dari tidur. Saat ombak menghatam perahu mereka semalam, kwon yuri tidak pernah melepaskan pelukan pada gadis disebelahnya. Saat keduanya membuka terpal penutup, mata mereka terbelalak kaget. Pasalnya kini sejauh mata memandang keduanya hanya ada melihat lautan biru. Tidak ada seorangpun selain mereka berdua. Jessica terdiam dengan kepala yang tertunduk. Sedangkan kwon yuri terlihat santai dengan menyenderkan tubuhnya.

“ Ottokeh ?”. gumam jessica namun bisa didengar yuri.

“ Gweanchana, kita tunggu kapal yang melintas saja…”. yuri memberi saran setelah itu menyeburkan kepalanya pada air dingin itu.

“ Aaahh,,,, baiklah..”. jessica terlihat pasrah.

 

Sudah satu jam mereka terdiam, menunggu kapal atau apapun yang dapat membantu mereka untuk kembali kedaratan. Namun sampai siang tidak ada tanda-tanda akan ada yang melintasi perairan ini.

“ Ini..”. jessica memberikan yuri sebotol air mineral dari dalam tasnya.

“ Kau membawa minum saat party semalam ? haha,,, sungguh gadis yang mandiri “. Yuri terlihat menggoda jeesica.

“ Wae ? karena aku yakin tidak ada air saat party nanti maka dari itu aku membawanya..”. jessica membela dirinya.

“ Yeah, kau benar. Gomawo..”. yuri menyerahkan botol air yang tinggal setengah itu.

“ Yaahh… yuri~ah, lihat…”. Jessica menunjuk   ke arah dibelakang yuri.

 

Disana terlihat ada sebuah pulau yang letaknya tidak terlalu jauh. Akhirnya yuri dan jessica saling mendayung untuk sampai ke pulau tersebut. Setelah bersusah payah, akhirnya keduanya sampai di pulau yang tidak berpenghuni tersebut.

“ Haahh,,, haahh,,, akhirnya sampai juga…”. Yuri terlihat kelelahan, ia menjatuhkan dirinya di atas pasir putih.

Jessica yang melihat yuri kelelahan ikut mendudukan dirinya di atas pasir putih yang sangat bersih itu.

“ Aiisshhh,,,, handphone bodohh…”. Yuri menggerutu saat poselnya mati total.

“Lagi pula tidak ada sinyal disini..”. jessica menunjukkan ponselnya yang tidak mendapatkan sinyal sama-sekali.

“ Baiklah, karena kita sudah sampai disini, kajjah kita mencari sesuatu yang dapat kita makan. Aku lapaaarr…”. Yuri mengelus perutnya yang ber abs itu.

Jessica hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah yuri, ia mengikuti yuri yang berjalan terlebih dulu. saat meliwati semak-belukar, yuri mencoba melindungi jessica dengan menebas akar-akar dengan kayu yang didapatnya. Jessica yang melihat itu tentu saja merasa diperhatikan oleh yuri.

“ Ya,,, ya,,,… kau dilarang memakan makanan yang aneh seperti ini. Bagaimana jika buah itu beracun ?”. yuri menghentikan jessica yang hendak memakan buah berbentuk kecil berwarna ungu.

“ aigoo,,, ini hanya buah berry kwon. Apanya yang beracun ?”. jessica membuang buah itu namun tetap saja ia mengomel pada yuri.

“ Aku hanya takut jika terjadi apa-apa padamu sica~ah..”. yuri membela dirinya.

“ Sica?”. Jessica merasa aneh dengan panggilan yuri.

“ Ne, sica. Jessica terlalu panjang untukku. Kau juga boleh memanggil ku Yul kalau kau mau..”. yuri mengulurkan tangannya untuk membantu jessica agar sampai ketempat yang lebih tinggi.

Keduanya hanya bisa memandang takjub dengan pemandangan yang berada didepan mata mereka. Terlihat air terjun dari sebuah goa tinggi dengan sungai kecil yang indah serta air yang sangat jernih. Yuri yang sangat terkesima tidak sadar jika kini ia tengah tersenyum lebar. Jessica yang baru pertama kali melihat yuri tersenyum selebar itu akhirnya ikut tersenyum.

“ Waaahhh,,,, daebakk…. Kajjah sica kita foto-foto, bukankah pemandangannya sangat bagus ?”. yuri mengajak jessica berfoto, namun dihentikan oleh jessica

“ Yaa,,, kwon yuri, kita tengah tersesat kau ingat ? mengapa kau terlihat seakan-akan kita tengah berlibur ?”. jessica mengeluarkan glare nya, namun yuri tidak terlalu perduli karena ia sudah terlanjur senang.

