Author: keong

SELINGAN GAJE 

“Yaaa kwon yuuul”. Teriak gadis pendek disebelah ku. 

“Mwo? Waeee????”. Kata ku malas sambil tetap melihat layar ponsel ku. 

“Gwaenchana eoh? “. 

“Aniya. Aku sedang tidak baik baik saja. Yaiiishhh kenapa juga aku bilang seperti ituuuu?”. Kata ku kesal sambil tetap melihat layar ponsel milikku. 

“Ckckck pasti ada hubungannya dengan kekasih jarak jauh mu itu huh?”. 

“Kali ini apalagi yang kau buat sampai hmm siapa namanya?? Jeshika? Ah iya, jeshika marah? Kenapa juga kalian sering sekali bertengkar?”. 

“Ini. Lihatlah “. Kataku sambil menyerahkan ponsel milikku. 

Gadis berkulit putih itu segera mengambil dan terlihat ia tengah membaca isi dari obrolan ku dengan seseorang jauh disana. Beberapa kali ia terlihat menscroll ke atas dan ke bawah. Membaca beberapa mungkin.

“Kau mantan terindah? Pffttt “. Tanya taeyeon seperti mengejekku. 

“Memangnya mantan kekasih mu pernah bicara seperti itu? Bukannya mantan kekasih mu hanya memanggilmu dengan sebutan ‘stupid’ kekekeke”. Lagi. Gadis pendek itu mengejekku. 

“Tsk. Tidak membantu. Sudah sana pulang saja”. Kata ku sambil menendang bokongnya pelan. 

“Hahahahahahahaha…. Aigoooo uri yuri sedang sedih eoohh??”. 

“Jangan menggodaku Kim. Aku memanggil mu kesini karena ingin meminta saran mu. Bukannya menjadi bahan ledekan mu”. Kataku sambil duduk memunggungi sahabat pendek ku itu.  

“Arraseo arraseoo”. 

“Lalu apa yang sudah kau lakukan? Hmm sudah meminta maaf? “. 

“Sudah. Tapi bukan itu yg Jessica mau”. 

“Kau tau? Sepertinya aku hanya bisa membuat keadaan selalu menjadi buruk. Bukan maksudku ingin membuatnya marah. Hanya saja… Yah kau tau sendiri kan? Kadang sifat seseorang seperti ku tidak bisa terkontrol dengan baik”.  

“Hmm… Yuri~ah?”. 

“Ya? “. 

“Aku ingin bertanya. Aku ingin kau jujur. Tidak ada kebohongan. Araseo?”. Kulihat raut wajah serius darinya. 

“Ne arraseo. Apa yang ingin kau tau?”. 

“Apa yang jeshika tidak suka? Apa yang selalu jeshika bicarakan tentang teman temannya? Ceritakan padaku apapun yang kau tau tentang kekasih mu”. 

Aku mengernyit bingung. Aku memang sedikit susah memahami kata kata yang kadang orang ucapkan. Yah bisa dibilang aku sedikit lemot. Tapi tidak sering. 

“Ceritakan yul. Aku ingin tau seberapa banyak kau mengenal kekasih mu itu”. 

Aku masih tidak paham dengan yang dimaksud taeyeon, tapi aku yakin jika ia bisa membantu ku. Atau setidaknya ia bisa sedikit meringankan beban yang selama beberapa hari ini sedikit mengganggu. 

“Jessica ya? Hmmm….. Gadis itu cukup manis jika ia tidak sering marah marah”. Kata ku sedikit tersenyum. 
“Jessica tidak suka jika aku sudah membahas seseorang dimasa lalu ku. Ia tidak suka jika aku membalas pesannya lama karena asik dengan duniaku sendiri”. 
“Ia suka sekali memanggil ku dengan sebutan monkey, bahkan ia menamaiku monkey dikontak nya”. 

“Menurutku ia tidak seperti kebanyakan gadis seumurannya”. 

“Jessica… Ia gadis yang unik. Tidak manja menurutku. Tidak seperti gadis gadis yang biasanya menyukai gombalan”. 

“Ia galak”. Senyum ku saat mengatakannya. 

“Mwo? Galak? “. Tanya taeyeon. 

“Ne. Jessica galak. Sangat galak menurutku. Jika sudah mengomel atau kesal padaku, ia seperti seorang eomma yang sedang mengomeli anaknya bahkan terkadang ia lebih galak dibandingan eomma ku sendiri”. 

“Pernah sekali aku bilang jika aku ingin keluar main tapi dijam yang menurutnya tidak masuk akal, lalu ia bilang “Arraseo. Bersenang-senang lah. Main saja sana. Tidak usah pulang saja sekalian”. 

“Kau tau tae? Mungkin aku sedikit berlebihan. Hanya saja, aku sangat menyukai jika Jessica sudah mulai terlihat menyeramkan seperti itu”.

“Jessica tidak menyukai sesuatu yang  berlebihan. Ia gadis yang keras kepala tapi itulah sifatnya”. 



“Yayayaya arraseo. Aku mengerti kwon. Sepertinya aku salah meminta menceritakan jeshika mu itu. Kau seperti anak gadis yang baru saja jatuh Cinta. Menyeramkan melihatmu terus tersenyum seperti itu”. Taeyeon menimpuk ku dengan bantal, memintaku untuk segera berhenti. 

“Hahahahahahahaha”. Tawaku melihat wajah sahabat pendek ku itu yang dibuat buat. 

“Tapi”.

“Tapi apa yul? “. Tanya taeyeon penasaran. 
“Jessica… Ia sering terlihat beberapa kali menyukai postingan sebuah akun di sns nya”. 

“Contohnya? Mungkin ia hanya menyukai kata kata itu saja yul”. 

“Aniya tae. Aku hanya merasa tidak enak hati jika melihatnya. Aku merasa sedikit bersalah karena tidak bisa menemani nya hanya untuk sekedar makan misalnya. Kau tau kan? Kami berhubungan jarak jauh, bahkan untuk bertemu saja butuh usaha yang besar. Aku yakin jika ia ingin seperti pasangan lainnya. Bertemu, membawakan nya makanan, menjemput jika ia selesai bekerja”. 
“Aku selalu memikirkan itu Tae. Bagaimana jika disana ada yang melakukan itu untuknya? Melakukan yang harusnya aku lakukan”. 
“Yaaah Kwon Yuri!!”. Teriak taeyeon mengagetkan. 

“YAA!!!  WAEE? WAEEE??? KENAPA HARUS BERTERIAK SEGALA??!!!”. balas ku kesal. 
“Hahaha mian mian. Begini, ini mungkin hanya pemikiran ku saja. Mungkin kekasih mu tidak seperti yang aku pikirkan… Mungkin… “. 
“Mungkin apa? Memangnya apa yang kau pikirkan tentangnya?”. 
“Mungkin memang benar jika disana ada seseorang yang melakukan semua tugas mu sebagai kekasih?”. Cengiran jahil yang sangat aku tidak suka keluar dari bibirnya. 
BUGH 
“YAAA PERGI KAU DARI RUMAHKU MANUSIA PENDEEEEEKKK”.  Kataku kesal dengan melempar bantal tepat ke arah mukanya. 




THE END 




Annyeoong~~~~~


Pssttt….Buat taeyeon yg malang sorry yah kalo yuri rada galak. Lagian si lu org lagi galon dibecandain mulu wkwkwwk. 

Ini bukan ff ya. Ini selingan gaje aja. Cuma mau buat biar ada kerjaan dikit gitu…. 

Advertisements

GABUT


Kita itu seperti sepasang sandal jika diibaratkan. 

Selalu bersisian, tapi tak pernah menyatu. 


Seperti yin dan yang, dimana kau yin dan aku sebagai yang.





Kau seperti pemanis dalam duniaku, tapi taukah kau jika pemanis yang berlebih bisa membuat mu merasakan sakit bukan ? 





Apa memang semudah ini untukmu membuat jantung ku berdetak sangat cepat? 
Hanya dengan kau menceritakan orang lain saja mampu membuatku kesal

Apa sesakit ini mencintai seseorang? 

Apa sesakit ini percaya pada suatu hubungan? 

Apa memang aku saja yang terlalu bodoh? 

Ah, sepertinya memang aku yang terlanjur bodoh dalam mencintai seseorang yang bahkan wajahnya saja pun tidak pernah ku lihat. 

Aneh bukan? 

Bagaimana bisa aku merasakan patah hati sehebat ini, jika untuk bertemu saja aku tak pernah. 

Jessica,,, 

Bagaimana bisa kau membuat seluruh Indra perasa ku menjadi sesakit ini huh? Kau bahkan tidak nyentuh ku sedikitpun, tapi luka yang kau ciptakan benar benar begitu terasa. 





Apa aku bodoh? Yah, aku rasa ya untuk jawabanya. 

Jessica,,,, 

Ahh,,, menyebutkan namanya saja membuat mataku terasa perih. Benar benar perih sampai tidak terasa ada aliran sungai kecil dimataku hehehe… 

“Yuriii bodoh. Menyebalkaaaan”. 







“Aku membencimu kwon yuri pabo. Jinjaah”. 





“YAA!! KENAPA HANYA KAU BACA?? KENAPA TIDAK MEMBALASNYA???!!!”. 





Kira kira seperti itulah jika ia tengah mengomel karena ketidaksukaan terhadap sikap ku yang kadang memang menyebalkan. Aku hanya terlalu bingung dengan perubahan sikapnya yang kadang manis, tapi terkadang tidak manis sama sekali.  

Jinjaah.. Jessica  seperti mempunyai 2 kepribadian menurutku. Tapi dibalik itu semua, ia sangat menggemaskan *Hanya saat ia baik baik saja maksud ku hahaha

Aku mencintainya. Sungguh

Aku menyukai sifat pemarahnya, pencemburu nya, tapi kadang sifat sifat itu membuatku kesal sendiri. Ia selalu bersikap semaunya, bahkan terkesan egois. Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa mengalah dan akhirnya kami berbaikan lagi. Lalu marah lagi, berbaikan lagi, marah lagi dan berbaikan lagi, mar- ah sudahlah tidak perlu ku teruskan. Seperti itulah hubungan kami. Luar biasa harmonis bukan? Sarkastik sekali memang hahahaha

Apa memang seperti ini jika menjalin hubungan jarak jauh? 

Bukankah pertengkaran disuatu hubungan wajar adanya? 

Tapi jika itu sering terjadi, apa masih disebut wajar? 

Ntahlah… Aku pun tidak tau jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaanku sendiri. 

Aku sangat menyayangi gadis pemarah itu… 



 Jika banyak pasangan yang jatuh Cinta pada pandangan pertama, lalu sebutan apa yang pantas untuk kami? 



Untuk saling pandang saja kami tidak pernah. 



Ah, Cinta pada chat pertama? Hahaha aku rasa tidak juga, karena aku mulai menyayanginya saat aku berhenti menunggu seseorang. Bukan sebuah pelarian, tapi memang benar benar ia membutku melupakan seseorang tersebut. 

Aku mencintainya bukan dari apa yang ku lihat. Bukan dari apa yang ia beri. Tapi aku mencintainya karena ia Jessica. 

Yahhh karena ia Jessica, gadis arogan namun mampu membuatku selalu bertekuk lutut. Selalu

Annyeoooooong chinguuuu…. 



Ini bukan ff yah. 



Ini juga bukan one shoot…. 



Ceritanya juga ga nyambung dari awal ampe akhir. 



Ini cuma tulisan gabut dari orang gabut yang gada kerjaan ngahahahaha…. 


Yaudalah yah segitu aja. 




Better

Seoul, 4/4/17 

Siang ini di kediaman keluarga kwon terlihat begitu ramai. Tidak seperti biasanya memang. Maklum rumah sederhana itu tengah berduka. Dari barisan depan terlihat beberapa anggota kepolisian tengah menunggu seseorang. Terlihat kesedihan diantara mereka semua yang datang untuk sekedar memberikan ucapan belasungkawa. 

Isak tangis memenuhi ruangan dimana kini seorang wanita yang juga merupakan seorang istri sekaligus ibu bagi 2 anak yang bisa dikatakan masih sangat membutuhkan Kasih sayang dari nya terlihat begitu pucat tidak bernafas. Kulitnya yang memang putih semakin terlihat putih bahkan sangat pucat. 



Disebelahnya, seorang namja tengah terduduk. Ia terlihat tegar namun begitu rapuh. Ia butuh sandaran. Biasanya jika seperti ini akan ada seseorang yang bersedia memeluknya erat, mengelus pelan puncak kepalanya sambil berkata “gwenchana sayang”. Tapi kini, orang itu sudah tidak ada lagi.  




Yahh… Kwon Yuri, lelaki yang kini terlihat tegar namun rapuh itu tengah meratapi kepergian kekasih, sahabat, bahkan teman hidupnya karena penyakit yang diderita oleh istrinya, Jessica Jung.  

Syringomyelia






Penyakit yang merenggut wanita muda itu memang tergolong penyakit ganas yang mematikan. Syringomyelia adalah tumbuhnya kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang. Dimana yang menderita penyakit itu akan kehilangan rasa, gerak refleks serta penurunan nafsu makan. Sudah sejak 2 tahun lalu Jessica menderita penyakit itu. Sejak itu pula yuri seperti kehilangan separuh kebahagiaannya. Ia sering menangis saat melihat keadaan Jessica. 





Keadaan Jessica semakin parah saat ia melahirkan anak keduanya, kwon soojung. Keluarga kecil itu sebenernya sangat bahagia dengan kehadiran anggota baru tersebut. Apalagi anak pertama mereka yang luar biasa tampan, kwon Yoongie sangat menyayangi adik mungilnya itu. 




“Appa”. Panggil Yoongie sambil menatap kwon Yul. 

“Hmm? Wae yoong? “. Balas yuri sangat pelan. 

“Eomma… Kenapa eomma diam saja? Bukankah sekarang saatnya jungie diberi ASI?”. Tanya anak berusia 5 tahun itu polos. 

Tess… 

Tesss… 

Tesss… 

Lagi. Air mata itu kembali turun. Air mata namja tampan itu seakan tidak mau berhenti. Ia memeluk anaknya dengan erat. Memeluk 2 buah hati dan menciumi keduanya secara bergantian. Ia tahu, setelah ini akan susah hanya untuk sekedar memeluk darah dagingnya seperti ini. 

Yaahh… Alasan kenapa banyak anggota polisi didepan kediaman yuri bukan tanpa sebab. 3 bulan lalu satuan polisi gangnam menangkapnya karena kedapatan mempunyai pohon CANNABIS SATIVA, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan GANJA. Bukan tanpa alasan ia menanam pohonan illegal tersebut. Semuanya ia lakukan semata-mata hanya untuk kesembuhan istri nya. 

Saat yuri hampir menyerah dengan segala pengobatan untuk Jessica, ia mempunyai harapan baru saat ia tidak sengaja membaca salah satu artikel disebuah surat elektronik. Dimana artikel itu membahas manfaat ekstrak dari daun tersebut dan dapat meringankan sedikit sakit yang kadang menyerang Jessica. Yuri tidak melewatkan kesempatan sedikit pun. Apapun. Apapun akan ia lakukan untuk kesembuhan Jessica. 

Benar saja. Sejak saat yuri dengan rajinnya memberikan ekstrak dari tumbuhamtersebut, perubahan dapat dirasakan olehnya. Jessica nya menunjukan perubahan demi perubahan. Ia sudah bisa tidur dengan nyenyak, bahkan jarang merasakan kesakitan yang luar biasa itu. Perlahan tapi pasti, Jessica menunjukan perkembangan nya. 

Bahkan Jessica sudah bisa merawat kedua anaknya seperti sedia kala. Memberi kan ASI untuk soojung yang masih berusia 5 Bulan. Dengan perkembangan seperti ini membuat yuri semakin bersemangat untuk memperbanyak hanya agar bisa melihat kesembuhan Jessica. Ia tidak perduli apapun resikonya asalkan ia bisa melihat kehidupan dimata Jessica, ibu dari anak anaknya. 

