Author: keong

L. O. L

Jakarta, maret 2018

Sudah 2 hari sejak kedatangannya di Indonesia, tepatnya jakarta, kim taeyeon masih saja jetlag. Ia merasa pusing dan mengantuk padahal biasanya berpergian jauh bukan hal baru bagi nya. Karena ada urusan pekerjaan, mau tidak mau ia harus terbang dari seoul dan akhirnya tiba di Jakarta.

“Aahh.. Kepala ku pusing. Pukul berapa sekarang? Ck masih terlalu pagi “. Katanya setelah melihat jam baru menunjukkan pukul 8 pagi.

Ia terlihat sibuk dengan ponselnya. Ntah apa yang sedang ia kerjakan. Setelah puas dengan ponselnya, ia memutuskan untuk segera bangun karena ia mempunyai janji dengan seseorang. Namun belum sempat ia beranjak, smartphone mahal miliknya berdering.

Senyum lebar tampak menghiasi bibir tipisnya saat melihat penelpon tersebut. Tanpa buang waktu ia segera menggeser tombol hijau. Berteriak kencang dan sepertinya membuat lawan bicaranya menderita sakit kuping sebelah.

Kim taeyeon : “YOOOW WASSAAP KWOONNN ?? HAHAHAHAHA”. Suara girangnya terdengar sangat nyaring.

Kwon yuri. Orang yang kini menderita sakit kuping sebelah, menjauhkan ponselnya. Benar benar jauh karena suara teriakan sahabat kerdil nya itu terus mendengung di kupingnya.

Kwon yuri : “KIM TAEYEON SIALAAAANNN PELAN KAN SUARAMUUUU”. Teriaknya tak kalah nyaring.

Sekarang taeyeon merasakan apa yg sebelumnya yuri rasakan. Kupingnya mendadak berdengung dan itu sangat tidak enak *rasain lu pendek. Kini keduanya tengah mengusap usap kuping bagian kiri masing masing.

Kwon yuri : ” Yaah taeyeon~ah. Apa aku mengganggu mu? “. Tanya yuri setelah ia merasa sedikit lebih baik dengan kupingnya.

Kim taeyeon : “Aniya yul. Tapi disini masih pagi sekali. Aku kira kau belum bangun”.

Kwon yuri : “Aku belum tidur sejak semalam. Bukannya Jakarta seoul hanya beda 2 jam? Harusnya disana baru jam 8 dan itu tidak terlalu pagi bodoh”. Tanya yuri sambil melirik jam.

Kim taeyeon : “Wae? Masih belum bisa tidur? Tetap saja masih terlalu pagi untukku”.

Kim taeyeon : “Bagaimana keadaanmu? Kau tau? Jika aku tidak sangat terpaksa datang kesini, aku tidak akan mau. Jakarta itu sangat panas”.

Kwon yuri : ” Aku? Aku baik baik saja. Memangnya kenapa denganku? Ya Jakarta memang panas sepertinya. Tidak seperti disini”.

Taeyeon tidak menjawab. Ia tau yuri sedang tidak baik baik saja. Anak itu selalu bilang “aku baik baik saja” padahal tidak. Yuri, ia jadi jarang menceritakan apapun kepada dirinya. Apapun itu. Tapi bukan berati tidak pernah. Hanya saja sekarang ia menjadi sedikit lebih pendiam. Seperti bukan yuri. Begitu pikir taeyeon.

Kwon yuri : “Taeng apa kau masih disana? Kenapa diam saja???”. Tanya yuri.

Kim taeyeon : “Eoh? Oh ya ya. Mian hehehe. Kau benar baik baik saja?”.

Kim taeyeon : “Aku tau sekarang kau sedang tidak baik baik saja. Kau putus dengan Jessica. Dan kau bilang itu baik baik saja? “.

Kini malah yuri yang diam. Ia sebenarnya malas membahas masalah itu. Masalah yang hampir selalu terjadi. Berulang- ulang. Jessica, gadis itu. Gadis yang tidak pernah benar benar bisa yuri pahami. Gadis yang keras kepala, melebihi sooyoung teman shikshinnya. Sudah terlalu lelah untuk yuri.