“ Aisshh…. Memangnya apalagi yang bisa kita lakukan selain menikmatinya ? sudahlah, kau akan aman jika bersamaku, yaksokh…”. Yuri memberikan jari kelingkingnya pada jessica.

“ Baiklah aku percaya..”. jessica menyatukan jari kelingkingnya, mempercayai teman baru yang mulai dekat itu.

“ Kau tahu sica ? aku selalu berharap bisa hidup bebas dan yuhuuu…. Aku mendapatkannya..”. yuri benar-benar terlihat sangat senang sekali.

“ Aku tidak mengerti jalan pikiranmu kwon ”. jessica hanya duduk diatas batu besar, sedangkan yuri tengah bersiap untuk menenggelamkan dirinya di laut lepas.

“ Y-ya,,, yaa.. apa yang kau lakukan ?”. jessica memalingkan mukanya saat yuri membuka kemeja berbahan denim yang dikenakannya.

“ Eoh ?”. yuri yang tidak mengerti maksud jessica malah berjalan mendekat.

“ Wae ? kenapa muka mu memerah begitu ? aahh,,, apa kau malu ?”. yuri malah tersenyum jahil.

“ Hahaha,,, kau gadis yang lucu sica~ah. Kita ini sesama yeoja, kenapa harus malu ?”. yuri mengacak rambut jessica lalu kembali berjalan menuju pinggiran pantai.

Jessica memberanikan dirinya untuk melihat yuri yang sudah siap menyelam. Saat ini yuri terlihat sangat-amat seksi. Hanya mengenakan celana panjangnya serta tanktop hitam, ia mulai berjalan dan dalam sekejap mata yuri sudah tidak terlihat.

Jessica yang kini tinggal sendiri hanya bisa duduk sambil memainkan pasir putih itu. dua puluh menit yuri menyelam, akhirnya ia kembali kepermukaan dengan rambut hitamnya yang basah.

“ Kau harus mencobanya lain kali sica~ah. Kau tahu ? didalam sana indaaaaahh sekali…”. Yuri menjelaskan dengan semangat.

“ Ne. lain kali aku akan mencobanya. Lagi pula, sepertinya memang asik..”.

“ Tentu saja asik..”.

“ Kau tunggu disini yah ? aku akan mencari sesuatu yang bisa kita makan nanti..”. yuri kembali memakai kemejanya dan mulai meninggalkan jessica.

“ Ani. Aku ikut. Aku tidak mau duduk disini sendiri..”. jessica sedikit berlari mengejar yuri.

 

Sedangkan dihotel tempat dimana mereka menginap , terlihat beberapa murid tengah dimintai keterangan oleh petugas setempat. Sedangkan miss. Narsya mencoba menjelaskan kepada kedua orang tua yang anaknya hilang.

“ K-kami minta maaf karena..”. belum sempat miss. Narsya menyelesaikan kalimatnya, appa dari kwon yuri sudah memotongnya.

“ Maaf ? apa dengan minta maaf anaku akan bisa berada disini ? sekarang juga Hah ?”. Kwon jiyoung   appa yuri terlihat sangat marah.

“ Tuan kwon kami minta maaf…”. Kwangmin guru yang ikut wisata juga mencoba meminta maaf.

“ Kemana kalian saat anakku dan juga jessica menghilang ?apa uang kalian lakukan ? apa kalian tidak mengawasinya ?”. lagi, kwon jiyoung bertanya amarah yang memuncak.

“ Kami…”.

“ Ah sudahlah jangan banyak alasan. Tuan jung, apa kau mau ikut denganku turun langsung mencari anak-anak kita ?”. kini Tn. Kwon bertanya pada appa jessica yang sedari tadi tengah menenangkan sang istri.

“ Ne pasti aku ikut..”. tuan jung kini terlihat tengah berbicara dengan istrinya yang kini sedang terisak dipelukkan anak keduanya, krystal.

“Ya sudah aku pergi dulu. krys appa pergi dulu, kau temani omma ya…”. Tuan jung kini menyusul appa kwon yuri.

“ Krys, bagaimana jessica disana ? omma takut..”. sang omma benar-benar merasa takut jika terjadi apa-apa dengan putri sulungnya.

“ omma, appa dan Tn. Kwon sedang mencarinya, kita berdoa saja agar eonnie dan yuri eonnie juga baik-baik saja..”. krystal mencoba menenangkan sang omma.