Namun sepertinya rencana Indah untuk keluarga kecilnya harus berakhir saat yuri tertangkap polisi setempat. Meskipun saat diperiksa yuri negatif mengonsumsi barang tersebut tapi tetap saja ia dinyatakan bersalah. Sejak saat itu kondisi Jessica kembali seperti dulu. 

Bahkan semakin parah. 3 Bulan tidak mendapatkan ekstrak yang biasa yuri berikan membuat Jessica kembali merasakan sakit yang dulu selalu membuatnya ingin menyerah. Ia tidak tahan. Bahkan ia sudah tidak menangis ketika merasakan kesakitan itu. Ia hanya menerawang karena memang hanya itu yang bisa ia lakukan. 






Jessica menyerah. Ia tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi. Semua karena yuri tidak memberinya obat yang selama ini membuatnya kuat bertahan. Ia menyerah pada penyakit nya. Penyakit yang merenggut kebahagiaan yuri, dirinya serta kedua anak anaknya. 





Pagi ini, yuri harus merelakan kepergian Jessica untuk selama lamanya. Meninggalkan dirinya dengan kedua buah hati yang masih sangat membutuhkan Kasih sayang nya. Kwon Yoongie bocah tampan tersebut masih terlalu muda untuk mengerti apa yang tengah terjadi di hidupnya. Ditinggal pergi sang eomma untuk selama lamanya, dan lagi sekarang ia juga akan berjauhan dengan appa tercintanya. Meskipun ia belum mengerti, tapi jauh dilubuk hatinya ia merasa ketakutan. 


“Appa…. Hikkss hiiikkss”. Tangisnya sambil memeluk erat appa nya. 

“Mian yoong… Mian…”. Isak yuri sambil memeluk erat jagoannya tersebut. 

“Yoong apa kau bisa berjanji untuk appa? “. Tanya yuri dengan tetap memeluk kwon Yoongie. 

Yuri merasakan anggukan didalam pelukannya. Tanpa berkata iya, yoong menyanggupi permintaan yuri, “Yoongie harus menjadi anak pintar dan selalu sayang pada jungie yah. Yaksok?”. 

Yoongie melepaskan pelukan appa nya. Memandang kedalam mata merah kwon yuri. Ia bisa merasakan ketakutan didalam mata itu. Mata yang biasanya terlihat sangat teduh kini terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu. 

“Yaksok appa. Yoongie janji akan menjadi anak pintar dan akan menunggu appa kembali”. 

Bayi mungil yang sejak tadi tertidur perlahan membuka mata sipitnya. Memperhatikan ke sekeliling, dan tersenyum saat mendapati seseorang yang dikenalnya. Jungie mengenali appa serta oppa nya. Bayi tidak berdosa itu tersenyum lucu. 

“Appa sayang kalian. Kita sudah melakukan yang terbaik untuk eomma sayang. Kita sudah berusaha”. Yuri kembali memeluk yoongie dan jungie secara bergantian. 

Jungie menangis. Ntah apa yang membuat bayi itu menangis, yang jelas ia terlihat seperti tidak ingin ditinggal oleh yuri. Tangannya seperti ingin menggapai jemari yuri yang saat ini mulai melepas nya. Untuk kedepannya, yoongie serta jungie akan tinggal bersama Tiffany Hwang, sahabat serta orang yang juga menyayangi mereka. 

“Appa akan kembali. Appa akan kembali bersama kalian. Maafkan appa”. 
Yuri pergi dengan tangan terborgol. Hatinya sangat sakit menerima kenyataan bahwa kini ia harus berjauhan dengan kedua anaknya. Ia tidak menyesal sama sekali. Jika ia tahu sejak dulu, mungkin ia sudah melakukan itu untuk Jessica. Kecintaanya pada Jessica lebih besar dari pada rasa takut untuk resiko yang akan ia terima. 

Sekarang ia harus pergi. Mempertanggung jawabkan segalanya. Hukuman menantinya, namun sekali lagi. Ia tidak menyesal. 

“Sica~ah, mianhae. Mianhae jeongmal. Aku janji setelah ini, aku akan menjaga kedua anak kita dengan baik. Aku harap kau mau memaafkan ku, dan kau harus berbahagia disana. Saranghae sayang. Saranghae jessica ku”. 







THE END




*Sebenernya gue dpt ide kaya gini gegara baca cerita di ig tuh wkwkwkw. Maap kalo ga enak yhaaaa”. 

Y-S 

Bau asin garam sangat terasa. Sore ini pantai jumunjin begitu ramai. Maklum, pantai ini merupakan tempat pertama kali Kim Shin bisa benar benar bertemu dengan pengantin nya, Ji Eun Tak saat gadis belia itu tengah merayakan ulang tahun nya dengan meniup lilin, karena begitulah cara goblin datang. Yah begitulah kira kira cerita drama yang sangat booming itu dikisahkan. Pantai jumunjin merupakan salah satu tempat shooting Drama Goblin, maka dari itu pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. 

Seperti dua orang yeoja yang saat ini tengah asik menikmati angin pantai tersebut. Dengan duduk di atap mobil, kedua nya asik dengan dunia nya sendiri. Tidak ada pembicaraan menarik, tapi mereka sangat menikmatinya. 

Drrrtt… Drrtttt… Drrttt… 

Terdengar getaran disamping gadis tanned yang terlihat begitu tampan padahal ia merupakan seorang yeoja. Ia segera menoleh dan menyadari jika ponsel gadisnya terus saja bergetar. 

“Sica~ah ponsel mu bergetar. Mungkin ada pesan atau mungkin telpon?”. Kata gadis tanned itu memperlihatkan smartphone pada pemiliknya. 

“Biarkan saja yul. Aku sedang tidak ingin menerima panggilan dari siapa pun saat ini. Aku… Hanya ingin bersamamu “. Balasnya dengan menyenderkan kepalanya dipundak Kwon Yuri, gadis tampan tersebut. 

“Arraseo sica~ah”. Balas yuri sambil merangkul, membawanya agar lebih mendekat. 

“Yuri~ah, apa kau tahu jika manusia itu mempunya 4 kehidupan? “. Tanya Jessica sambil menatap yuri. 

“Hmm aniyo. Memangnya kenapa? “. Tanya yuri penasaran. 

“Saat aku menonton goblin, mereka bilang manusia mempunyai 4 fase kehidupan”. Jessica sedikit mengingat cerita yang ia lihat di drama itu. 

“Mwo?  Goblin? Aahh~~ aku rasa kau terlalu menghayati drama itu sayang hahaha”. Tawa yuri lucu. 

” Isshh kwon yuri aku serius. Bagaimana jika ini adalah kehidupan terakhir kita? “. 

Yuri sedikit mengerutkan keningnya, seolah berfikir. Ia tidak percaya jika Jessica bisa berfikiran seperti itu. Kesan ice yang selalu Jessica perlihatkan seakan tak terlihat jika ia tengah berdua seperti ini. 

“Hmm… Jika ini memang kehidupan terkahir ku, aku cukup bersyukur “. Ungkapnya dengam senyuman yang sangat disukai Jessica. 

“Waeyo? “. Tanya Jessica penasaran. 

“Kau mau tahu? “. Yuri tersenyum jahil. 

“Neee… Aku mau tahu. Wae? “. 

Bukannya menjawab, yuri malah menunjuk bibir keduanya. Jessica paham dengan maksud yuri. Gadis blonde itu tersipu malu melihat kelakuan kekanakan kekasihnya.

Tanpa pikir panjang, jessica mendekatkan kepalanya ke arah yuri. Menarik kerah kemeja yuri, mendaratkan kecupan ringan di bibir pink kekasihnya. Tidak ada pergerakan dari keduanya. Hanya saling menempel dalam waktu yang lama. Yuri tersenyum dalam ciuman sore itu. 

“Kau tahu kenapa aku bersyukur jika ini adalah kehidupan terakhirku? “. Tanya yuri masih dalam posisi seperti tadi, “Aku bersyukur karena di kehidupan ku ini, aku bisa mengenal dan bisa mencintaimu dengan segala perasaan yang aku miliki”. 

Jessica tau yuri jujur. Ia jelas sangat mengetahuinya. Yuri tidak pernah berbohong, itu yang Jessica tau. Mendengar sesuatu yang sangat manis dari yuri, tentu saja membuat Jessica lagi lagi mengakui jika ia sangat mencintai gadis yang tengah bersamanya ini. 

“Yuri~ah”. 

“Hmm?? “. Sahut yuri sangat pelan namun Jessica masih dapat mendengarnya.  

“Bawa aku pergi dari sini. Aku… Aku tidak ingin pulang”. 

Yuri mengalihkan pandangannya. Jujur saja, ini bukan kali pertama ia mendengar permintaan Jessica. Ini sudah keberapa kalinya Jessica meminta dirinya untuk membawa serta kemana pun yuri pergi. Sebenarnya bukan masalah jika ia melakukan itu, hanya saja yuri tidak mau membuat masalah besar dengan membawa Jessica pergi. 

“Sayang… Kau tau itu tidak mungkin kan? Aku tidak mungkin membawa mu pergi”. Lirih yuri. 

“Aku tidak perduli yul. Yang aku inginkan hanya bersamamu. Aku tidak perduli dengan yang lainnya”. 

” Tapi aku perduli”. Balas yuri.


Drrrrtt….. Drrrtttt 



Lagi. Ponsel milik Jessica kembali bergetar. Kali ini disertai deringan tanda masuknya sebuah panggilan. Jessica enggan mengangkatnya karena ia tau siapa yang menghubunginya. Seseorang yang sangat tidak disukainya. 

“Angkatlah sica”. Kata yuri lembut. 

“Aniya. Never”. Kesalnya. 

“Jika aku mengangkat panggilan nya, lelaki itu pasti akan menjemput ku. Dan itu artinya, aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi”. 

” Apa kau percaya percaya takdir? Kau tau seperti apa jalan takdir itu hm?”. Yuri memeluk erat Jessica nya. 

“A-aniya”. Isak Jessica didekapan yuri. 

” Seperti Kim shin dan ji eun tak, sica~ah”. 

“Eoh? Ma… Maksud mu? “. 

“Mereka ditakdirkan untuk bersama. Berapa lama mereka menuggu untuk bisa bertemu? Sangat lama bukan?”. 

Jessica mengangguk. Ia tau, sangat lama untuk kim shin menemukan seorang pengantin yang bisa mencabut pedang kutukannya. Sampai akhirnya ia bertemu Ji Eun Tak, gadis SMA yang selalu di tindas oleh bibi dan kedua anaknya tersebut. 

“Lalu, apa hubungannya dengan kita yul?”.  

“Tentu saja tidak ada. Tapi kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka”. 

“kwon Yuri”. 

“Hmmm? “. 

“Saranghae”. 

 THE END 



Annyeooooong😘😘😘😘 



Cuma mau bilang, gue gatau ini ff maksud dan tujuannya apa. Gada faedahnya juga sih. Asal buat, biar ga makin kaku buat bikin kelanjutan ff yg laen. 


Sorry yhaaa kalo gue banyak bikin PHP beberapa org soal kelanjutan ff dimari. Bukannya gamau lanjut, tapi hasrat*apasiiilebayamat gue buat bikin ff udah ga segede dulu. Bawaanya males aja gitu kalo mau lanjut wkwkwkwkwkw


Udah ah segitu aja dah curcolnya. Sekali lagi maap ya kalo ff nya kaya gini, diusahain bakal buat yg lebih layak baca lagi hehehehe


((((( Oh iya, inti dr cerita di atas pkonya Jessica males angkat telpon soalnya dia belom bayar kartu kredit, biasalah ya tukang belanja tapi males bayar tagihan kartu kreditnya makanya takut ketangkep kali HAHAHAHA)))) 


((((( Di jabarin aja sendiri dah yak kenapa Jessica males angkat telponnya, kenapa yuri peduli, sama Jessica minta yuri  bawa kabur dia nya))))) 

PW

Hollaaa…. Lama tak jumpa kangen juga sama ini lapak. Buat yg mau baca ff nya silahkan hubungin gue langsung aja yah. Tapi buat yg gasuka yulti mending gausa baca wkwkwkwk

Mintanya bisa lewat Bbm ato line. 

Gomawo~~

Bbm : D4A86C99

line : Keong_ty



PW

Ooyyy annyeoong ^^

Sebelomnya gw cuma mau bilang, tengseu yaa buat yg masih dan mau mampir ke wp gw udh gitu ninggalin komen disetiap ff gw. Buat yg siders, ini udh 2016 loh, masa masih mau jd siders aja. Emng ga cape? Wkwkwkwkwk

Balik ke topik awal, buat PW sequel pengorbanan, Lu cukup tebak clue nya yg mana adalah :

1. I saw lion kiss a deer
2. Couple
3. Jml YULSIC di oh
4. Semuanya di gabung tanpa spasi

Buat yg kurang paham, bisa tanya gw di bbm 53EDFD29 Plus ID lu kalo komen yah~~
Yg siders tenang, asal lu bisa pecahin itu Pw, lu bisa baca ko :):)

Selamat mencoba, byee keongerrrss ;););)

BEAUTIFUL IN WHITE

image

     

P.S : biar makin enak baca nih ff, coba da sambil dengerin lagu westlife yg beautiful in white, soalnya gw dpt ide dr itu lagu. Enjoy it ^^

        ” HAPPY TAENY DAAYY ALL 😚”

Diruangan minimalis yang terletak didalam sebuah gereja, tampak seorang gadis tengah menatap pantulan dirinya dari cermin yang berdiri kokoh di sudut ruangan. Ia begitu takjub dengan gambaran dirinya sendiri yang begitu cantik serta anggun dalam waktu bersamaan. Namun mata indahnya terlihat seperti ingin menumpahkan linangan air mata. Terlihat sekali jika ia ingin menangis. Namun ia berusaha menahannya agar tidak merusak tatanan make up yang terlihat sempurna itu.

Gaun putih yang melekat indah di tubuhnya menambah kesan anggun serta cantik bak malaikat. Mungkin jika dibandingkan dengan artis cantik mana pun, ia jauh lebih cantik. Jinjjah…

Tok… tok…

” Tiff~ apa kau sudah selesai ??”. Panggil seorang gadis yang sama cantiknya, hanya saja ia tidak memakai gaun anggun seperti gadis tadi.

” Hai jessie~,,, Ne. Aku sudah selesai”. Balas gadis bergaun tersebut dengan seulas senyum yang menambah kesan angel padanya.

” Heiii… gweanchana ?? Kenapa kau seperti ingin menangis huh ??”. Jessica Jung, sahabat dari Tiffany, mempelai wanita itu berjalan mendekat.

” Dihari yang baik ini, seharusnya kau terlihat bergembira Tiffany Hwang. Bukan malah menampilkan wajah ingin menangis mu seperti ini”. Jessica tersenyum sambil sedikit merapihkan gaun tiffany.

” Jessie…  “. Tiffany sedikit kesulitan karena menahan emosi nya agar tidak keluar begitu saja.

“Hmmm ??  Sudahlah kajjah. Semuanya sudah menunggu mu tuan puteri. Apa kau mau membuat pengantin pendek mu itu mengomel karena lama menunggu mu huh? Ah Tiff~”. Jessica membantu tiffany berdiri dan berjalan bersama.

“Ne waeyo jessie ?”. Balas tiffany sambil melangkah pelan dibantu oleh jessica.

” You look so beautiful. I mean, youre amazing”. Puji jessica.

” Hahahahaha kau juga cantik jessie”. Tiffany mengelus tangan jessica pelan.

” Setelah ini, kau akan menjadi seorang istri nona hwang kekekeke”. Goda jessica dan tiffany tertawa mendengarnya.

“Lalu kapan kau akan menyusul ku nona jung ?”. Balas tiffany sambil terus bergandengan dengan sahabat terbaiknya itu.

” Sampai si bodoh itu sedikit lebih pintar dan mempunyai keberanian tentunya”.

” Hahahahahahaha…..”. Tawa keduanya.

.

.

.

.

.