Kim taeyeon : ” Bagus. Sekarang kau yang diam”. Taeyeon berdecak kesal.

Kwon yuri : “Kekekeke mian kiddo. Memangnya apalagi yang ingin kau dengar dari ku? Aku memang sudah tidak dengan Jessica lagi. Terus apa yang kau ingin dengar? “. Tanya yuri.

Kim taeyeon : “Kau tidak sedih? Tidak merasa kehilangan? Kau… Terlihat biasa saja yul”. Taeyeon terdengar heran.

Kwon yuri : “Jinjah? Apa aku terlihat biasa biasa saja? Kau saja tidak berada disini bagaimana bisa kau bilang seperti itu taeng hahaha”. Tawa khas terdengar begitu ringan.

*Gue ribet nulisnya, jadi gue persingkat inisial aja ya wkwkwk

KT : “Aniya. Bukan itu maksudku.Begini, kau kan baru saja berpisah dengan Jessica. Aku tau kalian berhubungan sudah cukup lama. Tapi melihat kau bahkan tidak menangis, itu terasa sedikit aneh bagi ku”.

Kw : “Kau ingin aku menangis? Aku tidak secengeng itu kim taeyeon. Kau tau itu. Aku memang sudah berpisah. Tapi jauuhh sebelum aku benar benar berpisah dengannya , aku sudah sering merasakan hal seperti ini”.

Kw : “Ini bukan hal baru lagi menurut ku. Aku sudah berkali kali merasa jika sebenernya Jessica sudah bosan. Dengan semua sikapnya terhadap ku, aku tau. Gadis itu sudah lama sekali ingin berpisah”. Yuri menghela napasnya.

Kw : “Waktu ia bilang “tidak perduli”, kau tau bagaimana perasaan ku? “. Yuri kembali mengingat percakapannya dengan Jessica.

Kw : “Jika orang lain yang tidak perduli, aku tidak masalah. Jika orang lain yang mengatakan itu, aku tidak akan merasa seputus asa seperti saat itu”.

Taeyeon diam. Ia bingung mau berkomentar apa untuk sekedar menenangkan sahabatnya. Mungkin jika ia disana, ia bisa memeluk gadis tinggi itu untuk sekedar menenangkan. Tapi sekarang, ia berada jauh darinya.

Kw : “Aku sedih taeng. Sangat. Aku memang tidak sepenuhnya percaya karena ia pernah tidak jujur padaku. Tapi aku tetap percaya jika Jessica tidak sepenuhnya ingin berbohong. Ia hanya takut aku marah”.

KT : ” Heei buddy, bukan salah mu jika kau sedikit tidak percaya. Wajar jika kau begitu. Kau juga pernah berbohong kan? Menurut ku juga wajar jika ia sedikit tidak percaya”.

Kw : “Yah aku memang pernah. Tapi bukan berbohong aku pergi dengan siapa. Bukan kebohongan seperti yang ia lakukan”.

KT : “Lalu bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah melupakannya? “.

Kw : “Mwo? Lupa? Secepat ini? Kau bercanda taeng? Jika aku tidak beneran sayang, mungkin aku tidak akan patah hati seperti ini kim taeyeon”.

KW : “Aku tau mungkin bukan waktu yg tepat membicarakan ini dengan mu. Apalagi hanya lewat telpon. Tapi aku rasa keputusan Jessica untuk mengakhiri hubungan kita bukan hal yg buruk menurut ku”.

KT : “Maksud mu? Bukankah perpisahan adalah hal paling terburuk dari suatu hubungan?”.

KW : “Jessica berhak bahagia taeng. Akupun begitu. Jika dia dengan ku tidak bahagia, lalu kenapa aku harus menahannya? Dibalik kebohongan seseorang biasanya ada hal yg ingin ia capai. Bahagia misalnya”.

“Aku paham maksudmu. Hanya saja aku masih tidak mengerti kenapa kau bisa sesantai itu sekarang? Tapi aku menyukaimu yg seperti ini yul. Kau benar. Jessica berhak bahagia. Ia berhak mendapatkan seseorang yang lebih baik lagi dari mu. Yg mencintainya lebih dari mu. Seseorang yg nantinya akan selalu menomor satukan dirinya dari pada apapun”.