 

 

Tidak terasa sudah satu minggu mereka menghilang. Yuri dan jessica juga sudah menjadi sangat dekat. Bahkan kini jessica sudah tidak sependiam ketika mereka bertemu dulu. keduanya selalu bersama dimana dan kapanpun.

“ Yuri~ah,,, aku merindukan keluargaku…”. Jessica yang sangat merindukan keluarganya tidak bisa menahan air matanya lagi.

Yuri yang melihat itu tentu saja ikut merasa sedih . Ia sama dengan jessica. Yuri juga merindukan Appanya. Walaupun sebelumnya hubungan keduanya tidak terlalu dekat, tapi tetap saja ia merindukan sosok lelaki tua yang dipanggilnya appa itu.

“ Hiks… hikss.. hikss..”. jessica semakin terisak saat merasakan yuri merangkulnya dan menepuk-nepuk punggungnya .

“ Ssstt… uljima sica~aah,,, aku tahu, aku tahu… kita sama sica. Aku juga merindukan appaku. Walaupun aku tidak yakin jika ia merasa kehilanganku..”. yuri bergumam lirih namun dapat didengar jessica.

“ Appa mu pasti merindukanmu yuri~ah..”.

“ Semoga saja begitu…”.

Kini keduanya tengah duduk di tepi pantai. Sudah jadi kebiasaan baru untuk mereka melihat matahari yang akan pulang kesinggasanya. Jessica mengistirahatkan kepalanya dipundak yuri. Terlihat sangat romantic memang. Keduanya terdiam. Angin sore menerpa wajah keduanya. Menerbangkan setiap helai rambut panjang mereka.

“ Yul..”. panggil jessica namun tetap pada posisinya.

“ Hm..”. yuri sedikit mengangkat wajahnya, mencari wajah jessica yang tengah menunduk.

“ apa aku boleh bertanya sesuatu ?”. Jessica beralih menatap yuri

“ Kenapa kau serius sekali ? baiklah, kau boleh bertanya sesukamu ”. Yuri menjawab santai.

“ Apa alasanmu kembali ke korea setelah lama tinggal di German ?”. jessica mulai bertanya.

“ Hm ? memangnya kenapa ? korea kan tanah kelahiranku jadi wajar jika aku memutuskan untuk menetap disi kan ?”. yuri malah balik bertanya, ia bingung dengan jessica yang bertanya hal seperti itu.

“ Ani, maksudku, apa sebelumnya kau ada masalah disekolah lama mu ?”. jessica kembali bertanya.

“ Memangnya kenapa ?”. yuri semakin bingung, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ A-aku dengar kau pindak ke korea karena kau pernah mencelakai teman mu ? apakah itu benar ?”. jessica bertanya dengan takut.

“ Mwo ? hahaha…. Berita dari mana itu ? “. Yuri malah tertawa mendengar alasan ia pindah.

“ Aiisshh,,, kenapa malah tertawa ? sudah jawab saja. Apa itu benar ?”. jessica memukul lengan yuri pelan.

“ Hahaha.. ok.. ok.. jadi kau ingin tahu alasannya ? baiklah…”.

 

Akhirnya yuri mulai menceritakan semuanya pada jessica. Jessica yang sangat penasaran tentu saja mendengarkannya dengan seksama.

“ Dulu disekolahku kedatangan murid baru. Gadis cantik ber eye smile , tiffany hwang namanya. Singkat cerita kami ber4 menjadi sangat dekat. Aku, taeng tiffany dan teman laik-laki ku Brian selalu menghabiskan waktu bersama. Aku menyukai tiffany dan lebih mengejutkannya lagi tiffany menyatakan perasaannya padaku..”.

“ Lalu ?”. Tanya jessica penasaran.

“ Aku menolaknya… tiffany sangat merasa sedih saat itu”. yuri kembali mengingat kejadian satu tahun lalu.

“ Kau menolaknya ? kau bilang kau menyukainya ? “. Tanya jessica tidak mengerti.

“ Ne. aku menolaknya karena ternyata sahabatku, kim taeyeon juga mencintai gadis itu…”. yuri kini merebahkan dirinya diatas pasir putih.

“ kau tidak memperjuangkan tiffany ? kau melepaskannya untuk sahabatmu ? ckck… ternyata kau sorang pengecut kwon yuri…”. Jessica tiba-tiba terlihat sangat kesal ketika mengetahuinya.

“ Mwo ? yaahh…”. Yuri kembali bangkit dan menghadiahi jessica sebuah sentilan dijidatnya yang lebar itu.

“ YAA,,, apa yang kau lakukan HAH ?”. jessica berteriak marah.