Sementara itu di altar gereja, puluhan undangan sudah duduk menunggu mempelai wanitanya untuk segera masuk. Di barisan depan terlihat beberapa gadis dengan pakaian yang hampir serupa duduk manis menunggu acara dimulai. Sedangkan di depan mimbar berdiri seorang gadis mungil dengan rambut emas panjangnya tergerai indah. Terlihat jika gadis itu  gugup luar biasa. Berkali kali ia terlihat mengusap tengkuk belakangnya serta memijit pelan jarinya, untuk mengusir rasa gugup yang kini sedang ia rasakan. Bagaimana tidak gugup jika hari ini, di puluhan pasang mata, ia akan menjadikan seorang wanita yang dicintainya mengucap janji sehidup semati dengan nya.

” Taeyeon~aahhh ~~”. Yeoja yang dipanggil pun menolehkan kepalanya ke arah bangku yang diisi oleh 6 orang gadis cantik tadi.

“FIGHTING NEE!!!”. Kata mereka bersamaan sambil mengepalkan tangan memberikan semangat kepada eonnie serta sahabatnya tersebut.

Kim taeyeon tersenyum menganggukkan kepalanya. Rasa gugup yang sejak tadi mengganggu terasa hilang saat mendengar teriakan sahabat serta adik semata wayangnya. Ia memang butuh support untuk masalah seperti ini. Dan untungnya, ia mempunyai mereka yang akan selalu ada untuk nya.

Setelah menunggu sedikit lama, pintu gereja yang sejak tadi tertutup rapat perlahan dibuka dari luar. Para tamu undangan yang memang sudah menunggu lama tanpa diperintah berdiri dengan tidak sabar menunggu sang pengantin masuk. Dari luar, seorang malaikat, ah ani maksudnya calon pengantin wanita melangkah anggun ditemani oleh seorang laki laki dengan wajah serta lengkungan mata yang hampir mirip dengannya. Ia adalah Leo Hwang, Oppa Tiffany yang menjadi pendamping untuknya. Dilengan yang kokoh itu tiffany meletakan jari jari mungilnya. Berjalan pelan bak seorang puteri kerajaan.

Semua yang melihat betapa sempurna nya seorang tiffany hanya bisa tersenyum kagum. Tak terkecuali, Kim Taeyeon yang sebentar lagi akan menjadikan gadis itu sebagai pasangan hidupnya. Kim Taeyeon memang tau betapa cantik gadisnya. Tapi dengan balutan gaun indah yang melekat di tubuh sempurnanya, membuat Kim Taeyeon merasa menjadi yeoja paling beruntung didunia.

Not sure if you know this
Tak yakin apakah kau tahu ini

But when we first met
Tapi saat pertama kita berjumpa

I got so nervous I couldn’t speak
Aku sangat grogi hingga tak dapat berkata apa-apa

In that very moment
Pada saat itu

I found the one and
Kutemukan seseorang dan

My life had found its missing piece
Hidupku tlah temukan kepingannya yang hilang

Sekolah saat itu sudah bubar sejak 1 jam yang lalu. Tapi dilapangan masih tersisa beberapa murid yang sore itu tengah berlatih untuk mengikuti pertandingan basket yang diselenggarakan oleh sekolah mereka sendiri. Terlihat 4 orang yeoja tengah meneguk sebotol air meniral yang telah disiapkan oleh coach mereka.

” Taeyeon~ah, jadi kapan kau akan mengutarakan perasaan mu pada gadis amerika itu huh ?”. Tanya gadis berkulit sedikit coklat disebelahnya.

” Ingat tae, si amerika itu anak baru disini. Dan ia juga termasuk salah satu gadis populer di SHIDAE, jika kau lambat sedikit, aku yakin jika ia pasti sudah tidak free lagi”. Gadis jangkung disebelahnya ikut memberi saran dengan mulut penuh makanan.

” Yang kalian sebut gadis amerika itu punya nama pabo. Tippany Hwang namanya. Aisshh… kenapa kalian hanya menyebutnya gadis amerika saja”.

” Tiffany Kim Taeyeon. TIF..FA..NNY,  bukan tippany bodoh”. Eja gadis berambut seperti pelangi yang sedang asik melakukan peregangan.

” Bagaimana ia mau berterus terang jika kenyataanya, untuk memulai percakapan saja kau tidak berani taeng. Tapi kau tak perlu khawatir. Aku akan membantu mu”. Gadis tanned itu terlihat sangat bersemangat saat mengatakanya.

” Aku juga akan membantu mu taeng. Untuk apa arti sebuah pertemanan jika tidak saling membantu”. Sahut gadis jangkung yang tak kalah bersemangat dengan gadis tadi.

” Yaah bagaimana dengan mu hyo?”.

” Kau fikir aku akan diam saja melihat sepupu kesayangan ku seperti ini huh?”. Senyum gadis berambut pelangi yang merupakan sepupu dari taeyeon.

Yah… kim taeyeon mungkin telah menemukan kepingan pelengkap hidupnya yang sempat hilang. Mungkin bukan hilang hanya saja, ia belum dipertemukan oleh orang yang tepat. Tapi itu dulu. Sebelum ia mengenal sosok tiffany hwang, teman masa sekolah menengahnya.

Meskipun jarak antar pintu ke mimbar tidak begitu jauh, ntah mengapa bagi mereka yang hadir disana terasa sedikit lebih jauh. Begitu juga yang dirasakan oleh taeyeon. Taeyeon yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan tiffany terus saja menyunggingkan seulas senyum. Senyum kebahagian tentunya.

Sementara itu….

” Aigoo… Yuri~ah lihat lah. Bukankah tiffany sangat cantik??”. Choi sooyoung, yang merupakan sahabat dari keduanya tersenyum senang melihat pengantin tersebut.

” Kau benar soo. Tiffany terlihat sangat cantik. Dan si midget itu tak kalah cantik aku rasa”. Angguk yuri mantap.

” Ne kau benar eonnie. Aku rasa keduanya tak kalah cantik kekeke~~”. Tawa gadis bermata rusa yang duduk disebelah kim hyoyeon.

” Jika seperti ini, aku jadi ingin segera mengajak sica baby ku menikah kekekeke”. Tawa yuri lucu.

” Aku tidak akan mau sebelum kau mengabulkan permintaan ku seobang”. Balas jessica datar.

” Ommo~~ Kapan kau datang baby??”. Kaget yuri yang mendapati jessica sudah duduk lagi disebelahnya.

” Sudah beberapa menit yang lalu saat kau fokus melihat butt Tiffany”. Kesal jessica sambil mencubit perut yuri.

” Buahahahahahaha”. Suara tawa tertahan terdengar dari kumpulan gadis cantik yang mendengar percakapan antara yuri dan kekasihnya, jessica jung.

” Sica Baby~~ kapan kita seperti taeng dan tiffany ? Aku yakin kau akan jauuh lebih cantik saat kau berdiri disana bersama ku nanti. Kita menikah yah?”. Ajak yuri dengan wajah imut yang dibuat buat.

” Jadi menurut mu selama ini aku tidak cantik huh?”. Glare jessica sambil siap mencubit perut rata kesayanya yuri.

“An.. aniya… sicababy~ kau cantik. Bahkan jika kau tidak memakai make up kau tetap cantik”.

“Turuti kemauan ku dan aku akan menikah dengan mu”.

” Baiklah baby~”. Balas yuri lemas.

” Hyunie~ aku merasa kasihan melihat yul eonnie”. Timpal yoona, adik dari kwon yuri.

“Mereka itu unik yoong. Sica eonnie cemburu karena yul eonnie lebih memanjakan Hani juga dooe hahaha”. Tawa SeoHyun.

” Mereka itu pasangan aneh seo, bukan unik. Mana ada pasangan yang cemburu dengan hewan peliharaannya pffftt”. Tawa Hyoyeon ikut mengomentari percakapan maknae barusan.

” Kim Hyoyeon, kau mau rambut mu kubuat acak acakan dihari pernikahan sepupu dan sahabat mu ini huh ?”. Jessica yang mendengar perkataan hyoyeon membalasnya dengan horror.

“A..niya sica. Aku hanya salah berbicara tadi. Mianhae sica~ah”. Kata hyoyeon takut.

” Sudahlah kalian ini. Kenapa membicarakan hal hal aneh seperti itu disini. Fokuslah pada acara ini, arra?”. Lerai yeoja mungil yang sejak tadi diam saja mendengar ocehan sahabat sahabatnya yang tidak masuk akal itu.

Sesampainya di depan mimbar, leo hwang segera melepaskan tangan adik perempuannya. Sebagai lelaki tertua di keluarga hwang, ia bertanggung jawab menjadi wali untuk adiknya. Ia seperti berat melepaskan adik kesayanganya itu. Ia tidak menyangka, gadis kecil yang dulu selalu menangis jika ia meledeknya sekarang akan segera menikah. Menjalani kehidupan barunya bersama taeyeon, gadis pilihanya.

” Taeyeon~ah, sebenarnya aku sangat berat melepas Stephanie ku untuk orang lain”. Kata leo oppa bercanda.

” Oppa~”. Tiffany memukul pelan lengan oppa nya itu.

” Tapi aku yakin jika kau jaub lebih bisa menjaga dan membahagiakan adik kecil ku ini. Jadi ku mohon, buat lah keputusan ku menjadi tidak sia sia taeng”. Leo Hwang, lelaki yang sudah taeyeon anggap seperti oppa nya sendiri menyerahkan genggaman tangan adiknya kepada Taeyeon.

“Oppa tidak perlu khawatir. Aku akan menjaganya, selama aku masih diberi kehidupan didunia ini, selama itu pula aku akan selalu menjaga dan mencintai tippany ku. Bahkan jika aku harus pergi mendahuluinya, aku akan tetap menjaganya dari sana”. Balas taeyeon mantap sambil menggenggam jemari tiffany.

” Arraseo. Aku percaya padamu Taeng. Gomawo sudah begitu mencintai nya”. Leo Hwang memeluk taeyeon erat. Menepuk belakang kepala gadis itu pelan.

So as long as I live I love you
Maka selama aku masih hidup, aku kan mencintaimu

Will have and hold you 
Aku kan miliki dan mendekapmu

You look so beautiful in white
Kau tampak sangat cantik berpakaian putih

And from now to my very last breath
Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku

This day I’ll cherish
Hari ini kan kukenang

You look so beautiful in white
Kau tampak sangat cantik berpakaian putih

Tonight
Malam ini

” Kau cantik dengan gaun putih itu panny~ah”. Tulus taeyeon memuji pasanganya, yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari cerita indahnya.

” Kau juga cantik taetae~ aku rasa kita sama sama cantik malam ini”. Balas tiffany menggoda taeyeon.

Semua yang ada hadir tertawa mendengar keduanya saling memuji satu sama lain. Bahkan pastur yang akan menikahkan mereka pun ikut tersenyum mendengarnya.

” Baiklah dihari yang bahagia ini, saudara kita akan mengikat janji suci dan menjadi pasangan yang selalu setia saat suka maupun duka. Bukan begitu, nona Kim? Nona Hwang? “. Tanya Tuan park, pastur yang akan menikahkan keduanya. 

” Ne “. Jawab Taeny Kompak satu sama lain.

” Baiklah Kim Taeyeon, apakah kau bersedia menjadikan Tiffany Hwang sebagai pendamping hidup mu ? Menjaga dan mencintainya serta selalu ada saat suka dan duka ??”. Tanya sang pastur sambil memegang puncak kepala Kim Taeyeon.

” Ne, saya bersedia”. Jawab kim taeyeon tanpa keraguan sedikit pun. 

“Lalu apakah kau bersedia mendampingi Kim Taeyeon disaat senang maupun sedih? Tawa juga tangisnya Tiffany Hwang?”. Kini gantian, tiffany yang mengucapkan janji seumur hidup itu.

“Ne, saya bersedia”. Angguk tiffany dengan mata yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas dikarenakan air matanya yang hampir jatuh.

” Jika seperti itu, aku menikahkan kalian berdua Anak ku. Berbahagialah kalian. Dan kim taeyeon, pakaikan cincin untuk istri mu”.

My love is endless
Cintaku tak lekang oleh waktu

And with this ring I
Dan dengan cincin ini aku

Say to the world
Kukatakan pada dunia

You’re my every reason 
Engkaulah alasanku

You’re all that I believe in
Engkaulah yang kupercayai

With all my heart I mean every word
Dengan sepenuh hatiku, tiap kataku ini yang sebenarnya

Dengan tangan gemetar taeyeon meraih jari lentik tiffany. Cincin indah yang sudah ia persiapkan jauh jauh hari terlihat begitu berkilauan terkena sinar lampu malam hari didalam gereja sakral ini. Tidak terlalu mewah memang, namun sangat pas di jari manis tiffany. Tiffany sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Gadis itu menangis tepat saat cincin itu terpasang di jari manis nya. Kim taeyeon tersenyum puas melihat hasil kerjanya.

” Urii Taeyeoooonn jjaaaaangg!!!!”. Teriak yuri kencang yang mendapat tepuk tangan setelahnya.

” Kau hebaat Kim midgeettt hahahahah”. Tawa sooyoung sambil menepukan tangannya bahagia.

Disebelahnya, terlihat Jessica, SeoHyun serta Sunny ikut meneteskan air mata bahagianya. Mereka senang jika akhirnya eonnie serta sahabatnya itu bisa bersatu.

” Hyo eonnie kenapa mata ku terasa perih sekali ?”. Tanya yoona sambil berusaha untuk tidak menangis.

” Mungkin kau kelilipan yoong”. Jawab hyoyeon asal yang ternyata ia juga tengah sibuk melap air matanya yang menetes melihat betapa mengharukanya proses pernikahan supupu pendeknya itu.

” Baiklah nona nona cantik, terima kasih atas semangat kalian. Tapi kini saat saat yang mungkin di tunggu tunggu oleh kedua mempelai kita malam ini”. Kata pastur tersebut dengan senyuman maklumnya.

” Kim Taeyeon, kau boleh mencium istri mu sekarang”. Lanjut pastur sambil sedikit mundur memberi ruang untuk keduanya.

” Panny~ah sejujurnya aku sedikit malu mencium mu didepan banyak orang”. Kata taeyeon yang mengundang tawa.

” Kau memang masih mempunyai malu taeng?”. Sahut Sooyoung dan kembali terdengar gelak tawa para tamu undangan.

” Yaah!! Panny~aaahh… youngie  meledek ku”. Rengek taeyeon lucu.

” Kim Taeyeon. Kau baru saja menikah dan sekarang kau mengadu pada istri mu? Ckckckc memalukan”. Goda yuri, teman paling jahil selain sooyoung tentunya.

” Aiisshh… awas kalian”. Kesal taeyeon yang lagi lagi menjadi korban kejahilan teman temannya.

” So, apa kau ingin mencium ku atau tidak taetae ?”. Tanya tiffany sambil mencubit pelan pipi taeyeon.

” Tentu saja. Tapi sebelumnya aku ingin mengahapus air matamu”.

” Berjanjilah padaku untuk tidak menjatuhkan air mata mu jika itu bukan air mata kebahagiaan, arra nyonya kim?”. Goda taeyeon sambil menghapus air mata tiffany dengan jari jari nya.

” Asal kau tidak membuat ku kesal, aku tidak akan pernah sedikit pun menjatuhkan air mata ku”. Balas tiffany sambil sedikit mamajukan badannya ke arah taeyeon.

” Baiklah, kalau begitu aku berjanji”. Balas taeyeon yakin.

” Naduyeo sayang~~ “. Kata tiffany pelan.

Jarak keduanya semakin dekat. Ini memang bukan menjadi ciuman yang pertama bagi mereka. Tapi ini ciuman pertama untuk keduanya sebagai pasangan pengantin.

” Saranghae Tippany~”.

Chu…

Kim taeyeon mencium kening tiffany dengan lembut.

” Nan neomu saranghaeyo”.

Kini turun di kedua kelopak mata indah milik istrinya.

” Gomawo sudah memilihku untuk menjadi yang terakhir untuk mu,  Tiffany Kim”.