“Ya semoga saja. Lagi pula jarak juga merupakan kendala yg cukup besar menurut ku. Tapi tetap saja ada banyak kesalahan yg aku perbuat selama masa pacaran dengannya. Jadi yaaa…. Begitulah hehehehe”.

“Arraseo arraseo. Yasudah kalau begitu. Siang ini aku ada janji bertemu dengan client ku jadi aku harus bersiap siap menemuinya jika tidak nanti appa akan marah kalau sampai aku telat. Baiklah kwon sampai nanti, aku akan menelpon mu jika sudah selesai”.

Padalah masih banyak yg ingin taeyeon tanyakan. Tapi berhubung ia ada janji, ia harus menunggu sampai kembali ke seoul dan menanyakan langsung pd sahabatnya. Ia tau. Sangat tau jika sebenernya banyak yg ingin dikatakan oleh sahabatnya. Hanya saja yuri masih banyak menimbang.

“Taeyeon~ah…. “. Panggil yuri.

“Hmm? “.

“Aku akan menyusul mu ke Jakarta”.

*ini ff isinya yuri jessica mulu ya? Bosen sih lagi lagi masalah percintaan yg kandas *apabanget si lu ong* , makanya gue lg buat genre baru, cast masih seputar yuri taeyeon, tapi gada jessica nya wkakakakaka. Sebagai gantinya gue masukin dede gemes kesayangan aqoh BLACK PINK yeeeeyyyyyyy….. Tapi di wattpad ya kekekeke….

Advertisements

Last the end 

Sudah 3 hari gadis itu tidak keluar kamar. Ia hanya berdiam diri dikamar bernuansa putih coklat dengan beberapa boneka mickey mouse yang lucu disudut ruangan. Bahkan sepertinya ia juga tidak bersih bersih alias mandi selama itu. Jorok? Memang. Tapi apa mau dikata, suasana hatinya memang sedang tidak bagus. 

Mata gadis itu terpejam, tapi tidak tidur. Bahkan bisa dibilang ia belum tidur beberapa hari ini karena konsumsi kopi di pagi harinya yang berlebihan. Dan itu berakibat pada pola tidurnya. Berkali kali mengecek ponsel, memang ada beberapa pesan masuk tapi tidak satu pun ia balas. Rasanya ia ingin menghapus semua applikasi yang berhubungan dengan pesan hanya saja ia ingat jika pekerjaannya mengharuskan dirinya mempunyai applikasi tersebut. 

Tokkk

Tooookkk

Tooookkkk

Ketukan itu semakin cepat dan kencang. Tapi tidak ada balasan apapun dari si empunya kamar. Masih diam saja. 

“Yaaaaaaa!!! Mau sampai kapan kau didalam terus huh???!!!”. Teriak gadis lainnya dari luar kamar. 

“Keluar sekarang atau pintu kamar mu akan rusak dalam hitungan menit”. Ancam gadis diluar.
 

Tidak ada tanggapan dari dalam kamar dan itu sukses membuatnya marah luar biasa. Ia kesal. Muka putih itu bahkan terlihat memerah karena kekesalannya terhadap sahabat bodohnya itu. 

“Baiklah kwon. Jangan salahkan aku jika pintumu rusak”. Katanya lagi sambil bersiap menendang pintu didepannya. 

Meskipun gadis itu terlihat mungil, tapi jangan salah. Ia bahkan bisa mengangkat beban yang beratnya mencapai puluhan kilogram. 

“1”. 

“2”. 

“Tiiiiiiiiiii”.Katanya sambil memberi aba aba. 

Ceklek

Baru hitungan ke 2/5 pintu itu akhirnya terbuka, menampakkan gadis tinggi dengan raut wajah yang sangat berantakan. Rambut hitamnya sangat acak acakan. Kulit tanned itu sedikit pucat mungkin karena tidak terkena sinar matahari untuk beberapa saat.  
“Wae? Mwo?? “. Katanya pelan.
 