“ Kau bilang aku pengecut ? ckck.. kau salah sica~ah. Bukan itu alasanku pergi. alasanku pergi adalah karena aku menyangi sahabatku itu. aku memang menyayangi tiffany, tapi bukan seperti taeyeon yang mencintainya. Aku lebih baik kehilangan satu cinta dari pada kehilangan sahabatku yang sudah ku anggap sebagai saudari ku sendiri. Si pendek itu bahkan memohon padaku agar aku menerima tiffany karena ia tidak bisa melihat air mata dari gadis itu. apa kau pernah melihat sahabatmu menangis dan memohon agar kau menerima cinta dari orang yang sangat dicintainya ?”. yuri malah balik bertanya.

“ Aku rasa tidak, mengingat seperti apa temanmu itu “. Yuri kembali mengingat seperti apa teman jessica itu yang sangat membencinya entah apa alasannya.

“ Aku sedih saat melihat taeng yang menangis didepanku dan memohon seperti itu. lagi pula aku memang tidak mencintainya. Aku tipe orang yang benar-benar akan memperjuangkan cinta jika aku memang mempunyai perasaan itu. saat appa mengajakku kembali ke korea, tanpa pikir lagi aku menerimanya…”. Yuri menghela nafasnya.

“ Tentu saja , sebelum aku pergi aku menjelaskan semuanya pada tiffany. Bahwa ada seseorang yang lebih baik dan bahkan mencintainya. Bukan aku yang hanya menganggapnya sebatas sahabat saja. Untungnya tiffany dapat mengerti. Dan,,, apa kau masih menganggapku seorang pengecut hah jessica ?”. tanyanya sambil melirik gadis itu.

Jessica merasa tidak enak pada yuri. Ia tahu jika ia sudah salah paham. Maka dari itu ia segera meminta maaf pada gadis berkulit tanned itu.

“ Mian yuri~ah.. aku..”.

“ Gweanchana… tidak perlu minta maaf, tidak ada yang salah dalam hal ini”. yuri kembali merebahkan dirinya dan diikuti oleh jessica.

 

 

Kini dilangit terlihat sangat indah. Jutaan bintang tengah menghiasi malam membuat langit Nampak berkilau. Yuri yang memang sangat menyukai bintang tentu saja terlihat begitu senang.

“ Kau tahu sica~ah kenapa aku begitu menyukai langit malam yang dipenuhi bintang ?”. yuri memulai percakapan.

“ Memangnya kenapa yul ? mereka memang indah tapi aku rasa kau mempunyai alasan tersendiri kan ?”.

“ Dulu eommaku pernah berpesan. Sebelum omma pergi meninggalkaku selamanya,ia bilang ‘ jika nanti kau merindukan eomma, bintang yang paling bersinar terang itu adalah omma’ begitu kata eommaku. Semenjak itu, ketika aku tengah merindukannya, aku selalu melihat bintang..”. yuri kembali mengenang masa-masa bersama sang omma.

Tak terasa sebutir air mata turun dari mata teduh milik yuri. Jessica yang menyadari itu segera menghapusnya dengan kedua ibu jarinya. Lama mereka saling beertatapan, sampai akhirnya jessica mengecup kening yuri cukup lama. Yuri sangat kaget dengan tindakan tiba-tiba jessica, sedangkan jessica yang malu segera tertunduk sambil memainkan jari-jarinya.

“ Mi—mianhe yul, aku…”. Jessica bingung harus bersikap seperti apa pada yuri.

“ Gomawo sica~ah…”. Ucap yuri tulus disertai senyuman yang sangat mempesona dimata jessica.

“ Sudah malam, kau pasti mengantukkan ? kajjah kita tidur..”. yuri membantu jessica berdiri, kembali ke sebuah gubuk yang terbuat dari dahan pohon kelapa.

 

Saat yuri bangun, ia tidak menemukan jessica disampingnya. Yuri yang kaget segera berteriak memanggil nama jessica. Saat matanya menyusuri bibir pantai, ia menemukan jessica yang sedang bermain dengan ombak. Yuri segera menghampiri gadis itu.

“ Yaa,, kau meninggalkanku dan bermain ombak sendiri hah ?”. yuri terlihat kesal namun ikut bermain bersama jessica.

“ Hhaha… kau tidur nyenyak sekali yul, aku tidak tega membangunkanmu. Oh iya, Apa kau mau menyelam ?”. Tanya jessica.

“ Kau mau ikut ?”. Tanya yuri tersenyum.

“ Hm ne, sepertinya aku tertarik karena kau sangat lama jika sudah didalam air..”.