Kedua bibir berwarna pink itu menyatu dihadapan banyak pasang mata. Tidak terlalu panas karena kim taeyeon menciumnya benar benar dengan segenap perasaan, seolah olah jika tiffany adalah mahakarya yang akan hancur jika ia terlau kuat memeluknya.

” WOHOOOOOO KIM TAEYOOOONN KAUU DAEBAAAAKKK!!!!! JJAAAANG!!!!”. Lagi lagi, terdengar teriakan dari kursi paling depan.

Kwon yuri, Choi sooyoung, Kim hyoyeon serta Kwon Yoona begitu bersemangat sampai sampai mereka tidak sadar berteriak dan berdiri dari kursi masing masing dan menjadi pusat perhatian, tapi sepertinya mereka tidak perduli.

” YAAA SHIKEROO!!!”.

Karena kelakuan yang sangat memalukan, Jessica dan Sunny berteriak kencang agar manusia manusia bodoh disebelahnya berhenti berteriak serta membuat heboh acara pernikahan sahabat mereka. Tapi mereka lupa jika kenyataanya suara mereka jauh lebih kencang dari 4 manusia bodoh tadi.

THE END.

BYEE KEONGEEERSS 🐌🐌🐌🐌

FELLING IN THE HEART

image

FELLING IN THE HEART

Author  : MIZUKI

Cast  : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Jessica Jung

Main cast : Tiffany, Yoonhyun, Soosun, Etc

Genre  :

  Theme Song :

   Lyn – Geudae jigeum

   Suzy Miss A – I Still Love You

   Onew – in your eyes

 

&&&

 

Sore itu di salah satu taman yang terletak di pusat kota seoul tampak seorang yeoja tengah gelisah menunggu kedatangan yeojachingunya, sesekali dia mengecek handphone nya untuk melihat siapa tau ada pesan ataupun panggilan dari kekasihnya, namun hasilnya nihil, tidak ada 1 pun pesan atau panggilan dari yeojanya dan itu sukses membuat seorang Kim Taeyeon, yeoja yang sedari tadi menunggu kedatangan kekasihnya itu panik dan khawatir, dia takut kalau-kalau kekasihnya tidak datang karena terjadi sesuatu diculik misalnya, namun dia buru-buru membuang prasangka buruk itu mengingat predikat yang disandang oleh sang kekasih yaitu Ice Princess. Dia pun tersenyum sendiri membayangkan wajah kekasihnya yang sangat menyeramkan bila marah, namun sangat imut dan cute seperti anak anjing yang lucu apabila sudah keluar sifat manjanya.

 

Sedangkan dilain tempat terlihat seorang yeoja yang tengah terburu-buru berlari kearah taman untuk menemui seseorang yang sudah membuat janji padanya, dia terus bergumam tidak jelas karena mobil yang biasa ia pakai tiba-tiba saja bocor dan taksi yang dinaikinya tiba-tiba mogok, kemudian ia harus menunggu supir taksi tersebut memperbaiki mobilnya, benar-benar hari yang menyebalkan menurutnya. Matanya berkeliaran untuk mencari dimana seseorang tersebut, dan setelah indra penglihatannya menemukan orang itu senyum mengembang di bibir tipisnya seolah hari yang menyebalkan itu lenyap  begitu saja dari hidupnya. Dengan cara mengendap-endap dari belakang yeoja itu perlahan menutup mata seseorang yang sedang duduk ditaman yang sedari tadi tersenyum seperti orang gila, namun seketika dia tersentak saat ada seseorang yang menutup matanya dan sedetik kemudian dia tersenyum lagi karena mengetahui siapa yang telah menutup matanya itu, dia sudah terlalu hafal dengan aroma parfum sang kekasih. “sooyeon-ah”, yeoja yang ternyata sooyeon atau biasa disapa Jessica itupun mempoutkan bibirnya karena sang kekasih bisa menebak dengan benar siapa dirinya.

 

Taeyeon Pov.

 

Saat aku tengah asik dengan dunia ku , aku tersentak saat tiba-tiba ada seseorang yang menutup mataku ‘astaga apakah ada seseorang yang akan menculikku?’,aku bergumam dalam hati namun sedetik kemudian aku tersenyum karena seseorang yang menutup mataku adalah seseorang yang sedari tadi membuatku menunggu dan tersenyum seperti orang gila.

“Sooyeon-ah”, ucapku padanya, dia pun lantas melepaskan tangan mungilnya dari mataku lalu duduk disampingku sambil mempoutkan bibir nya yang sangat menggoda itu.

“Kenapa kau selalu tau kalau itu aku taeng?”, tanyanya padaku, aku pun makin tersenyum melihat kelakuannya yang kadang seperti anak kecil ini.

“tentu saja aku tau sooyeon-ah, karena hatiku dan hatimu satu karena itu lah kenapa aku langsung tau kalau itu kau”, jawabku padanya dan terlihat rona merah di kedua pipinya, aku sangat suka sekali menggoda nya seperti ini. Dengan cepat ku kecup pipinya kilas dan membuat pipinya semakin merah saja.

“Taeng .. keumanhae!! Kau membuatku malu dengan gombalanmu itu”, dia merengek manja padaku sambil memegang kedua pipinya dengan tangan mungilnya itu.

‘aigoo…lucunya pacarku’, kekeke

“aku tidak bercanda sooyeon-ah aku serius, aku begitu mencintaimu”, jawabku menatap matanya lekat

“benarkah taeng..? apa buktinya kalau kau mencintaiku??”

“kau ingin bukti apa sooyeon-ah, hmm? aku akan melakukan apaapun untukmu”.

“Jeongmal  ??”. tanyanya lagi, dan aku mengangguk mantap.

“Tapi maaf taeng… sepertinya aku tidak bisa…aku tidak bisa lagi bersamamu”. Jawabnya yang membuatku mengerutkan alisku.

“apa maksudmu sooyeon-ah ?”.

“Appaku sudah menjodohkanku dengan anak temannya taeng”. Jawabnya menatapku serius, aku mencoba tenang menanggapinya walaupun ada perasaan takut di hatiku.

“berhenti bercanda seperti ini sooyeon-ah ini tidak lucu”, aku mulai gelisah dan takut kalau-kalau apa yang dikatakan sooyeon adalah kenyataan.

“apa aku terlihat bercanda taeng ?”. Mimik wajahnya sangat serius apa ini benar-benar kenyataan? rasanya bibirku keluh dan tenggorokanku seperti tercekat mendengar ucapannya.

“ap..apa k.kkau benar-benar serius sooyeon-ah?” tanyaku sekali lagi untuk memastikannya, aku benar-benar tak dapat berbicara dengan baik saat ini, pandangan mataku sudah mulai kabur dan sepertinya air mataku sudah mau tumpah namun sedetik kemudian gadis itu tertawa terpingkal-pingkal, aku semakin tak mengerti dengan anak ini, entah apa yang ditertawakannya, apa mungkin dia mengerjaiku.

“sooyeon-ah, wae kau tertawa ?” tanyaku tak mengerti.

“astaga taeng aku hanya bercanda”, jawabnya yang masih mengatur nafasnya akibat tertawa tadi.. “kenapa kau serius sekali, eoh ?”,

“ja..jadi kau mengerjaiku??”. Aku menatapnya serius, dan lagi dia tertawa sambil memegangi perutnya. “sooyeon-ah jawab aku, kau hanya bercanda kan??”. Tanyaku dengan membingkai wajahnya untuk menatapku, dia hanya mengangguk mantap, tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya.

“taeng…”.

“Jangan pernah bicara seperti itu lagi sooyeon-ah, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku benar-benar mencintaimu”. Aku membenamkan kepalaku di lekuk leher jenjangnya, kurasakan tangannya juga mengelus lembut rambutku.

“Taeng.. appaku mengundang mu untuk datang kerumah, ini kesempatanmu untuk bisa mengambil hati appaku taeng”, ucapnya melepas pelukanku.

“kenapa tiba-tiba appa mu menyuruhku untuk datang sooyeon-ah?”

“appaku hanya ingin berkenalan dengan mu taeng.. aku mohon datang lah yang rapi dan jangan memakai sandal butut mu itu, arra ?”, aku hanya menatapnya datar. “jebal mau ya? ya? ya? ”. Ucapnya dengan menggunakan aegyo nya yang sudah pasti tidak bisa kutolak.

“Arraseo, apapun akan kulakukan untukmu sooyeon-ah”, jawabku sambil memegang tangannya. Pada dasarnya aku memang tidak bisa menolak apapun yang dia minta, “gomawo”, dia memelukku lagi.

 

&&&

 

@kediaman keluarga jung

 

Malam itu suasana canggung dan hening begitu terasa menyelimuti kediaman keluarga jung, bagaimana tidak?  terlihat dua orang yang duduk berseberangan sedang menatap tajam satu sama lain, mereka adalah taeyeon dan tuan jung.

“apa ini gadis pilihanmu sooyeon-ah?”, tuan jung mengeluarkan suara bass nya, yang membuat suasana semakin tegang saja.

“wae tuan jung.. apa ada yang salah dengan penampilan ku ?”, suara lantang taeyeon menyurut emosi tuan jung, namun nyonya jung buru-buru mengusap lembut bahu sang suami agar emosinya reda, entah memang disengaja oleh taeyeon atau tidak, ia menaikan satu kakinya dan bertumpu pada kaki yang satunya. Hilang sudah kesabaran tuan jung lantas dia pun berdiri dari duduknya.

“ KELUAR KAU DARI RUMAHKU SEKARANG JUGA”, ucap tuan jung murka dan membuat semua yang menyaksikan pun ikut berdiri dan ketakutan karena amukan tuan jung barusan, nyonya jung memegang lengan sang suami dengan tangan bergetar karena pasalnya nyonya jung belum pernah melihat suaminya semarah itu begitu pun Jessica dan krystal. Hanya taeyeon yang terlihat santai sambil tersenyum kecil lalu berjalan ke arah tuan jung.

“Sooyeon cepat kau suruh pulang anak ini atau aku yang akan turun tangan”, ucap tuan jung tegas.

“tidak perlu repot-repot tuan jung, aku datang kemari hanya ingin meminta restu anda untuk menikahi putri anda”, jawab taeyeon masih dengan tenangnya.

“aku tidak akan memberikan putriku padamu”.

“Tapi aku akan merampasnya darimu”, jawab taeyeon dengan lantangnya, keduanya pun terdiam dan memandang tajam satu sama lain namun tiba-tiba tuan jung mengerang dan memegang dadanya.

“Arrggghhhh…”.

“Yeobo”. Ucap nyonya jung khawatir.

 “Appa…”. ucap Jessica dan krystal serempak.

“sooyeon cepat kau suruh pulang teman mu itu”, suruh nyonya jung pada Jessica, dan membawa tuan jung kekamarnya di bantu oleh krystal.

 

Jessica Pov.

 

‘Astaga kenapa jadi seperti ini, kenapa mereka seperti akan menerkam satu sama lain’, gumamku dalam hati.

 

“Sooyeon cepat kau suruh pulang anak ini atau aku yang akan turun tangan”, ucap appaku  tegas.

“Tidak perlu repot-repot tuan jung, aku datang kemari hanya ingin meminta restu anda untuk menikahi putri anda”, jawab taeyeon masih dengan tenangnya.

“Aku tidak akan memberikan putriku padamu”.

“Tapi aku akan merampasnya darimu”, jawab taeyeon dengan lantangnya, keduanya pun terdiam dan memandang tajam satu sama lain namun tiba-tiba appaku mengerang dan memegang dadanya.

“Arrggghhhh…”. Teriak appa dengan memegangi dadanya.

“Yeobo”. Panggil eomma khawatir.

“Appa…..” panggil  ku dan krystal serempak.

“Sooyeon cepat kau suruh pulang teman mu itu”, suruh suruh eomma padaku.

Akupun mengajak taeyeon untuk keluar,setelah sampai didepan pintu aku menyuruhnya untuk segera pulang, namun dia menolak dan memegang erat tanganku, “jebal taeng.. pergilah dari sini”, aku memohon padanya.

“Tapi sooyeon-ah bukankah kau bilang akan bersamaku”.

“Aku akan menemuimu  nanti taeng, aku mohon pergilah”, ucap ku mendorong pelan tubuhnya.

“kau janji sooyeon ?”.

“ne.. aku berjanji, sekarang pergilah”, taeyeon pergi dari rumahku, aku segera menemui appa ku di kamarnya.

“appa ?”, panggil ku terisak melihat kondisinya yang seperti ini,

“sooyeon-ah, appa sangat menyayangimu, kau tau kan ?”.

“ne..appa aku tau, aku juga sangat menyayangi appa, mianhae appa”, jawabku masih terisak dan memeluk tubuhnya yang terbaring ditempat tidur.

“berjanjilah pada appa sooyeon kalau kau akan menikah dengan pilihan appa, kau tau appa tidak ingin melihatmu  susah dan menderita, jika kau menikah dengan gadis seperti dia tadi appa tidak akan merestui mu sampai kapanpun. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya hidup susah sooyeon-ah, karena itu appa mohon dengan sangat kepadamu, menikahlah dengan anak teman appa ?”. Aku terdiam, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar tidak tega melihat appa ku seperti ini tapi di sisi lain aku sudah berjanji pada taeyeon akan selalu bersamanya apapun yang terjadi.

“Sooyeon, kau mendengarkan appa kan nak ?”.

“ne appa aku mendengarkan appa”,

“lalu bagaimana jawabanmu?”, terlihat raut wajah appa,eomma dan juga krystal yang menanti jawaban dariku, aku menarik nafas dan memejamkan mataku sejenak lalu aku memandang appa ku, “ne appa aku mau menikah dengan pilihan appa”, jawabku mantap.

“terima kasih sayang”, appa memelukku dan aku juga balas memeluknya.

“ne appa.. tapi aku mohon kepada appa izinkan aku untuk menemui taeyeon appa, aku mohon hanya sebentar. Aku sudah berjanji akan menemuinya appa”,, aku memohon kepada appa ku berharap dia mau membiarkanku menemui taeyeon sebentar.

“Baiklah…appa percaya padamu, pergilah”, ucap appa ku tersenyum.

“gomawo appa”. Aku pun bergegas keluar dari kamar appa ku dan segera pergi ke rumah taeyeon. Tidak membutuhkan waktu lama bagiku untuk sampai kerumahnya.  Saat aku ingin mengetuknya tiba-tiba saja tangan ku bergetar, aku takut, aku takut untuk memberitahukan semua ini padanya. Dengan segenap keberanian akhirnya aku putuskan untuk mengetuknya.

TOK.. TOK.. TOK…………

 

Ceklek

“sooyeon-ah kau datang?  terima kasih”, taeyeon memelukku dengat erat namun aku tidak membalas perlakuannya dan malah melepaskan pelukannya, aku tau dia sangat terkejut dengan tindakanku ini.

“mianhae taeng… aku menemui mu untuk mengatakan kalau aku akan menuruti keinginan appa ku untuk menikah dengan anak teman nya, aku tidak bisa menolaknya taeng, aku sangat menyayangi appa ku, aku harap kau mengerti taeng”.

“Mwo ???  MENGERTI KATAMU ??””..

Aku tersentak karena bentakan taeyeon barusan, karena sebelunya taeyeon tidak pernah sekasar ini padaku, namun aku bisa mengerti perasaannya sekarang.

“LALU BAGAIMANA DENGAN KU ??? BAGAIMANA DENGAN IBUKU ,, HAH ??”  dengan aku merelakanmu, perasaan ibuku akan hancur sooyeon-ah, pupus sudah harapannya untuk menjadikanmu sebagai menantunya, ibuku sangat menyayangimu, APA KAU MENGERTI ITU ??”.

“Aku mohon mengerti lah taeng, aku yakin ibu mu pasti akan mengerti dengan situasi ini, orang tua ku melakukan ini karena mereka juga menyayangiku”.

“LALU APA KAU FIKIR AKU TIDAK, HAH?”.