“Wae??? Mwoo eooh???  Yaa!!!! “. Teriaknya sambil memukul keras kepala gadis tinggi tersebut.
 
“Yaaiiissshhh yaaaa appoooooo”. Teriaknya tak kalah kencang karena kesakitan akibat pukulan tepat di kepalanya.  

“Sakit huh?? Rasakan”. 

“Kau kira dengan mengurung diri dikamar semua masalahmu akan selesai huh? Aniya kwon. A n i y a”. Tegasnya kesal. 

“Ne. Na arrayeo taeyeon~ah. Aku hanya ingin mengistirahatkan diri. Aku lelah “. 

“Ckck… Sudahlah kajjah ikut aku”. Ajaknya sambil bersandar pada pintu putih milik yuri. 

“Kita ke taman. Kau perlu menghirup udara segar setelah berhari hari tidak keluar dari kamar. Ah, sekalian aku ingin mengajak ginger bermain”.

 
“Aku malas kim taeyeon”. Tolaknya pelan. 

“Aku tidak mau mendengar penolakan arra? Cepat mandi. Aku tunggu disini. Kajjah puppy kesayangan noona”. Balas kim taeyeon sambil menggendong puppy berwarna gelap hampir seperti lap kaki.  

“Isshhh pemaksaan. Arraseo chankaman”. Kata yuri sambil berlalu. 

Butuh waktu 30 menit untuk yuri membersihkan diri. Setelah selesai ia segera menghampiri sahabat pendeknya yang tengah asik menggoda anak anjing kesayangannya. 

“Taeyeon~ah sepertinya ginger kurusan. Apa jiwong oppa tidak memberinya makan yang baik?”. Tanya yuri memperhatikan. 

“Aniya yul. Ginger memang terlihat kurus karena bulu bulu nya habis dipangkas oleh jiwong oppa. Kau sudah selesai? baiklah, Kajjah kita ke taman”. 

“Ah begitu ya? Arraseo”. Angguk yuri mengerti. 

Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mereka sampai. Jika sore begini, taman yang terletak di depan apartemen tempat mereka tinggal memang agak ramai. Mereka berdua memilih duduk dibangku besi tepat di pojok. 

“Kau tunggu disini yul. Aku ingin mengajak ginger berkeliling sebentar. Atau kau ingin ikut?”. 
“Aku disini saja tae”. Balas yuri. 

“Arraseo. Kajjah ginger”. Ajak taeyeon sambil berjalan. 

Setelah taeyeon pergi, yuri memilih untuk duduk. Memperhatikan sekitarnya yang kebanyakan diisi oleh anak anak. Ia tersenyum menikmati sore hari ini. Ia memejamkan matanya agar dapat merasakan terpaan angin sore. 

Akhir akhir ini memang merupakan hari yang berat untuk kesekian kali untuknya. Masalah dengan keluarga nya begitu banyak menyita perhatian ditambah lagi hubungannya dengan kekasihnya tidak berjalan lancar. Ya, memang bukan hal baru lagi jika ia dan kekasihnya, Jessica bertengkar. Ini sudah ntuk yang kesekian kali. 

Ntah yuri sendiri lupa apa yang menyebabkan mereka lagi dan lagi berada dalam hubungan semacam ini. Berselisih setelah itu berbaikan lalu berselisih lagi. Hampir sering terjadi. Bahkan jika diingat lagi mereka lebih sering berada dalam hubungan yang tidak baik. 
Yuri mengingat ingat kembali. Kali ini apalagi yang membuat gadis keras kepala itu kembali kesal terhadapnya? Ia sampai sampai takut melakukan apapun untuk tidak membuat Jessica marah, tapi tetap saja Jessica akan selalu menjadi Jessica. 

“Kau sedang mengingat kembali apa yang telah kau lakukan pada Jessica mu itu huh? “. 
“Kau sudah kembali? Aku tidak melihat mu datang “. Balas yuri sambil menggeser sedikit duduknya. 