“ Baiklah kajjah..”. yuri menggandeng tangan jessica, mengajaknya berenang melihat betapa indahnya kehidupan bawah laut.

 

Jessica yang baru pertama kali melihat kehidupan laut, tidak bisa berhenti tersenyum. Ia sangat kagum dan menyukai keindahan serta keanekaragaman ikan dan makhluk yang hidup dilaut. Ia berenang mengikuti yuri yang sepertinya sudah sangat mengenal dengan tempat ini. Tangannya terus menggandeng yuri seakan tidak ingin terlepas. Jessica sangat merasa terlindungi saat yuri tengah menggenggam erat tangannya. Ada perasaan senang yang menjalar dalam hatinya. Keduanya memutuskan kembali kedaratan karena sudah merasa puas dengan pemandangan indah dibawah sana.

“ Aigoo,, yul itu indah sekali, aku sangat menyukainya. Pantas saja kau betah berlam-lama dan meninggalkanku sendirian…”.

“ Choahae sica~ah ?”. Tanya yuri sambil metapa jessica yang duduk disampingnya.

“ Ne. nan choahaeyo yuri~ah…”.

Hanya makan buah-buahan yang ada di pulau ini membuat keduanya terlihat sedikit kurus. Bahkan akibat yuri seringnya menyelam membuat kulitnya semakin gelap namun tetap terlihat mempesona. Jessica yang semula berkulit putih, kini malah terlihat sedikit gelap dengan rambutnya yang berwarna coklat madu membuatnya semakin cantik.

“ Yul, apa kau ingat sudah berapa lama kita disini ?”. tanya jessica pada yuri yang sedang memetik kelapa dengan bantuan sebuah bamboo.

“ Memangnya sudah berapa lama ? aku tidak menghitungnya. Dengan menghitungnya membuatku pusing sica~ah..”.

“ Kita sudah dua minggu disini. Mengapa tidak ada yang mencari kita yul ? berapa lama lagi kita berada dipulau tak perpenghuni ini ?”.

Yuri yang mendengarnya segera menghentikan kegiatannya. Ia memegang kedua pipi jessica dengan kedua tangannya. Jessica mungkin lupa jika yang dirasakannya dirasakan juga pada yuri. Yuri mengerti kenapa jessica sangat merindukan keluarga dan juga teman-temannya. Dua minggu berada dipulau tak berpenghuni dan hanya mereka berdua memang terasa sangat asing dan menyedihkan. Jika yuri ikut bersedih, bagaimana ia bisa menguatkan jessica ?

“ Sica~ah, apa kau percaya padaku ? aku yakin, jika orang tua kita sedang mencari kita diluar sana. Jangan khawatir sica~ah, aku janji akan menjagamu, melindungimu sampai kau kembali pada keluarga yang kau rindukan…”. yuri berucap tulus, jessica bisa menemukannya hanya dri menatap mata itu.

“ Aku percaya padamu yul, aku akan selalu percaya padamu…”. jessica memeluk yuri erat, menenggelamkan kepalanya di bahu yuri.

Jessica percaya pada yuri. Sangat percaya. Jika malam itu yuri tidak menolongnya, ia tidak tahu sudah seperti apa dirinya sekarang. Semua yang mengira yuri gadis dingin dan angkuh sama sekali tidak benar. Yang jessica tahu, yuri adalah sosok yang bertanggung jawab dan menepati janji. Ia juga bisa diandalkan meskipun yuri perempuan. Minyoung sahabatnya yang sangat tidak suka yuri pasti akan berpikiran sama jika ia melihat semua perbuatannya. Yuri tidak pernah sedikitpun meinggalkan jessica, ia selalu ada didekatnya, memeluk saat jessica merasakan kedinginan , mengusap air matanya jika ia menangis. Jessica sadar jika kini, ia sudah menaruh perasaan lebih untuk yuri.

Tak terasa malam pun tiba. Seperti malam- malam sebelumnya, keduanya kini tengah asik memandang langit malam. Bedanya kali ini yuri tidak lagi memandang langit malam yang sangat disukainya. Yuri tengah memandang wajah jessica yang begitu dekat dengannya.

“ Yeppuda..”. gumam yuri sambil terus memandang jessica.

“ Ne. bintangnya cantik ”. jessica membalas perkataan yuri sambil matanya terus memandang langit malam.

“Ani bukan bintangnya, tapi kau sica~ah, yeppoe..”.

“ Mwo ?”. jessica segera menoleh dan mendapati yuri yang sedang memandangnya.

“ Kau…. Cantik jessica…”.

 

CHU..