“taeng…aku lebih dulu mengenal orang tua ku dari pada dirimu, mereka yang merawatku, menjagaku  dan membesarkanku sampai sekarang , dan aku ingin membalas semua kebaikan dan kasih sayang mereka pada ku, jadi ku mohon mengertilah”,, ujarku memelas padanya.

“bagaimana aku menjelaskannya pada ibuku sooyeon-ah,, BAGAIMANA ??”.

“aku yakin taeng ibumu juga pasti akan melakukan hal yang sama padaku jika ibumu berada di posisiku”.

“Kau egois sooyeon-ah,, KAU EGOIS”.

“Ne..aku memang egois,, mianhae taeng”.

Tanpa menunggu persetujuannya aku segera keluar dan berlari dari rumahnya dan menuju mobilku, tangisku pecah saat aku berada didalam mobilku, aku memukul-mukul setir kemudi dan membenamkan kepalaku disana.

 

Geudae Jigeum nae gaseume deureowa sarangeul malhago itjyo

 

Sekarang kau mengatakan tentang cinta dan masuk kedalam hatiku

 

Kkumi anigireul naneun gidohaebwayo

 

Aku berdoa ini bukanlah mimpi

 

Nae mami jakku geudaeran saram nochimallago haneyo. Yoksimeul naeramyeon babo gateun mareul haneyo

 

Hatiku terus berkata sesuatu yang bodoh kepadakau. Bahwa aku harus serakah dan tidak boleh melepasmu pergi

 

Uyeonhi dagaon geudae sarangi waenji natseolji anatjyo

 

Aku tidak merasa asing walaupun cintamu datang secara kebetulan

 

Hajiman yaksokdoen inyeonigie sarangi doeljul mollatjo

 

Tetapi aku tidak tahu apakah perjanjian jodoh ini akan menjadi cinta

 

 

 

 

 

&&&

 

Jessica sangat cantik dan anggun dengan mengunakan gaun putih panjang dan membiarkan rambut blonde nya tergerai dengan indah, benar-benar seperti barbie, walaupun wajahnya masih sedikit muram, namun itu tidak mengirangi kecantikan di wajah barbienya.

“sooyeon-ah kau sudah siap nak ?”, tuan jung mengampiri jessica yang berada di ruang make up untuk menjemput putri sulungnya dan membawa nya ke mempelai wanita yang sudah menunggunya di altar.

“ne appa aku sudah siap”, dia mencoba tersenyum di hadapan appanya agar appanya tidak khawatir padanya.

Pintu altar pun terbuka, semua tamu yang berada disana pun mengalihkan pandangan mereka pada sang mempelai wanitanya, karena memang mempelai wanitanya sangat lah cantik, sampai-sampai salah satu tamu mereka yang merupakan sahabat jessica menjatuhkan salad yang berada dimulutnya, “YAH..youngi apa yang kau lakukan? aisshhh jinja kau jorok sekali sih”,, kesal yeoja pendek yang sedang memarahi kekasihnya yang shikshin itu, disisi lain juga tidak jauh berbeda dengan temannya, “YAH..unnie lihat air liur mu, jatuh ditanganku,, aisshhh jinja unnie kau benar-benar”, ucap yeoja berwajah polos itu geram pada kekasihnya yang merupakan sahabat jessica juga. Terlihat dari jauh mempelai wanita yang satunya juga tak kalah cantik dari jessica, dengan postur tubuh yang tinggi, dan kulit yang tanned nya membuat yeoja itu benar-benar sexy, rambut hitam panjangnya dia biarkan terurai, apa lagi dia memakai gaun yang mengekspos kedua bahu nya sehingga terlihat lah bahu yeoja itu yang tegap dan leher jenjangnya. Begitu jessica sampai, tangan yeoja itu langsung terulur untuk membantu jessica berdiri di sebelahnya.

 

“Kwon Yuri apakah kau bersedia menerima jessica jung sooyeon sebagai isterimu dan menemaninya dalam suka dan duka, ?”, tanya sang pastur kepada mempelai wanita yang ternyata adalah kwon yuri, yeoja yang akan menjadi suami jessica.

“Ne..saya bersedia”, ujarnya mantap.

 

“Jessica Jung Sooyeon apakah kau bersedia menerima kwon yuri sebagai suamimu dan menemaninya dalam suka dan duka, ?”, sang pastur bertanya pada jessica.

 

“ne..saya bersedia”, ujar jessica pelan namun dapat didengar sang pastur.

“Baiklah sekarang kalian resmi menjadi pasangan suami istri, “kau boleh mencium istrimu”, sang pastur menyuruh yuri untuk menciumnya, yuri pun mendekat kepada jessica dan mencium keningnya.

 

&&&

 

YURI POV

Lega rasanya sudah menuruti keinginan alm. Appa ku. Sekarang saat nya aku mengajak istriku untuk tinggal dirumah baru kami. “kajja…sooyeon “.

Dari tadi dia hanya diam dan memandang keluar jendela mobil saja, apa aku melakukan kesalahan atau jangan-jangan dia tidak menginginkan pernikaahan ini.

“Sooyeon-ah kenapa kau diam saja ?’, tanyaku mencoba mencairkan suasana, dia pun mengalihkan pandangannya dari luar dan beralih menatap ku, ‘omo..tatapannya mengerikan sekali’.

“jangan memanggil ku dengan nama korea ku”. Ucapnya sambil menatapku tajam.

“tapi bukankaah nama mu Soo…”.

“aku bilang jangan, kau cukup memanggilku jessica saja”,

Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku dia sudah memotongnya, kenapa wanita ini kasar sekali sih, aku kan bertanya baik-baik, umpatku kesal.

“arraseo…sica”.

“kau panggil aku apa tadi ?”

“sica “, jawabku polos

“wae ??’’.

“kenapa apanya sica ?”,, aku tidak mengerti arah pembicaraan anak ini.

“kenapa kau memanggilku sica, knp bkn jessie?”.

“oh..tidak apa-apa hanya menurutku sica lebih manis”, jawabku tersenyum manis padanya.

“whatever”, jawabnya acuh, ‘ige..mwoya sebenarnya aku menikah dengan manusia atau dengan gunung es’.

 

&&&

 

@Malam

Jessica Pov.

Hah…hujannya lebat sekali, aku ingin keluar agar bisa menangis dan menjerit sekuatnya. Apa aku bisa menjalani kehidupanku dengan orang yang tidak ku cintai.

“kau sedang apa sica..kenapa jendelanya tidak ditutup, kau bisa masuk angin”, aku tersentak karena tiba-tiba yuri berdiri di sampingku.

“bukan urusamnu”.

“tapi hujannya lebat sekali, angin dan petirnya juga besar sica, kau bisa masuk angin”.

‘aisshh…jinja cerewet sekali sih dia’.

“aku tidak takut pada apapun”.

 

JDUARRR….

 

‘omo..hampir saja jantungku lepas, petirnya mengerikan sekali’, aku melihat manusia hitam ini tersernyum meledek kepadaku.

“apa yang kau tertawakan hah ?”, tanyaku tajam padanya.

“aniya…hanya ingin tertawa saja”.

“sebaiknya kau tutup jendela nya, karena aku ingin tidur’, kataku meninggalkannya sendiri.

“kau ingin tidur secepat ini  ? Bahkan ini masih jam 8 malam sica”

“aku ngantuk”.

Apa tidak ada moment special diantara kita ?’ tanyanya lagi yang membuat darah ku mendidih, habis sudah kesabaranku menghadapi manusia hitam ini, “dengar ya nona kwon yuri yang terhormat, apa kau fikir aku mau menikah dengan mu? Apa kau fikir aku sudi dipersunting oleh mu, hah? Apa kau tidak bisa melihat betapa tertekan dan tersiksanya aku menerima perjodohan konyol ini? apa kau tidak mengerti ?’, air mata yang sedari tadi aku tahan keluar dengan bebasnya, aku sudah tidak peduli lagi dengan persaannya sekarang, aku tau dia pasti terluka oleh kata-kata ku, tapi aku tidak peduli sama sekali.

“benarkah seperti itu sica-ah?  mianhae aku tak tau kalau kau akan menderita seperti ini karena perjodohan kita, baiklah aku tidak akan berbuat macam-macam padamu, dan kalau kau tidak mau menganggap ku sebagai suamimu, setidaknya biarkan aku menjadi temanmu, dan biar hal ini hanya kita saja yang tau, kita hanya perlu menjaga privasi kita masing-masing dengan begitu kau akan merasa tidak tertekan dengan pernikahan ini. Baiklah karena kau bilang kau sudah mengantuk, khaa tidurlah, kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam selama kita berdua tidur, aku hanya akan tidur saja, oke? ”, dia tersenyum tulus padaku, aku masih berdiri di sisi tempat tidur menunggu nya benar-benar terlelap. Ya walaupun dia berkata tidak akan melakukan apapun padaku, tapi tetap saja aku harus hati-hati.

 

&&&

 

Sinar mentari memaksa masuk melalui jendela kamar seseorang yang sedang terlelap disana, merasa risih dengan pantulan cahaya yang terus mengusik tidurnya, akhirnya dengan terpaksa orang itu pun bangun. Jessica yang biasanya sangat sulit dibangunkan namun sekarang dengan sendirinya dia terbangun dari tidur nyenyaknya, dia melihat kesamping dan …. Kosong, ‘kemana manusia hitam itu, mungkin sedang keluar atau mungkin sedang sarapan’, begitu pikiran jessica. Dengan langkah malas, jessica memasuki kamar mandi yang bisa dibilang luas tersebut.

15 Minute Later

 

Saat jessica selesai mandi, ia mencium aroma yang mengundang selera makannya, dia berjalan mengikuti indra penciumannya dan berakhir di meja makan, bibi choi yang mengetahui istri dari majikannya pun membungkuk, “pagi nona jessica, anda sudah bangun ya”,,

“ne bi,  eumm  ???”.

Jessica tampak bingung harus memanggil apa, karena jessica tidak mengetahui nama pelayan tersebut, bibi choi yang mengetahui kebingunan jessica pun segera memperkenalkan dirinya, “nona bisa memanggil saya bibi choi”, sahut bibi choi ramah.

“ahh…gerae bibi choi kenapa sepi sekali, dimana yuri ?”.

“ah..nona yuri sedang pergi ke gereja dekat sini, beliau memang sering pergi ke gereja setiap hari minggu nona, bahkan di hari biasa pun nona yuri selalu menyempatkan dirinya untuk ke gereja, beliau memang seperti itu nona, jadi nona jessica tidak usah heran ya jika nantinya nona yuri akan lebih sering menghabiskan waktunya di gereja atau di panti asuhan yang berada tak jauh dari kantor nona yuri”, bibi choi menceritakan semua kebiasaan yuri pada jessica dan hanya ditanggapi ‘oh’ sambil memanggut-manggutkan kepalanya.

“apa nona tau bahwa nona yuri memiliki 2 saudara tiri ?”.

“tidak aku tidak tau … eummm… memangnya sekarang dimana saudara-saudara tirinya bi ?”.

“mereka sedang berlibur ke luar negri nona, mungkin lusa akan kembali, dan saya dengar mereka dan juga ibu tirinya akan tinggal bersama kita disini”.  Saat mereka sedang asik-asiknya bercerita tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat yeoja yang sedang mereka bicarakan.

“nona yuri sudah pulang…kajja sarapan bersama dengan nona jessica “. Ajak bibi choi ramah, “ah,, ne bi aku sangat lapar”, ujar yuri dengan aegyo nya dan membuat bibi choi tersenyum, bibi choi sudah menganggap yuri seperti anaknya sendiri, diam-diam jessica memperhatikan yuri yang sedang menyantap sarapannya dengan lahap.

“kenapa kau menatap ku terus sica-ah? apa wajahku lebih menarik dari pada makanan ini”, ujar yuri menatap jessica dan yang ditanya hanya gelagapan tidak karuan.

“ah..ituu aku sudah kenyang”, balas jessica bohong.

“ahh~..”, yuri hanya menganggukan kepalanya. Dalam hati dia merasa senang karena jessica sudah mulai memperhatikannya. Sedangkan pipi jessica sudah blushing karena kepergok oleh yuri, namun syang yuri tak melihat rona merah tersebut.

Selesai makan mereka memutuskan menonton televisi bersama, namun tidak ada yang mereka tonton. Keduanya hanya larut dalam pikiran kami masing-masing.

“eum..sica-ah apa kau mau ikut bersamaku ?”.

“kemana ?”.

“kepanti asuhan yang ada di dekat kantorku, aku ingin mengunjungi anak-anak disana dan juga ibu lee bagaimana ?”.

“hmm… Baiklah”.

“oke kalau begitu kajja ?”, ajakku padanya.

“chankaman aku ganti baju dulu”.

“ne..aku akan menunggumu di mobil”.

 

“kenapa jessica lama sekali ya, apa dia tertidur”, tanyaku dalam hati namun belum ada lima menit aku bergumam dia sudah muncul dengan menggunakan pakaian casual, dengan rambut blondenya dikuncir kuda membuat dia bertambah manis saja, kekeke~… aku tersenyum sendiri membayangkannya.

“kenapa kau tertawa sendiri? apa yang kau tertawakan huh ?”tanyanya penuh selidik, ‘astaga saking asiknya aku menghayal aku sampai tidak sadar kalu ternyata sekarang jessica sudah berada di sebelahku’.

“o.. Aniyo hanya sedang membayangkan wajah anak-anak panti”, bohongku padanya.

“oh..,,”, fiuh syukurlah dia percaya.

 

30 Menit Berlalu

 

 

 

“nah sudah sampai..kajja kita turun”.

“ne…”.

“yadaaraaaaa….aku dataaangg”, ucapku sedikit berteriak kepada anak-anak panti ini agar mereka mendengarnya dan benar saja sekarang mereka sudah berhamburan memelukku.

“lihat aku membawakan kalian makanan, ini bawa masuklah”, ucapku setelahnya mereka semua bubar aku menarik tangan jessica untuk masuk kedalam.

“yul..”.

“eomma…”. jawabku dan memeluk ibu lee yang sudah kuanggap seperti ibuku sendiri.

“kenapa kau sudah jarang kemari, eoh?”.

“mianhae eomma aku sibuk,, hehehe”.

“isshh… kau ini”, saat eomma lee akan memukulku tiba-tiba pandangannya bertemu dengan jessica,

“siapa dia yul? ”.

“oh… kenalkan eomma dia jessica… istriku”.

“annyeong… jessica imnida”.

“ah… yee aku ibu lee pengurus panti ini”, aku lihat mereka sudah akrab,

“ternyata kau sangat cantik, kenapa kau mau dengan anak nakal ini, hm?”.

“eommaaa~~ ….”, aku merengek padanya karena tidak terima eomma mengatakan aku nakal.

“hehehe… mianhae,  eomma hanya bercanda, kajja jessica kita minum teh didalam”.

“kenapa hanya sica yang eomma ajak??  apa sekarang eomma sudah tak menyayangiku lagi? sampai-sampai eomma melupakanku? ”, tanyaku dengan wajah sedih yang ku buat-buat.

“hehehe… ani eomma hanya terlalu senang karena kau mengajak istrimu kemari, kajja kita masuk sama-sama”, ajak eomma lee dan ku balas dengan senyuman.

 

&&&

 

Yuri seperti patung diantara ibu lee dan juga jessica, sebab mereka hanya mengobrol berdua saja, yuri yang merasa diabaikan pun pergi dari situ dan bermain dengan anak-anak panti yang lainnya.

“kau tau nak kenapa yuri memanggil ku dengan sebutan eomma ?”.

“aniyo..memang kenapa?”.