“Tentu saja kau tidak melihat ku. Kau sejak tadi sibuk mengerutkan alismu, tanda kau sedang berfikir keras hahaha”. Tawa taeyeon.  

“Annyeong gin~jayah… Lama tidak melihatmu”. Puppy hitam itu menggonggong lucu menjawab salam yuri.  

“Kali ini apalagi yang telah kau perbuat yul? Kalian sudah berakhir? Sekarang kau single kah?”. Tanya taeyeon sambil menatap ke arah sahabatnya.  

“Aku?? Hmmm ntahlah tae. Aku rasa semua yang aku lakukan memang tidak pernah benar dimatanya”. 


“Sebenarnya, mungkin bukan kau yang tidak pernah melakukan hal yang benar. Tapi memang Jessica mu saja yang sudah bosan”. 

“Kau tau? Jika seseorang tengah merasa bosan terhadap pasangan, ia akan selalu mencari cari asalan untuk menuntut pasangannya”. 

“Bahkan, yang harusnya tidak harus diributkan bisa menjadi masalah jika ia sudah bosan. Semuanya dianggap salah olehnya”. Kata taeyeon sambil sesekali memotret ginger.  



“Dalam hubungan percintaan, apalagi jika kalian jarang bertemu memang sering terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Yang sering bertemu saja tidak luput dari kata bosan. Apalagi kalian yang bahkan bertemu saja belum pernah. Jessica itu, aku rasa ia sudah bosan dengan hubungan seperti ini”. 


“Jika kau bosan, biasanya apa yang akan kau lakukan?”. Tanya yuri. 


“Aku? “. Jawab taeyeon. 

“Hm. Neo”. 

“Jika bosan, tentu saja aku melakukan hal hal tertentu yang bisa menghilangkan kebosanan ku. Misalnya bermain, refreshing atau semacamnya”. 

“Lalu jika kita bosan dalam hubungan apa kita harus bermain, refreshing atau semacamnya juga? “. Yuri bertanya untuk ke2 kalinya. 


“Aku juga merasa Jessica mulai bosan denganku tae. Aku merasa semakin hari, sikap Jessica terhadapku semakin tidak mencerminkan jika kita adalah sepasang kekasih”. 


“Mungkin Jessica memang bosan dan ia sedang bermain”. 


“Bermain? Bermain seperti apa? “. Yuri terlihat tidak mengerti. 


“Bermain. Mungkin dibelakangmu ia mempunyai seseorang yang bisa menghilangkan sedikit kebosanannya”. 


“Maksudmu ia berselingkuh?”. Tanya yuri memastikan. 


“Aniya yul. Bukan berselingkuh. Just play with someone. Apa akhir akhir ini ia pernah bertanya sesuatu padamu. Misalkan kau tengah dekat dengan siapa disini? Atau ia selalu mengungkit ungkit masalah? Jika Jessica pernah bertanya demikian, besar kemungkinan kata kata ku benar”. 


Yuri mengingat sesuatu. Yah, ia ingat beberapa hari belakangan sebelum mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi satu sama lain, Jessica pernah bertanya apakah aku tengah dekat dengan orang lain? Bukankah itu pertanyaan bodoh? Bagaimana bisa ia bertanya seperti itu padaku padahal kami sedang menjalani sebuah hubungan? 



Flashback




“Yul apa kau sedang dekat dengan seseorang disana?”. Tanya Jessica disela chat kami. 


“Dekat dengan seseorang apa maksudmu sica baby?”. 


“Kau tidak sedang dekat dekat dengan siapapun disana kan?”. Tanya Jessica memastikan.  


“Ahh aku? Hmm sekarang aku tengah dekat dengan taeyeon hehehehe”. Balasku sambil bercanda. 


“Kau paham dengan maksud ku kwon yuri”. Balas cepat Jessica. 


“Ne…  Ne…  Aku mengerti sayang. Aku tidak dekat dengan siapapun”. Balas yuri yakin. 


“Jinjjah? Kau sedang tidak bercanda kan?”. 


“Tentu saja tidak sayang. Memangnya kenapa?”. 


“Aniya, aku hanya bertanya saja”. 


