GABUT


Kita itu seperti sepasang sandal jika diibaratkan. 

Selalu bersisian, tapi tak pernah menyatu. 


Seperti yin dan yang, dimana kau yin dan aku sebagai yang.





Kau seperti pemanis dalam duniaku, tapi taukah kau jika pemanis yang berlebih bisa membuat mu merasakan sakit bukan ? 





Apa memang semudah ini untukmu membuat jantung ku berdetak sangat cepat? 
Hanya dengan kau menceritakan orang lain saja mampu membuatku kesal

Apa sesakit ini mencintai seseorang? 

Apa sesakit ini percaya pada suatu hubungan? 

Apa memang aku saja yang terlalu bodoh? 

Ah, sepertinya memang aku yang terlanjur bodoh dalam mencintai seseorang yang bahkan wajahnya saja pun tidak pernah ku lihat. 

Aneh bukan? 

Bagaimana bisa aku merasakan patah hati sehebat ini, jika untuk bertemu saja aku tak pernah. 

Jessica,,, 

Bagaimana bisa kau membuat seluruh Indra perasa ku menjadi sesakit ini huh? Kau bahkan tidak nyentuh ku sedikitpun, tapi luka yang kau ciptakan benar benar begitu terasa. 





Apa aku bodoh? Yah, aku rasa ya untuk jawabanya. 

Jessica,,,, 

Ahh,,, menyebutkan namanya saja membuat mataku terasa perih. Benar benar perih sampai tidak terasa ada aliran sungai kecil dimataku hehehe… 

“Yuriii bodoh. Menyebalkaaaan”. 







“Aku membencimu kwon yuri pabo. Jinjaah”. 





“YAA!! KENAPA HANYA KAU BACA?? KENAPA TIDAK MEMBALASNYA???!!!”. 





Kira kira seperti itulah jika ia tengah mengomel karena ketidaksukaan terhadap sikap ku yang kadang memang menyebalkan. Aku hanya terlalu bingung dengan perubahan sikapnya yang kadang manis, tapi terkadang tidak manis sama sekali.  

Jinjaah.. Jessica  seperti mempunyai 2 kepribadian menurutku. Tapi dibalik itu semua, ia sangat menggemaskan *Hanya saat ia baik baik saja maksud ku hahaha

Aku mencintainya. Sungguh

Aku menyukai sifat pemarahnya, pencemburu nya, tapi kadang sifat sifat itu membuatku kesal sendiri. Ia selalu bersikap semaunya, bahkan terkesan egois. Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa mengalah dan akhirnya kami berbaikan lagi. Lalu marah lagi, berbaikan lagi, marah lagi dan berbaikan lagi, mar- ah sudahlah tidak perlu ku teruskan. Seperti itulah hubungan kami. Luar biasa harmonis bukan? Sarkastik sekali memang hahahaha

Apa memang seperti ini jika menjalin hubungan jarak jauh? 

Bukankah pertengkaran disuatu hubungan wajar adanya? 

Tapi jika itu sering terjadi, apa masih disebut wajar? 

Ntahlah… Aku pun tidak tau jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaanku sendiri. 

Aku sangat menyayangi gadis pemarah itu… 



 Jika banyak pasangan yang jatuh Cinta pada pandangan pertama, lalu sebutan apa yang pantas untuk kami? 



Untuk saling pandang saja kami tidak pernah. 



Ah, Cinta pada chat pertama? Hahaha aku rasa tidak juga, karena aku mulai menyayanginya saat aku berhenti menunggu seseorang. Bukan sebuah pelarian, tapi memang benar benar ia membutku melupakan seseorang tersebut. 

Aku mencintainya bukan dari apa yang ku lihat. Bukan dari apa yang ia beri. Tapi aku mencintainya karena ia Jessica. 

Yahhh karena ia Jessica, gadis arogan namun mampu membuatku selalu bertekuk lutut. Selalu

Annyeoooooong chinguuuu…. 



Ini bukan ff yah. 



Ini juga bukan one shoot…. 



Ceritanya juga ga nyambung dari awal ampe akhir. 



Ini cuma tulisan gabut dari orang gabut yang gada kerjaan ngahahahaha…. 


Yaudalah yah segitu aja. 




Advertisements

2 comments

  1. Yahhhhh, , , kiraiiinnn

    Hmm. . . .😐😐😐

    Jadi inti nya yuri suka tapi takut cintanya bertepuk sebelah tangan?

    Tapi lanjutannya “yaudalah ya segitu aja”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s