“karena dari kecil yuri tidak pernah yang namanya mendapat kasih sayang dari ibunya, sebab yuri adalah anak angkat keluarga kwon, karena tuan kwon yang sangat sayang pada yuri jadi dia memberikan marganya untuk yuri, awalnya mereka berdua sangat bahagia karena selalu berbagi canda tawa, namun semua itu tidak berlangsung lama setelah tuan kwon menikah dengan ibu tiri yuri yang sekarang. Apalagi ditambah dengan ke dua saudara tirinya yang sangat rakus akan harta. Tuan kwon tidak pernah membedakan yuri dengan ke dua anak tirinya, tapi tidak dengan istri mudanya, dia selalu mengesampingkan yuri dan menomor satukan anak-anaknya, sampai pada tuan kwon yang sudah tua dan tidak bisa untuk bekerja lagi dia memberikan perusahaan yang dia pegang selama ini kepada yuri, alhasil ke dua saudaranya pun menjadi berkali-kali lipat membenci yuri, yuri sempat merasa tertekan dengan semua ini, dia pun meminta kepada ayah nya agar posisinya digantikan oleh Kim Jaejong atau sekarang Kwon Jaejong, kakak tertua mereka, namun tuan kwon menolak mentah-mentah apa yang di minta oleh anak bungsunya tersebut.

“ kenapa beliau menolaknya ?”.

“ karena tuan kwon percaya pada yuri, walau pun yuri merupakan anak bungsu mereka namun dia jauh lebih cerdas dan lebih bijak di bandingkan dengan saudaranya”.

“ begitu yaa..”.

 

&&&

 

 

“apakah kalian sudah selesai mengobrolnya ?”, yuri menghampiri keduanya.

“belum.. Memangnya kenapa ?”.

“hari sudah mulai sore dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan..”.

“benarkah?? eomma tidak melihatnya…”.

“benar eomma~… aku tidak berbohong…” jawab yuri dengan tampang polosnya.

“hmm… baiklah kalau begitu, padahal eomma masih ingin lebih lama lagi mengobrol dengan istrimu ini..”.

“nanti kapan-kapan aku akan main lagi kesini ibu lee”.

“ne eomma besok atau lusa aku dan sica akan datang lagi”.

“yaksok yul ??”.

“nee eomma~~,,, yaksok”.

“baiklah…hati-hati dijalan yul, jangan ngebut Arra??”.

“ne,,, eomma aku akan berhati-hati menyetirnya”.

“kalau begitu kami pamit pulang dulu ya ibu lee ,, annyeong”.

“ne annyeong”.

 

&&&

 

 

 

“apa kau lapar sica..?”.

“hmm,,,sedikit..”.

“kalau begitu kita akan mampir sebentar di kedai langganan ku ya”, yuri pun menepikan mobilnya di pinggir jalan dekat dengan warung yang dia maksud.

“ne? Kedai?”.

“ne,,,waeyo?”.

“aku kira orang sepertimu tidak suka makan di pinggir jalan…”.

“kata siapa,, aku sangat suka bahkan semua jajanan yang berada di jalanan ini aku sudah pernah mencoba nya semua,,,”.

“micheseeo…”.

“kau tidak percaya?”.

“whatever…”.

“baiklah,, ayo kita turun”.

 

&&&

@Di tempat Lain.

“apa barang-barang mu sudah selesai tae-tae ?” tiffany menghampiri taeyeon yang sedang mengemas barang-barang nya.

“ne,, miyoung-ah aku sudah selesai mengepack barang-barang ku”.

“kalau begitu cepat lah masak,,, aku sudah lapar~~ ” tiffany sangat buruk dalam hal memasak, oleh sebab itulah dia tidak pernah memasak.

“aisshh…aegyo mu buruk sekali,, arra kau tunggulah sebentar akau akan memasak makan malam untuk kita..”.

“gomawo tae-tae…”.

“kau selalu saja memamerkan eyesmile mu itu pada ku kalau kau menginginkan sesuatu dariku..” rajuk taeyeon dengan mempot kan bibir tipisnya.

“hahahaha”, tiffany tertawa terbahak melihat kelakuan sahabatnya yang seperti anak kecil itu.

“kenapa kau bisa tau tae-tae…”. Gemas tiffany sambil mencubit gemas pipi taeyeon.

“yah,,, nona hwang kita berteman bukan 1 atau dua hari melainkan sudah lebih hampir 20 tahun,, dan aku sudah bosan berteman dengan mu…”.

“MWOO…kau bilang apa..?”.

“ani..aku tidak mengatakan apapun…”.

“Yah.. Kim Taeyeon berhenti Kau… You Wanna Die ???”.

 

&&&

 

“kajja kita turun, kenapa kau hanya diam saja sica ?”. Yuri mengajak jessica untuk turun dari mobil mereka kerena sedari tadi jessica tidak bergerak sedikit pun dari tempat duduknya.

“kenapa ramai sekali”.  Jessica bertanya dengan mata yang terus memperhatikan pembeli di kedai itu satu persatu.

“tentu saja ramai disini kan terkenal paling enak..kajja nanti kita kehabisan…”.

“isshhh,…tidak perlu menarik-narik tangan ku juga..kau ini seperti orang tidak makan 1 tahun saja”.

“hehehehe….mian aku sangat lapar sekarang…”.

“ah…nona yuri annyeong…” sapa penjual itu pada yuri sambil membungkukkan badannya.

“annyeong ahjussi”.

“apa kau ingin memesan tteopokki seperti biasa? ” tanya penjual itu ramah pada yuri.

“ah…ne apakah masih ada ?”.

“sebentar saya lihat dulu, duduk lah sebentar nona kwon saya akan secepatnya kembali”.

“ne… khamsahamnida”.

“ne…”.

“sica duduk lah…”, yuri menarik satu kursi untuk jessica agar istrinya yang dingin itu bisa duduk.

“mwo..kenapa aku ?”.

“lalu siapa…aku?”.

“lihat lah bangku disini sudah terisi penuh. Kau tidak mau kaki mu patah kan hanya gara-gara berdiri disini? ”. jelas yuri karena memang tempat duduk nya sudah penuh semua.

“isshhh,,, dasar kau… lalu kau duduk dimana..??”.

“tenang saja aku akan berdiri di belakang mu seperti ini…”.

“hmm… baiklah”.

 

10 Minute later

 

“nona yuri ini pesanan anda..”.

“ah… terima kasih banyak ahjussi… ini uang nya ambil lah…”.

“apa tidak ada uang pas saja nona?  kami tidak mempunyai kembaliannya…”.

“hmm… begitu ya… kalau begitu berikan saja kembaliannya nanti kepada sulli…”.

“ani nona… nona sudah sering seperti ini kepada kami, nona juga sering membantu keluarga kami, jadi ambil lah. Makanan ini gratis untuk nona…” tolak ahjussi itu sambil mendorong kembali uang yang di berikan oleh yuri.

“eh..kenapa seperti itu?”.

“tidak apa-apa nona, 2 bungkus tteopokki tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan kebaikan nona yuri”..

“jeongmal? benarkah makanan ini gratis untuk ku ahjussi..?”.

“ne..nona ambil lah”.

“ah sekali lagi khamsahamnida ahjussi..” yuri membungkukkan badannya kepada ahjussi yang sudah dianggap sebagai ahjussi nya sendiri itu.

“ani,,kami lah yang seharusnya berterima kasih pada nona”.

“baik lah kalu begitu kami pamit dulu,, annyeong”.

“ne..annyeong”.

 

&&&

 

“Hahahaha… Yah Miyoung hentikan aku tidak bisa bernafas… Ahahaha..” taeyeon tertawa terbahak-bahak sambil menahan nafasnya, bagaimana tidak jika tiffany duduk di atas tubuh pendeknya dan menggelitiki perut taeyeon sampai mengeluarkan air mata.

“ani sebelum kau meminta maaf padaku, aku tidak akan berhenti menggelitik perut mu..” jawab tiffany sambil terus menggelitiki perut taeyeon.

“ahaha..arra arra…tapi lepaskan dulu”.

“baiklah,,, ” jawab tiffany dan melepaskan diri dari tubuh pendek taeyeon, terlihat taeyeon masih berusaha untuk mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal karena ulaah tiffany barusan.

“hah…hah..hah…kau..kau benar-benar membuat ku hampir mati Miyoung-ah~”.

“rasakan!!! suruh siapa kau menggodaku..dan YAH…berhenti memanggilku dengan sebutan miyoung!!! isshhh”.

“arra..arra aku akan berhenti memanggil mu miyoung tapi dengan 1 syarat..” taeyeon menaik turun kan alis nya dan tersenyum penuh arti kepada tiffany.

“apa itu?”.

“ kau harus ikut bersamaku besok pagi ke korea “.

“mwo ?? Tapi akkhmm…” sebelum tiffany berbicara taeyeon sudah membekap mulut tiffany dengan tangannya.

“tidak ada tapi-tapian,, pokonya kau harus ikut bersamaku”.

“lalu bagaimana dengan pekerjaan ku disini taetae ?? aku ada pemotretan besok di jepang tae”.

“aku sudah berbicara dengan manager mu”.

“MWOOO ?????? “.

“Yah…Berhenti berteriak di kuping ku,,” taeyeon mengusap kuping nya yang terasa mau pecah mendengar jeritan tiffany barusan.

“kenapa kau membatalkannya tae ??! aku sudah susah payah meminta kepada mereka agar mau menjadikan ku sebagai  modelnya,, dan kau seenak perut mu membatalkannya begitu saja tanpa sepengatahuanku???”.

“kau tenang saja pany-ah aku akan mengenalkan mu dengan rekan ku yang lebih hebat dari ini…” ucap taeyeon meyakinkan sahabat nya itu.

“Jinjjah ?? Kau mau mengenalkan ku dengan rekan mu ??”.

“ne…pany-ah..kapan aku pernah berbohong padamu.. Eoh ??”.

“sering”.

“Mwoo? Onjae ???”.

” Yaah!! Yaaahh!! Miyoug~aahh…. jangan pergiii”.

Tiffany sengaja pergi meninggalkan kim taeyeon.

 
“kajja kita turun sebelum makanan ini dingin”.

“Yah,,, bagaimana aku bisa turun jika pintunya belum kau buka,, babo… ” ucap jessica datar.

“heheh… mian aku lupa… kau tunggulah di sana aku akan kembali membawa mangkuk untuk tteopokki kita”.

“baiklah…” jessica pun menunggu yuri di balkon rumah mereka, karena mereka ingin menikmati tteopokki sambil memandang kota seoul. Yuri pun datang dengan membawa dua mangkuk kosong dan sebotol air mineral untuk mereka.

“sini biar aku tuang kan punyamu,,” tawar yuri ramah kepada jessica, namun karena gengsi jessica pun menolaknya.

“tidak perlu aku bisa menuang nya sendiri”.

“tapi ini panas kau tidak akan tahan..” ucap yuri lagi meyakinkan jessica kalau tteopokki yang mereka beli benar-benar panas.

“kau saja tahan kenapa aku tidak..” jawab jessica dengan angkuhnya.

“hahh..terserah mu saja..” namun belum ada satu menit…

“aww…appo yaa”.

“sica gwenchana?? waegeurae ??”.

“tangan ku tersiram kuah tteopokki ini, aduh panas sekaliii “.

“kajja kita cuci tangan mu agar tidak melepuh,, seharusnya kau mendengar kan ku tadi kau itu begitu keras kepala..” yuri mengomel sambil membawa jessica kedapur untuk membilas lukanya.

“Yah..kenapa memarahi ku ??”.

“aku tidak memarahi mu hanya memberi tahu “.

“appo… hiks… hikss.. “ jessica menagis saat dirasa perih pada kulitnya.

“yah… uljima~~ aku akan mengambilkan obat untuk mengolesi luka mu, kajja”. yuri menuntun pelan jessica agar duduk di sofa ruang tamu.

“berikan tangan mu”.

“untuk apa ?”.

“apa kau tidak mau aku obati? Berikan tangan mu”.

“tapi jangan sentuh kuat-kuat ini sakit”.

 

Fiuhh…fiuhhh

“apa masih sakit? aku sudah memberikan obat agar luka mu tidak berbekas” tanya yuri sambil masih meniup-niup tangan jessica.

“ani,,,sudah agak berkurang”.

“hah..syukurlah”.

“gomawo..”.

“untuk ?”.

“karena sudah mengobati lukaku tadi”.

“gwenchana sica~ah”.

“hmm…ngomong-ngomong kenapa aku tidak pernah melihat ibu dan saudara-saudaramu?  bibi choi bilang kau memiliki 1 orang eonni dan 1 orang oppa..” jessica akhirnya bertanya langsung pada yuri mengenai saudara-sudaranya.

“aah~~  bibi choi sudah memberi tahu yah ?? mereka sedang di luar negeri sica, dan  besok mereka akan kembali”.

“apakah mereka akan tinggal bersama kita..?”.

“ne..sica-ah,,waeyo? Apa kau keberatan,,?”.

“ani,,, hanya hanya kenapa mereka tidak tinggal di apartemen saja bukan kah kau juga mempunyai apartemen?”.

“ne,, tapi aku yang meminta mereka untuk tinggal disini”.

“wae ..?”.

”supaya saat aku ke luar negeri nanti kau tidak akan kesepian”.

“memangnya kapan kau akan ke luar negeri,,??”.

“hmm,,, mungkin lusa. karena besok  aku akan menjemput mereka dan bertemu dengan klien ku”.

“oh, apa klien mu dari luar negri juga?”.

“ani,,, klien ku kali ini dari jaenju”.

Uhukk..uhukk

“eh..sica gwenchana???  ini minumlah”. Yuri segera membantu mengambil minum untuk jessica.

“gomawo Yuri-ah”.

“berhati-hati lah saat makan sica-ah”.

“kau bilang tadi klien mu dari mana ?”

“dari jaenju..wae ??

“siapa namanya?”.

“hmm,, tae,,, tae,,,, siapa ya aku lupa,, Oh..Kim Taeyeon ia namanya Kim Taeyeon.. wae? apa kau mengenalnya sica-ah?”.

“mwo.. ah,, ani ani aku sama sekali tidak mengenalnya”.

“lalu kenapa wajah mu pucat seperti itu, apa kau sakit?”. Cemas yuri.

“ah..tidak ini mungkin efek dari tersedak tadi”.

“jeongmal?”.

“ne,, jeongmal…”.

“baik lah kajja kita tidur ini sudah malam, dan aku harus bangun pagi untuk menjemput mereka besok”.

“kemana choi ahjussi..?”.

“beliau sedang sakit,, jadi aku yang menjemput mereka,, apa kau mau ikut bersama ku besok ?”.

“ani,,aku tunggu dirumah saja”. Tolak jessica.

“baik lah…”.

 

&&&

 

@Keesokan Pagi.

“sica bangunlah sudah siang..” panggil yuri pada istrinya, namun yang dipangil sama sekali tidak menyahut. “aissh… jinjaa anak ini kenapa susah sekali di bangunkan”, yuri menggerutu sambil terus menggoyangkan tubuh kecil Jessica. “baiklah nona jung karena kau tidak juga mau bangun lebih baik aku pergi menjemput keluarga ku, dan aku harap setelah aku kembali kau sudah bangun arra ? karna kalau tidak aku akan membangunkanmu di kamar mandi”, yuri terus saja berbicara pada Jessica yang masih terlelap. Yuri pun bergegas keluar kamar dan mengambil junci mobilnya, sebelum berpamitan dengan bibi choi.

 

@30 minute later

“eeunngggg…..”. Ulet seorang wanita dengan julukan ice princess itu. Dia mengerjap ngerjapkan matanya dan melihat sekeliling, ‘kosong’. Tentu saja karna yuri sudah pergi ke incheon untuk menjemput ibu dan kedua saudaranya. Lalu dia pun ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, kemudian pergi ke dapur untuk membantu bibi choi masak, walaupun sebenarnya yang dia lakukan hanyalah melihat apa yg bibi choi masak karena sebenarnya anak tuan jung ini sama sekali tidak bisa memasak.

“bibi .. kemana yuri?”.

“oh.. nona Jessica kau sudah bangun..?”.

“Nee.. dimana yuri?”.

“nona yuri sudah pergi menjemput keluarganya nona..” Jessica hanya membulatkan mulutnya “O”.

“Oh yaa bi aku belum tau siapa saja saudara yuri itu,”. Bibi choi berhenti sejenak dari aktifitasnya dan menjawab pertanyaan Jessica “mereka adalah tuan Jaejong dan nona yubin. Tuan jaejong adalah kakak tertua dirumah ini  dan nona yubin adalah kakak tertua kedua setelahnya baru nona yuri”. Jessica sangat serius mendengar penjelasan bibi choi, “lalu apakah mereka bekerja satu perusahaan dengan yuri?”.