“Lalu kau sendiri bagaimana?”. 


“Tentu saja tidak ada. Pabo”.


Flashback end.  





“Kwon yuri kenapa kau malah melamun??”.

 
“Oh? Hahahaha aniya. Hanya mengingat sesuatu”. Balas yuri sambil tersenyum meyakinkan. 

Yuri mengingat sesuatu. Yah, ia mengingat atau lebih jelasnya ia memang tidak pernah melupakan jawabannya Jessica terhadapnya. 



“Apa kau tengah dekat dengan seseorang sica~ah?”. 



“Aniya sayang. Hanya teman chat saja tidak lebih”.  

Jessica mungkin lupa jika dulu kita, aku dan dirinya hanya teman sebatas chat. Teman yang hanya saling menanyakan kabar tapi tidak terlalu sering, teman yang hanya sebatas meminta lagu dari idol kesukaan kita berdua. Teman yang selalu memanggil dengan sebutan aneh. Yah, kita dulu hanyalah sebatas teman. Tapi itu dulu sebelum akhirnya aku dan Jessica saling mengikat sebuah hubungan.  
Apa Jessica juga seperti itu dengan “hanya sebatas teman chat nya saja?”
Apa mereka hanya sebatas teman? Atau lama lama yang jessica anggap sebagai sebatas teman akan lebih di kemudian hari? 

Perasaannya kembali sakit mengingat itu semua. Apa memang ia selambat ini untuk mengetahui sebuah kebenaran? Apa ia terlihat sangat bodoh sampai sampai ia tidak menyadari semua? Menganggap Jessica hanya untuknya saja? Ckckckc bodoh sekali. 


“Kau kenapa melamun sih yul? Baru menyadari betapa bodohnya dirimu eoh? Wkwkwkwwk”. 
Kwon yuri tidak menjawab. Ia terdiam. Tatapan matanya memperjelas rasa sakit yang tengah ia rasakan.  
“Kau itu tidak bodoh yul. Kau hanya terlalu mudah percaya kata kata seseorang. Kau selalu menganggap orang lain baik terhadapmu, padahal kenyataannya tidak sama sekali”. 
“Mereka hanya memanfaatkan kebaikan seseorang”. 
“Aku menyayangi nya tae. Sungguh. Aku…  selalu menjadikannya yang pertama bahkan jika aku tidak punya uang banyak sekalipun, jika Jessica membutuhkannya aku akan memberikan semua untuk dirinya”. 

“Aku lebih menyukai jika dirimu menjadi seorang player dari pada selalu melihat mu yang seperti ini”. 

“Aniya tae. Aku tidak akan berani menjalankan 2 hubungan dalam sekaligus. Itu tidak membuatku senang”.

“Apa kau sudah mencoba menghubungi Jessica? Atau dia sendiri yang menghubungi mu yul?”.

 

“Ani. Aku tidak. Aku tidak berani. Aku takut menjadi orang yang dikasihani olehnya. Aku memang menyayanginya. Tapi bukan berarti aku harus mengemis pada Jessica”. 

“Lagi pula, akan menjadi mimpi disiang bolong jika Jessica yang memulai obrolan terlebih dahulu kekekeke “. 

“Maksud mu yul? Mimpi disiang bolong?”. 

“Kau apa kau tau artinya mimpi disiang bolong?”. Tanya yuri.  

“A… Aniya. Memang apa?”. 

“Mimpi disiang bolong itu sama saja dengan bunga tidur yang tidak bisa diartikan. Kebanyakan mimpi disiang hari tidak akan menjadi nyata. Itu artinya, mengharapkan Jessica yang memulai terlebih dulu sama saja mengharapkan sesuatu yang tidak akan terjadi. Mustahil”. 
“Gengsi gadis itu jika bisa terlihat, mungkin akan mengalahkan tingginya gunung everest tae. Gengsinya sekokoh batu karang. Ia tidak akan terbawa meskipun diterjang ombak berkali-kali. Ombak itu hanya akan menjadi buih buih kecil yang tidak berarti. Buih buih kecil itu aku”. 
“Ckck nappeun yeoja. Aku benci Jessica yul. Bagiamana bisa ia membuat kau begitu bodoh hffttt”. 