 

Yuri mencium jessica tepat di bibirnya. Jessica yang keget tidak mampu bergerak. Bukannya tidak suka, hanya saja ia merasa kaget. Yuri yang menciumnya secara tiba-tiba membuatnya merasakan ada jutaan kupu-kupu yang kini tengah beterbangan didalam perutnya. Yuri segera menjauhkan kepalanya ketika melihat respon dari jessica.

“ Mianhae…”. Yuri merasa tidak enak dengan kelancangannya karena berani mencium jessica.

“ Yul..”. jessica memanggil yuri yang kini tengah menunduk.

“ Hm wae-…”.

Belum sempat yuri bertanya, tiba-tiba jessica kembali menciumnya. Bahkan yang lebih seru lagi, jessica mencoba mengemut bibir atas yuri. Yuri yang mendapat lampu hijau dari jessica tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Yuri mulai mencium benda lunak tak bertulang yang mendapat balasan dari lawannya. Saling mengecap bibir pasangan masing-masing, membuat suara dari pertemuan benda kenyal tersebut. Saling menghisap dan dihisap, membuat keduanya benar-benar menikmati kegiatan yang baru pertama kali untuk jessica tapi tidak dengan yuri, karena ia pernah melakukannya pada seniornya dulu. Karena membutuhkan oksigen, akhirnya keduanya melepaskan pagutan bibir mereka. Saling menempelkan kening, mereka tersenyum bersama.

“ Hah.. haah.. haah.. sica~ah..”. yuri memanggil dengan nafas yang terputus-putus.

“ Hm ?”. balas jessica pendek.

“ Saranghae…”. lanjut yuri kemudian sambil menatap dalam kedua bola mata milik jessica.

“ Nado yul… nado saranghae…”. Balas jessica setelah itu ia memeluk yuri erat.

 

Sementara di Pulau nami, kedua orang tua dari   jessica dan yuri, tidak pernah berhenti mencari anak-anaknya. Sudah semua usaha dikerahkan untuk mencari keduanya, mulai dari jalur laut, darat, bahkan Tn. Kwon menyewa sebuah hellycopter untuk mencari keberadaan mereka dari udara. Tidak pernah sedikitpun terlintas dari benak keduanya untuk berhenti mencari buah hatinya. Kini keduanya tengah termenung disebuah kursi sambil menunggu hujan reda. Sambil menunggu hujan, keduanya tampak saling berbincang.

“ Ahh…bagaimana keadaan mereka ? apa yang mereka makan ? bagaimana mereka tidur?”.Kwon jiyoung terlihat sangat kelelahan, dari pancaran matanya tersirat kekhawtiran yang luar biasa..

“ Kau tahu Tn. Jung ? saat yuri lahir, aku dan istriku sangat bahagia. Aku yang memang sangat menginginkan seorang anak tentu saja memberikan semua yang dimintanya..”. tuan kwon mulai bercerita.

“ Kebahagian kami berlanjut saat yul mulai memasuki taman kanak-kanak. Tapi, Ketika yul mulai sekolah menengah pertama, istriku divonis mengidap penyakit kanker stadium akhir”. Tn. Kwon kembali mengingat kenangan pahitnya saat mengetahui istri yang disayanginya ternyata sakit keras.

“ Lalu ?”. Tn. Jung yang sedari tadi menjadi pendengar yang baik   bertanya saat Tn. Kwon menundukkan kepalanya.

“ Lalu…. Semua berubah . Saat itu aku tengah ada meeting dengan salah satu pejabat penting. Sedangkan istriku tengah dirawat dengan keadaan yang mengkwatirkan. Yul menelfonku agar segera pulang karena saat itu, hyejin mengalami kejang dan akhirnya… ia meninggal”. Tn. Jung menepuk-nepuk pelan punggung pria disampingnya saat ia mlihat Tn. Kwon menyeka air matanya yang turun.

“ Apa kau akhirnya pulang ?”. Tanya tn. Jung.

“ Ani. Aku tidak bisa karena itu rapat penting. Sejak saat itu, hubunganku dengan Yul menjadi dingin. Ia tidak lagi berbicara padaku. Ia membenciku. Yul kemudian berubah menjadi gadis yang penyendiri dan juga terlihat tidak perduli pada sekelilingnya”.

 

 

Pelan tapi pasti, kabar hilangnya murid sekolah internasional kini sudah menjadi topic perbincangan. Banyak media yang meliput untuk mencari keterangan guna mendapat informasi yang akurat. Kini, Park Minyoung merasa sangat bersalah karena sudah memaksa jessica agar pergi dengannya. Ia sangat menyesal mengingat kejadian dimana ia tidak bersama jessica, ia malah bersenang-seang dengan yang lainnya tanpa jessica.