“nee.. mereka berdua bekerja di perusahaan yg sama dengan nona yuri”.

“bagaimana hubungan mereka bi ? maksudku apakah mereka saudara yang akur atau malah sebaliknya?”.

“sebenarnya mereka hanya bisa akur dengan nona yuri jika mereka menginginkan sesuatu padanya”.

“benarkah ? apa itu misalnya ?”.

“misalnya seperti nona yuri yang menjabat sebagai presiden direktur di perusahaan mereka sedangkan mereka hanyalah bawahan yuri, dan mereka merasa tidak adil, itulah sebabnya banyak sekali keinginan yg mereka inginkan, seperti minta di belikan apartemen atau di belikan mobil, bahkan hampir setiap minggu atau setiap bulan mereka pergi keluar negeri untuk berlibur, dan nona yuri selalu mengabulkan keinginan mereka, karena bagi nona yuri keluarga adalah harta paling berharga baginya, di bandingkan dengan banyaknya keinginan mereka itu tidak sebanding dengan rasa sayang nona yuri pada mereka”.

“kenapa yuri begitu bodoh sampai-sampai dia masih mau saja di perlakukan seperti itu oleh ibu dan kedua saudaranya”.

“sebenarnya nona yuri tau kalau ibunya tidak menyayanginya, namun prinsip nona yuri adalah jika dia terus memberikan kasih sayangnya pada mereka , lambat laut mereka juga akan balik menyanyanginya”.

Jessica tidak habis fikir kenapa si hitam bodoh ini punya pemikiran seperti itu, sudah jelas-jelas ibu dan saudaranya tidak menginginkannya, bagaimana mungkin dia masih bisa baik kepada mereka. Jessica masih terus memikirkan apa yang bibi choi jelaskan kepadanya barusan.

 

@Incheon Airport

Yuri masih setia menunggu ibu dan juga kedua saudara tirinya di Airport, dia bolak balik mengecek ponsel maupun jam di tangannya, karena seharusnya mereka sudah sampai di korea, namun sudah hampir 1 jam dia menunggu tapi tetap tak terlihat ibu maupun saudara tirinya.  Setelah kurang lebih 30 menit lagi dia menunggu akhirnya orang yang ditunggu-tunggu pun datang, “Yul..”, sapa seoarang gadis dengan rambut merah dan lipstick yang juga tak kalah merahnya, persis seorang gadis bar-bar.

“eoh.. Yubin eonni”.

Yeah dia adalah Yubin, kakak tiri yuri yang merupakan adik dari Jeojong.  Yuri segera menghampiri mereka dan mencium tangan ibu tirinya, kemudian ia membawakan tas mereka, berhubung supir mereka tidak masuk jadi yuri sedikit kesusahan membawa semua barang mereka.

“kenapa kau tidak mengajak istrimu untuk menjemput kami sehingga kau tidak perlu kesusahan membawa semua tas kami, eoh??  “ nyonya Kim atau sekarang menjadi nyonya kwon mengeluarkan suaranya ketika mereka sudah di dalam mobil. “ani.. aku tidak ingin membangunkan tidurnya karna sewaktu aku pergi sica sedang tidur”, jawab yuri sambil fokus menyetir.

“apaaa?? Masih Tidur?? Ckck yang benar saja, istri macam apa seperti itu”. Yubin seolah tidak suka dengan kelakuan istri adik tirinya tersebut.

“mungkin dia lelah,’ jawab yuri pada Yubin.

“seharusnya kau lebih bisa membimbingnya kwon yuri”, suara berat Jaejong ikut menimpali apa yg di ucapkan yubin tadi. Sedangkan yuri hanya bisa diam mendengar omelan-omelan ibu dan saudara tirinya di dalam mobil.

 

&&&

 

“tae,, tolong kau bawakan tas ku, tangan ku sakit sekali”.

“tapi aku juga sedang membawa tas ku miyoung, apa kau tidak melihatnya?”.

“aiisshhhh kau payah sekali, apa susahnya sih membawa 2 tas sekaligus, kau begitu lemah kim taeyeon, seperti wanita saja”.

“Yaakkkk miyoung-ah aku memang wanita arra, kau fikir aku apa? Makhluk alien?”.

“hahahahahahaha… nee nee arasseeooo, I know that, but to me you’re a super hero”.

“whatever miyoung-ah”

“tae..”

“hem,, wae?”.

“kau,, eumm maksudku apa kau masih mengingat jessica?”.

…..

…..

“eummm… apa aku salah bicara? Mianhae tae”

“ahhaha …. Aniya miyoung-ah, kenapa meminta maaf eoh? gwenchana aku memang masih mengingatnya, bahkan hatiku pun masih bergetar jika ada yang menyebut namanya, dan kau lihat aku sekarang miyoung-ah, aku sudah menjadi orang sukses sekarang, bahkan lebih sukses dari tuan jung yang angkuh itu, aku juga bisa membeli perusahaanya sekarang. Kau lihat aku kan miyoung ? apa menurutmu dengan keadaanku yang sekarang bisa membuat Jessica kembali lagi padaku? Katakan padaku miyoung-ah”.

Yeaah… semenjak jessica memutuskan lebih memilih pilihan orang tuanya, kim taeyeon menjadi orang yang pekerja keras. Tiada hari tanpa bekerja. Dan inilah ia sekarang. Menjadi salah satu gadis muda yang cukup sukses. Ia ingin membuktikan pada Tuan Jung jika sekarang, ia bisa melalukan apapun dengan keberhasilannya.

“a..aa..aku tidak tau tae,, tapi bukankah Jessica sudah menikah ? bagaimana mungkin dia bisa kembali padamu”.

“itu bisa miyoung-ah, bukankah dulu ayahnya mengusirku karena aku orang miskin? Tapi lihat lah aku sekarang??  Bahkan aku lebih bisa membahagiakan Jessica dari suaminya sekarang. Kau mendukungku kan miyoung? Miyoung-ah jawab aku”.

“hah? Oh eum ,,, nee aku pasti mendukung apapun yang kau lakukan tae”.

“gomawoo miyoung-ah kau memang sahabat terbaikku”, taeyeon memeluk tiffany erat.

‘sahabat..kau hanya menganggapku sahabat kim taeyeon sedangkan aku menganggapmu adalah hidupku, tidakkah kau melihat besarnya rasa cinta yang aku berikan untukmu’

 

&&&

 

“bibi choi kami pulaaanggg”

“oh nona yuri dan juga nyonya besar sudah sampai, sini nyonya saya bawakan”

“memang seharusnya kau membawanya, kau kan pembantu disini”. setelah nyonya kwon dan kedua anaknya melenggang masuk, sedangkan yuri melihat raut wajah bibi choi yang sedih.

“bibi choi, gwencahana?”. Tanya yuri padanya.

“neee nona, aku sudah biasa mendengar kata-kata seperti itu, sebab saya memang seorang pembantu”.

“aniyaaa… bibi sudah aku anggap sebagai bibi ku sendiri arra?”.

“nee nona yuri khamsahamnida”.

“nee bibi, cheonma”.

 

@Jessica Pov.

‘bibi choi kami pulaaaanggg’

 aku mendengar suara yuri, apakah dia ah maksud ku mereka sudah pulang? Lebih baik aku lihat sendiri. Benar mereka sudah pulang, aku mengintip dari balik pintu di dapur untuk melihatnya bahkan walau hanya baru pertama kali lihat aku bisa tau kalau mereka itu orang – orang yang haus akan harta, ckck kwon yuri babo masih saja kau mempercayai mereka.

“nona sica tidak mau menemui mereka?”.

“aniyaa bi aku tidak suka dengan mereka”.

“tapi mereka juga kan mertua nona”, benar juga apa yang dibilang bibi choi.

“baiklah bibi aku akan keluar”.
Aku berjalan perlahan menghampiri mereka, dan ‘omoo tatapan mata mereka langsung tertuju pada kalung yang aku kenakan’.

“anyyeong haseyo naneun Jessica imnida”, aku mencoba ramah kepada mereka, namun mereka tidak ada yang menyahut satupun, benar-benar tidak sopan.

“oh jadi kau yang bernama Jessica ? baiklah Jessica kenalkan aku Yubin dan ini eomma ku dan yang disana kakakku Jaejong”, jinjjaa mereka ini manusia atau iblis kenapa wajahnya sama sekali tidak mencerminkan kebaikan.

“hallo Jessica”. Jaejong, namja tertua di rumah ini menjulurkan tangannya padaku dengan tatapan yang errrr sangat menggelikan.

“hallo oppa”.

“kau.. apa kalung yang kau pakai adalah pemberian yuri anakku?”.

“oh.. aniyaa ini adalah pemberian ayahku sebelum aku menikah”.

“kalungmu bagus juga, bolehkah aku meminjamnya? Atau biarkan aku saja yang meyimpannya”?.. ‘What ?? Ckckck apa-apaan ini? kenapa mereka ingin sekali aku memberikan kalungku ini pada mereka, jinjaa sampai kapanpun aku tidak akan memberikannya.

“andwe.. aku tidak akan memberikannya karna ini adalah pemberian ayahku, jika kalian mau kenapa kalian tidak membelinya saja, bukankah kalian punya banyak uang”.

“Mwoo?? Kau berani berbicara seperti itu pada eomma ku? Yakk menantu macam apa kau sampai – sampai kau berani menentang mertuamu sendiri huh?”, ckck Yubin berbicara seolah dia adalah anak paling berbakti kepada ibunya.

“Mian.. tapi aku tidak bermaksud menentang, hanya saja ini pemberian ayahku jdi aku tidak bisa memberikannya pada kalian, Permisi”

 

&&&

 

“jinjaa eomma apa yang anak itu katakan pada kita?”.

“anakku Jaejong tenanglah, anak itu sepertinya akan membangkang kepada kita tidak seperti yuri”.

“lalu apa yang akan eomma lakukan?”.

“aku akan meminta bantuan yuri”, mereka semua serempak tertawa, yeahh mereka menertawakan kebodohan seorang kwon yuri.

 

 

 

@kamar

“apa-apaan mereka?!! enak saja mau menyimpan kalung yang aku pakai, ckck tidak akan aku berikan pada mereka”

“sica-ah gwenchana?”.

“nee”.

“jeongmal?”.

“aku hanya kesal dengan kelakuan ibu dan juga kedua saudaramu kwon yuri”.

“waeyoo?”.

“mereka menyuruhku menyerahkan kalung ini pada mereka yang benar saja”.

“lalu kenapa kau tidak memberikannya?”.

“MWOOO??? Maldo andwe kwon yuri, ini adalah kalung pemberian ayahku, sampai matipun aku tidak akan memberikannya pada mereka.

“kalau aku yang memintamu untuk memberikan kalung itu pada mereka apa kau mau melakukannya?”.

“Andwe… aku tidak mau”.

“aku akan membelikan kalung yang baru untukmu sica, berikan saja itu kepada eomma”.

“aniyo”. Tolak ku marah.

“berikan kalung itu padaku biar aku yang akan memberikan pada mereka”.

“Yaakkkk Kwon Yuri apa yang kau katakan Huh? Shireo!! Aku tidak mau”.

“sica aku mohon, berikan kalung itu”

“Dengarkan aku kwon yuri, apa kau bodoh? Atau kau tolol?? Kenapa kau tidak melihat kalau mereka sama sekali tidak ada yang menyayangimu ? mereka semua membencimu kwon yuri.  membencimu, tapi kau dengan bodohnya menuruti semua keinginan mereka, mereka hanya memanfaatkanmu apa kau tau itu Huh???”.

“aku tau sica-ah, aku tau tapi aku percaya lembat laun mereka akan bisa menyayangiku seperti anaknya sendiri, karna hanya mereka lah yang aku punya Jessica, hanya mereka”.

…..

…..

…..

“jadiii,,,, berikan kalung itu pada eomma, aku mohon”.

“jinjaa kwon yuri aku membencimu”.

 

 

&&&

 

“sica sedang apa kau disini?”.

“aniya hanya sedang duduk, wae?”.

“aniyaa,, oh yaa aku batal untuk bertemu dengan kim taeyeon besok”.

“wae ?”.

“karna aku harus ke jepang malam ini ada salah satu perusahaan kami disana mengalami penurunan, dan aku harus mengeceknya”.

“kenapa tidak besok pagi saja kau perginya?”.

“besok pagi sudah harus meeting. Maka dari itu aku takut waktunya tidak akan terkejar”.

“jam berapa kau berangkat?”.

“jam 9 malam nanti”.

“berapa hari kau disana?”.

“molla,, mungkin bisa jadi 1 minggu”.

“Mwooo??? 1 minggu?”.

“nee.. wae?”.

“aniya hanya saja aku merasa risih dengan oppa mu”.

“Maksud mu Jaejong oppa ? Waeyo ?? Ada apa dengan jaejong Oppa?”.

“tentu saja , memangnya oppa mu siapa lagi bodoh”.

“ahhahahha gwenchana, dia tidak akan melakukan apapun padamu”.

@jam 8.30

 

“sica-ah aku pergi yaahh, kau jangan kemana mana selama aku tidak ada dirumah, arra?”.

“nee arraseo, semoga semuanya berjalan lancar yuri-ah”.

“nee gomawoo”

“choi ahjussi kajja kita pergi”

“sepi sekali ternyata kalau tidak ada si hitam itu, tidak ada temanku berkelahi. Ommo… Kenapa aku jadi memikirkannya, aniyoo aniyoo”.

Jessica bodooohh…

Kriinggg  Kriinggg

eoh? Siapa ini?

“yeobseo?”.

“hai Jessica aku Jaejong”, Ige mwoya? Kenapa dia menelponku malam malam begini?

“ne, wae oppa?”.

“ough kau galak sekali sih”, jinjja apakah dia sedang menggodaku.

“ada apa kau menelepon malam-malam begini oppa?”.

“ahahaha  rilex Jessica, aku hanya ingin memberikan titipan yuri padamu, jadi bisakah kau keruangan ku sekarang?”.

“aniyoo besok saja karna ini sudah malam”.

“tapi kau harus menerimanya sekarang kalau tidak yuri akan marah padaku”.

“itu urusanmu”.

“kau galak sekali, ayolah Jessica aku mohon, ruanganku paling bawah araa? Aku akan menunggumu sekarang”.

 

Tuttt  Tuuttt

 

“aigoo .. bagaimana ini ? apa aku harus keruangan jaejong sekarang?, baiklah aku akan kesana”

@Jaejong Room

 

Tok Tokk Tokk

 

“Masuk”.

“eoh? Kau sudah datang, kajja masuklah kenapa hanya berdiri disana Jessica”.

“aniya aku disini saja, ada apa?”.

“hahaha  sama sekali tidak sopan jika kita berbicara seperti ini, kajja masuklah aku tidak akan macam-macam padamu, kajja”.

“oke baiklah, kalau kau macam-macam aku akan memberimu pelajaran”.

“hahahahaha aigooo kenapa istri kwon yuri begitu galak eoh?”.

“cepat katakana ada apa?”.

“begini kau taukan jika yuri itu presdir di perusahaan kami?”.

“lalu?”.

“apa kau mau bekerja sama denganku untuk menghancurkan yuri? Aku tau kau tidak menykainya bukan? Oleh sebab itu kau harus bekerja sama denganku”.

“ckckc saudara macam apa kalian ini, asal kau tau, yuri sangat menyayangi kalian melebihi dirinya sendiri tapi apa yg dia dapat? Kalian bahkan ingin menjatuhkannya”.

“hahahahah ohh ayolahh Jessica, kau tidak usah munafik seperti itu, kau juga ingin hartanya yuri bukan?”.

“aniyaa aku sama sekali tidak tertarik”.

“sayang sekali padahal aku kira kau bisa diajak kerja sama”.

“mau apa kau mendekat padaku?!! Berhenti aku bilang. Atau kalau tidak aku akan teriak!!!”.

“ahahahahha  kau ingin teriak?? silahkan saja, karna ruanganku ini sama sekali tidak akan ada orang yg bisa mendengarnya”.

“Yakkk Kim Jaejong aku bilang berhe.. Empphh emmphh”, mulut Jessica dibungkam dengan tangan besar Kim jaejong.

TBC

HUG ME ANY LONGER

image

       ” Karena pertemuan yang indah dan terjalin erat, belum tentu berakhir seperti apa yang kita inginkan seberapa keras pun kita mencobanya, jika Sang Pengantur Rencana tidak mengkhendaki”…….

Hembusan angin menerbangkan beberapa helai daun kering yang telah merapuh, terlepas lalu terbang dari ranting yang senantiasa menggenggamnya. Suara dedauan yang saling bersentuhan menciptakan melodi alam dalam diam milik indahnya malam. Entah kenapa malam hari ini dingin terasa begitu sangat menusuk. Bahkan langit hitam diatas sana juga terlihat seperti tengah bersengkokol untuk menciptakan malam dengan suasana begitu menyesakkan.

Uap asap terlihat seiring dengan helaan nafas dari seorang gadis pendek berkulit putih yang kini tengah duduk di atas tembok yang warnanya sudah mulai mengelupas. Helaan nafasnya terdengar sarat akan keputusasaan. Rambut panjang pirang serta kepalanya sedikit menunduk, mencoba mencari objek pandang sebagai pengalih perhatiannya.

“Bisakah kau mengatakan sesuatu? Aku tidak suka melihatmu yang menjadi pendiam seperti ini tae”.  Gadis yang terduduk disampingnya nampak mencoba mencari celah untuk memancing gadis itu berbicara. Sejak setengah jam yang lalu  bertemu, mereka hanya saling terdiam. Tidak ada satu pun dari keduanya yang berinisatif untuk memulai percakapan.

Kim Taeyeon gadis imut yang sejak tadi tertunduk itu menoleh pada gadis manis disampingnya. Menarik seulas senyum dibibirnya. Mencoba menghapus keraguan yang mencengkram erat hatinya.

“Kau ingin aku bicara apa, panny~ah?”. Tiffany tersenyum mendengar balasan dari gadis itu yang menurutnya sangat menggoda. Ia merindukan kim taeyeon yang seperti ini.

“Biasanya kau itu selalu berisik seperti anak kecil. Kau terlihat aneh jika diam seperti ini. Bukan seperti kim taeyeon yang aku kenal”. Gadis itu mencibir. Kebekuan suasana itu kini terlihat mulai mencair seiring dengan kedua tangan yang saling merajut, bergenggaman.

Kehangatan terasa saat kedua kulit itu bersentuhan. Menciptakan satu detak baru dalam aliran nadi masing-masing.

“Bukannya kau yang selalu memintaku untuk tidak bersikap seperti itu ?”. Kim taeyeon kembali melancarkan aksi godaannya, membuat pipi gadis itu perlahan mulai merona karena malu. Yah, ia memang tak suka jika kim taeyeon itu mulai merengek seperti seorang bayi, tidak mendengarkan larangan dari nya.  Tapi berisik lebih baik dari diam. Terlebih sekarang.

“Iya, tapi kau terlihat tak cocok jika bersikap seperti itu tae”. Helaian rambut keduanya saling berterbangan saat angin berlari melewati mereka. Membuat mereka berdua tanpa sadar mengeratkan genggaman.

Kim taeyeon mendengus geli, terkekeh pelan sebelum kemudian mengalihkan tatapannya. Mengamati jalanan didepan mereka yang telah sepi.

“Wae? Apa kau takut nantinya akan banyak yang menyukai ku jika aku tidak lagi seperti anak kecil huh?”. Tiffany meninju bahu gadis itu pelan dengan tangannya yang bebas. Merasa kesal dan gemas secara bersamaan.

“Jangan terlalu percaya diri Nona Kim”. Gadis yang dipanggil nona kim itu kembali menoleh pada gadis cantik bermata bulan sabit pencengkram hatinya. Memandangi objek indah itu untuk sejenak.

Tiffany mengerjapkan mata menatap bingung, ia canggung ditatap sebegitu intens oleh gadis imut disampingnya. Gadis periang itu jarang memperlihatkan sisi serius dalam dirinya. Hampir selalu bertingkah selayaknya seorang bocah yang hanya tertarik dengan dunianya.

“Kau mulai bertingkah aneh lagi…”. Lagi, Tiffany kembali membuka suara hanya untuk membuat gadis penyukai ice cream itu tak lagi memandangnya seperti itu. Bukan ia merasa risih, hanya saja melihat mata itu, melihat ekspresi wajah didepannya itu…Ah, dia tak ingin mengungkitnya.

Kim taeyeon terkekeh pelan, mengusap tengkuk belakangnya dengan kaku.

“Aku hanya ingin memandangimu…”. Kim taeyeon bergumam pelan. Mengusapkan ibu jarinya pada punggung tangan milik gadis itu yang kini tengah dalam genggamannya. Menatap tangan mereka yang saling menyatu. Terasa tak ada celah.

Tiffany tersenyum, kini malah ia sendiri yang justru sibuk memandangi wajah gadis berparas imut tersebut. Mengamati setiap jengkal wajah yang hampir separuh hidupnya ini menjadi teman setia dalam setiap langkah hidupnya. Selalu membuatnya mampu untuk sekedar mengukir senyum meski kadang luka terlalu kejam menyakiti dirinya. Menyakiti keduanya.

Satu lelehan airmata akhirnya tumpah dari mata indah itu. Dengan cepat tiffany menghapusnya, ia bahkan tak sadar bahwa dirinya bisa semudah itu menangis hanya menatap wajah gadis yang selalu memberikannya bahu untuk sekedar melepas lelah yang ia rasakan.

Kim taeyeon menoleh merasakan tiffany sedikit bergerak dari posisinya. Mata itu menyipit padanya.

“Kau menangis? Gweanchana panny~ah?”. Kim taeyeon bertanya ragu. Gadis itu nampak menggelengkan kepalanya. Berpura-pura.

“Tidak, aku hanya terkena debu tae.” kilah tiffany sambil berusaha tersenyum.

Kim taeyeon menjulurkan tangannya yang bebas mengusap lembut pipi gadis itu. Merasakan dingin saat kulit jemarinya menyentuh permukaan kulit wajah sahabat sekaligus orang yang sangat ia cintai.

“Kau kedinginan, panny~ah ? Lebih baik aku antar kau pulang. Aku takut jika nanti kau jatuh sakit”. Tiffany  menggelengkan kepalanya cepat, melepaskan genggaman tangannya dan memeluk lengan gadis itu dengan erat.

“Aniya taetae, kita saja baru bertemu. Aku ingin disini lebih lama lagi bersama mu”. Kim taeyeon tersenyum melihat tingkah tiffany.

“Kundae panny~ah, aku takut kau akan sakit jika terlalu lama disini”. Khawatir taeyeon.

Tiffany menyenderkan kepalanya pada bahu mungil milik kim taeyeon. Mungkin setelah ini ia tidak bisa melakukan hal manis seperti ini pada gadis itu. Apa salah jika ia bertindak manja untuk yang terakhir kalinya ??

“Tae~”.  Kedua alis gadis itu bertaut mendengar gumaman halus tiffany.

“Hmm ?”.

“Apa kau akan datang besok ?”. Tanya tiffany sedikit bergetar, menahan isak tangisnya.

“Aku pasti akan datang panny~ah”. Balas taeyeon dengan suara yang tak kalah bergetarnya dari tiffany.

” Apa yang kau ingin kan setelah ini?”. Tanya tiffany lagi.

“Ehm, mungkin aku ingin bebas…”. Gumam taeyeon pelan. Tiffany menengadahkan kepalanya. Menatap taeyeon dengan bingung.

“Bebas? “. Taeyeon mengangguk, tersenyum sembari mendaratkan satu kecupan pada dahi tiffany.

“Aku ingin menikmati hidupku…”. Gadis itu berujar sedikit menerawang.

Tiffany kembali menudukkan kepalanya. Jantungnya tiba-tiba bergetar. Bukan getaran yang selalu membuatnya nyaman tapi sebuah perasaan yang justru terasa menyudutkannya, membuatnya takut.

“Bagaimana denganmu? Bukankah cita-citamu akan segera terwujud besok? Kau akan menikah panny~ah”. Taeyeon mencoba mencairkan suasana, namun kepala gadis itu justru semakin dalam menunduk. Membuat helaian rambutnya jatuh menutupi wajahnya.

“Panny~ah…??? “. Taeyeon memanggil pelan, menyadari sikap tiffany yang tiba-tiba menjadi diam. Gadis itu menyingkap helaian rambut halus milik tiffany. Memaksakan tiffany untuk menatap kearahnya.

Mata kim taeyeon terlihat membesar saat mendapati mata indah milik tiffany  kini telah ternoda dengan butiran-butiran bening yang dengan pasti terus menetes membasahi wajahnya.

“Aku tak bisa taetae~ah…” Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. Wajahnya terlihat memerah karena tangis. “Aku tidak bisa berhenti menangis, maaf…”. Tiffany mengingat janjinya pada taeyeon jika ia tidak akan menangis lagi.

Kim taeyeon menghela nafas sesak. Ikut meringis dalam hati meyaksikan isak tangis yang keluar dari gadis disampingnya. Bukannya kim taeyeon tak pernah menangis mendapati dirinya akan kehilangan gadis yang sangat ia cintai. Ia bahkan selalu menangis saat tertidur. Tapi didepan tiffany, ia berusaha tidak menangis.

“Gweanchana,,, tidak apa-apa”. Kim taeyeon mengusap wajah basah tiffany dengan jemarinya. Menghapus airmata milik gadis itu. “Jangan seperti ini panny~ah,,,, jangan menangis dihari bahagia mu, aku rasa kau akan menyesal saat mendapati mata mu membesar seperti alien saat acara mu besok”. Nada canda yang keluar dari kim taeyeon terdengar penuh kegetiran dan kepahitan.

Tiffany mencoba menghalau airmatanya yang kembali ingin menetes. Tapi seperti keran rusak, air itu terus saja mengalir. Ck, ia mengingkari janjinya untuk tak menangis dihadapan gadis itu.

“Aku tak ingin ber-”

“Kajjah,,,, ku antar pulang. Aku rasa siwon oppa pasti khawatir saat mengetahui pengantin wanitanya tidak ada dirumah”. Kim taeyeon terbangun dari duduk. Meraih tangan gadis itu untuk beranjak dari posisinya. Terkesan memaksa.

Tiffany terdiam sejenak masih menundukkan kepalanya. “Peluk aku tae. Jeball peluk aku” Pintanya lirih. Hening sesaat.

Kim taeyeon tak bicara apapun, mendekati gadis itu dan merengkuhnya erat. Mereka telah sepakat untuk tidak melontarkan kata perpisahaan, untuk tidak mencoba terpaku pada masa lalu. Berangan tentang hal yang tak mungkin mereka gapai.

Karena takdir mereka memang harus berakhir seperti ini.

“Aku memang akan menjadi seorang pengantin …”Gadis itu berhenti sejenak, masih memeluk erat punggung kim taeyeon. “tapi, apa gunanya jika bukan kau yang berdiri disampingku”. Tangisnya tertahan saat ia mengatakan hal yang membuat hati nya terasa lebih sakit dari sebelumnya.

Hati taeyeon mencelos mendengar perkataan sederhana dari gadis yang sekarang berada di pelukannya. Gadis yang sebentar lagi tidak akan bisa ia gapai sosoknya. Tidak akan lagi bisa ia kecup dahinya untuk menenangkannya disetiap kekalutan hatinya. Tidak akan lagi bisa ia goda dengan kata-kata manisnya. Karena esok, ditempat sakral itu, dalam alunan melodi lembut, dalam balutan gaun mewah, gadis itu akan mengikat janji dengan seseorang.

Bukan dengan dirinya.

Bukan dengan dirinya yang mencintai gadis itu segenap hatinya, hingga pada akhirnya ia justru harus memutuskan untuk melepaskannya. Bukan pula ia yang seorang pengecut karena tidak berani hanya untuk mempertahankannya atau sekedar membawa gadis itu lari dari kenyataannya yang tak mereka inginkan. Ia, kim taeyeon harus merelakan satu satu nya hal yang paling ia inginkan untuk orang lain.

Ia sudah mencoba, namun hanya titik perpisahanlah yang terlihat didepan mata. Maka tak ada pilihan lagi yang bisa ia pilih. Ia akan tetap berdiri pada pusaran yang sama. Melepaskannya untuk orang lain dan membangun kembali puing-puing kehidupannya yang ia sendiri tak yakin untuk mampu melakukannya.

“Besok,  saat kau berjalan menuju altar, aku rasa kau akan menjadi satu satu nya pengantin tercantik yang pernah aku lihat panny~ah. Dan siwon oppa pasti akan menjadi pengantin pria terberuntung karena bisa memiliki mu”. Tayeon mencoba menenangkan dirinya sendiri.

” Aku tahu, mungkin sekarang sudah terlambat untuk mengatakan hal seperti ini pada mu. Tapi aku rasa ini waktu yang pas untuk mengatakan jika aku benar benar mencintai mu tippany. Dan menurut ku siwon oppa adalah lelaki baik untuk mu”. Kim taeyeon berbisik pelan dalam helain rambut coklat panjang itu. Membiarkan tangis milik gadis itu semakin tumpah tak terkendali. Keduanya menangisi keadaan yang besok sudah tak lagi sama.

“Peluk aku lebih lama lagi, Taeyeon~ah”. Kim taeyeon hanya mengganggukkan kepalanya, mempererat dekapannya pada tubuh tiffany yang terasa lemah.

Kim taeyeon telah berbesar hati merelakannya. Ia tak akan merubah skenario Sang Pencipta yang berjalan. Tidak pula menyalahkan keadaan dirinya yang ternyata sangat mencintai sahabat kecilnya itu. Dan tak akan menyesal telah mencintai Tiffany Hwang.

Di taman itu mereka bertemu untuk pertama kali. Dan ditaman itu pula mereka berpisah tanpa ada kata selamat tinggal yang terucap dari bibir masing-masing.

Esok akan menjadi babak baru untuk mereka didalam kehidupan masing masing. Tiffany, ia akan menjadi seorang pengantin paling sempurna dan kim taeyeon, haaahh….. ia akan menyaksikan gadis yang paling ia cintai mengikat janji dengan orang lain.

Setelah mengantar tiffany, taeyeon tidak memutuskan untuk segera pulang. Ia bahkan enggan untuk kembali ke apartemen miliknya yang menyimpan begitu banyak kenangan mereka berdua. Karena ia terus saja menunduk saat berjalan, maka dari itu ia tidak sengaja menabrak orang lain. Karena merasa bersalah, kim taeyeon segera meminta maaf dan membungkukkan badanya.

” Mianhae aku tidak sengaja”. Kata taeyeon sambil menatap orang yang di tabraknya barusan.

” KAU ????”.

” TAE ????”.

THE END

Annyeeoooooooong *LambaikanTanganAlaMissUniverse

Maap yeh kalo belakangan ini gw sering nongol ngepost FF yang ceritanya makin absurd. Buat yang nanyain kpn FF yg masih TBC dilanjut, gw sendiri juga gatau. Gw ntu pelupa parah, jd sorry2 aja kalo gw udh lupa sama jalan cerita ff yg gw buat sendiri. Dan ntu artinya, gw gatau mau dilanjut apa kaga *BakarKeongRame2
Cuma kalo buat oneshoot, gw banyak cadangan sih. Ampe yg NC juga ada wkwkwkwk

Oiyah gw mau tanya nih kira2 disini ada yg nnton PHANTASIA INA ga ?? Kalo ada bisaaaaa kaliii kita meet up wkwkwkwkw… serius nih, kalo ada yuk lah kita meet up sama Authors – Readers yg lain~~~ jawab di komenan yaah~~~

– Love Yaa~~ Keong –

Posted from WordPress for Android