“ Aku merindukanmu Jessie…”. Lirih minyoung .

“ Apa kau baik-baik saja? Apa yuri menjagamu ?”. tiba-tiba air mata lolos dari pelupuk matanya.

 

 

Ditengah pulau tidak berpenghuni, kwon yuri yang sedang asik mencari bunga untuk jessica tiba-tiba mendengar sebuah suara hellycopter. Ia segera berlari kencang, begitu juga jessica. Ia berlari kebibir pantai, dan mencari sebuah tembakkan kembang api untuk memeritahukan letak keberadaannya. Tidak menemukan pistol itu, ia kemudian mulai berteriak.

“ HEEIII…. KAMI DISINI.. HEII.. YAH.. YAHH..”. kwon yuri berteriak panic saat hellycopter itu mulai meninggalkannya.

Jessica yang baru sampai, tentu saja terlihat frustasi karena kesempatannya untuk pulang hilang sudah. Ia menyalahkan kwon yuri karena kekesalannya.

“ Kenapa kau tidak menembakkan kembang api itu yul ?”. jessica berteriak, menangis.

“ Aku sudah mencarinya sica~ah. Tapi aku tidak menemukannya”. Yuri mencoba menjelaskannya.

“ Mwo ? mustahil”. Jessica segera berlari dan mulai mengacak-acak barang yang mereka bawa. Mencari sebuah tembakan kembang api, namun tidak ditemukannya.

“ ARRGGHHH…”. Jessica berteriak sambil berlari ketengah laut, meninggalkan yuri.

“ Yayaya,,, sica~ah, kau mau kemana ?”. yuri yang panic segera mengejar jessica, sat sudah berada didekatnya, yuri segera memeluk jessica dari belakang.

“ Sica~aahh,,, geumanhae, jangan seperti ini….”.

“ Aku takut yul. Aku takut jika kita tidak bisa kembali lagi…”. Jesica menangis dalam diam.

“ Aku tahu sica~ah, aku tahu… aku juga sama… tapi yang bisa kita lakukan hanya menunggu dan berdoa supaya ada yang menemukan kita…”. Yuri semakin memeluk jessica erat.

“ Kau pasti lelah, kajjah kita istirahat…”. Yuri menuntun jessica.

 

Kini keduanya tengah merebahkan diri di putihnya pasir pantai. Jessica memeluk yuri dan menjadikan lengan yuri sebagai bantalannya. Kini tidak ada lagi jessica yang malu jika yuri melepas kemeja didepannya. Bahkan sekarang jessica hanya memakai BRA berwarna pinknya serta celana yang sudah dipotong pendek oleh yuri, persis yang dilakukan yuri pada celana panjangnya.

“ Yul… gomawo sudah menjagaku,,,,”. Jessica mengecup pipi yuri yang tirus itu.

“ Sudah kewajibanku untuk menjagamu sica~ah…”. Balas yuri.

“ Kau tahu saat pertama kali aku melihatmu, aku fikir kau gadis popular yang sombong. Tapi dugaanku salah. Kau memang gadis popoler yang cantik, tapi kau tidak sombong..”. yuri menoleh untuk menatap jessica.

“ Hahahaha… jinjjaahh ? aku juga sama. Saat aku meliahatmu, aku fikir kau gadis angkuh, jutek dan dingin apalagi minyoung tidak suka sekali jika aku tengah berdekatan denganmu…”.

“ Yaahh,,, temanmu saja yang terlalu berlebihan. Aku heran, kenapa ia bisa segitu bencinya padaku. Padahal aku tidak membuat kesalahan apapun”.

“ Tapi aku salah. Kau itu, gadis terhangat yang pernah ada dalam hidupku. Gadis pemberani dan bertanggung jawab. Kau juga cantik..”.

“ Mwo ? aku cantik ? aku ini tampan arra ? kata appa, aku adalah gadis dengan keberuntungan tinggi karena bisa terlihat cantik namun dalam waktu tertentu juga bisa terlihat tampan..”. yuri membanggakan dirinya karena ketampanannya itu.

“ Hahahahaha… kau ini. Terlalu percaya diri itu tidak baik nona kwon..”. jessica malah tertawa dengan penjelasn itu.

Tiba-tiba dari sebuah pohon, botol air mineral jatuh dan mengenai jidat jessica.

“ Akh..”. jessica terbangun karena merasa sakit pada bagian jidatnya.

“ Aigoo,,, gwancaha ?”. yuri mengusap kening yang terlihat merah itu.

” Appoo~ yul…”. rengek  jessica  yang  terlihat  imut  dimata  yuri.

CHU~

 

Yuri  memberikan  kecupan  singkat  pada  kening  jessica, mengelusnya  lembut  dengan  penuh  rasa.

” Manni  appo ?”. tanya  yuri  masih  membelai  lembut  kening  jessica.

” Ani. sudah  lebih  baik  karena  obat  yang  kau  berikan…”. jessica  menjawab  sambil  membelai  pipi  yuri.

 

Keduanya mengarahkan pandangannya pada sebuah monyet kecil yang kini berada tepat diatas mereka. Di tangannya terlihat sebuah pistol kembang api yang selama ini mereka cari.

“ Yayayaya… monyet nakal, kembalikan pistol itu…”. yuri mencoba memintanya.

Monyet itu bukannya memberikan pistol itu, malah sengaja ingin menembak, tentu saja membuat yuri panic. Jessica yang melihat itu segera mencari cara guna membujuk monyet kecil berwarna coklat. Matanya tertuju pada sebuah pisang yang memang disiapkan yuri untuk meraka.

“ Hei,,, monyet kecil, lihat aku punya pisang…”. Saat jessica menunjukan pisang itu, sang monyet langsung menjatuhkan pistol dan segera diambil oleh jessica.

“ Aiisshhh,,, dasar monyet menyebalkan..”. yuri memaki monyet kecil yang sedang asik memakan pisang pemberian jessica.

 

DOOORR…

 

TBC

 

 

Advertisements

41 thoughts on “BLUE LAGOON 02

  1. Yulsic akhirnya jadian jga . .
    Chukae . .
    Mda”han aja ada nolong mrka yah . .
    Kasian ga ada yg ngasih mkan

  2. Yulsic akhir ny jadian nich…
    Sica udh gk malu lg m yul mlh lbh agresif lg….
    Semoga mrka sgra d temukan kasian liat mrka jd kurus gr2 mkan cm seadany….
    Tp dsitu brdua d pulau sersa dunia milik mrka sndr….
    Jd fany suka m yul, untung aj d tolak m yul klo gk tr yulsic gk jdian…
    Fany biar m taeng aj…
    Ya udh lh broooo lanjut….
    N tr bangunin sahur ya broooo…
    Bye….n semangat bt puasa bsk…

  3. Selamat ya brooooh akhirnya lw udah nyatuin yulsic,,,
    Yaahh yul udah untung ntu anak monyet nengok lw,,lw sbagai ibu monyet bukanya terimakaasih udah ngasi balik tuh pistol malah dimarahin,, wkwwkw,,,
    Yull jatah pisang lw berkurang yeeee,,, semoga bsa di temukan ya kalian,,
    SiccaBaby tenang yaaa,,,

  4. Yuhuuuu yulsic jdian itu.. ^^.. Mreka sweet bngt wlau lg dlm kondisi mengenaskn.. Hahaha.. Eeee itu knpa ada DOR trakhir nya? Dutiee jgn lama2 update nya :*

  5. eciee yulsic trdampar d pulau berdua.. ga ngpa”in tuh vroh.??ngpain kek gtu.. wkwk
    seru crita na.. gw uda bca part 1 tp komeng dsni ja yee hee

  6. “jessica mencoba mengemut bibir atas yuri” bahasamu ituloh thor wkwkwk aseek dah ngemut mengemut -_- kkkk itu door kenapa jangan bilang kalo tuh mnyet salah nembak dan kena yul atau sica? Atau pelurunya abis? Omg

  7. lebih baik aq kehilangan satu cinta drpd kehilangan sahabatku omooo bijak bingit nih yul..
    ucchhh so swiit ya yulsic berduaan d pulau tak berpenghuni berasa hanimun hahaaha…
    ohh jd itu alasan yul berubah sikap ma appanya hmmm bisa diterima lanjut thorr

  8. wkwkwk dari terdampar ampe bisa jadian ya yulsic emng daebakkk deh
    itu monyetnya ngeselin bgt sih kekekkk
    fighting nulisnya thor

  9. Ini yang dimaksud sengsara membawa nikmat *eaaaa 😂😂😂😂
    Cie ciee jadian nih ye si yul gegara terdampar wkwk
    Terdampar terus aja biar bisa quality time sama sica terus hahaha 😂😂😂. Si monyet ganggu momen mereka ih haha
    Tapi agak heran ya itu yulsic berminggu2 dipantai bau dong dia bajunya itu2 mulu dong thor ? 😯😯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s