“Sepertinya kau salah jatuh Cinta kwon yuri”. Yuri menoleh. Ia memandangi sahabatnya lekat lekat. Ia menggeleng. Ia tidak setuju dengan taeyeon. 



“Yang namanya Cinta, ia tidak pernah salah tae. Ia bisa datang dimanapun dengan siapapun”. 


“Kau benar yul. Jatuh cinta memang tidak salah. Yang menjadikan jatuh Cinta itu salah adalah dengan siapa kita menjatuhkannya. Apakah orang itu pantas mendapatkan hati kita? Apakah orang itu bisa menjaga kepercayaan kita? Apakah ia siap menjadikan kita sebagai satu satunya saja?”. 


“Jessica mu itu, Aku rasa ia tidak benar benar menjatuhkan hatinya untukmu saja. Mungkin dibelakangmu ia banyak membuat hati lain jatuh seperti halnya kau.  Mungkin ia berpikiran kalian jauh, maka dari itu ia bisa melakukannya. Jessica mu itu tidak sebaik yang kau fikirkan yul”. 


“Jika memang ia menyayangimu seperti halnya kau menyayangi nya, ia tidak akan sampai sekeras itu terhadapmu. Tidak akan sekokoh itu jika itu berhubungan denganmu”. 


“Taeyeon~ah kenapa kau berbicara seolah kau mengenal Jessica? Jessica tidak seburuk yang kau fikirkan”. Yuri menggeleng mendengar ucapan taeyeon. 


“Jessica, gadis itu… Gadis itu tidak seburuk yang mungkin kau fikirkan tae. Bagaimana bisa kau berfikiran jika jessica seperti itu padahal aku saja jarang membicarakan Jessica padamu? “.


“Aku bahkan tidak perlu mendengar cerita tentang Jessica mu itu kwon yuri. Aku mungkin bisa tau apa yang tengah kau rasakan. Aku bisa menebaknya. Kau tau??? Ekspresi mu terlalu mudah dibaca.  Kau itu tidak pandai menyembunyikan perasaanmu. Apapun itu. Ntah itu perasaan senang, sedih atau kecewa. Kau itu…. Terlalu mudah ditebak”. 


“Jinjah??? Apa aku segampang itu ditebak?”. 


Taeyeon mengangguk yakin. Ia mengenal yuri bukan sehari dua hari. Mereka sudah saling mengenal saat keduanya sama sama masih anak anak. Diantara teman teman yang lain, hanya yuri yang paling mudah ditebak jika ia tengah merasakan sesuatu. 


“Aku rasa memang semua salah ku tae. Sikap jessica seperti itu mungkin karena ia merasa jika aku tidak bisa melakukan sesuatu yang membuatnya bahagia. Mungkin aku terlalu datar dalam mengekspresikan perasaan ku maka dari itu ia selalu sering merasa bosan. Atau sikap ku yang membuatnya sakit hati. Dan itu lagi lagi semua karena ku”. 


Yuri ingat, ia selalu bilang jika yuri senang apabila jessica juga senang, sekalipun itu berarti jessica mempunya kekasih lain selain dirinya. Meskipun sebenarnya ia tidak benar benar bisa jika Jessica menduakannya. Siapa juga yang bisa dengan kenyataan seperti itu? 


Apa karena itu ia bosan? Apa karena itu ia selalu marah? Atau karena memang ia sudah bosan dengan hubungan ini saja? 


“Sudahlah yul. Anggap saja, patah hatimu ini adalah cara Tuhan meminta waktu untuk mempersiapkan seseorang yang pantas untukmu kelak. Atau patah hatimu ini adalah cara Tuhan untuk membuatmu berhenti dari hubungan yang selalu membuat mu sedih. Tuhan tidak pernah tidur. Ia tau mana yang terbaik bagi hamba Nya”. Kata taeyeon bijak. 


Mungkin yuri tidak sedih sendirian. Mungkin jessica sama kacau seperti dirinya hanya saja yuri tidak tau. Bagaimana bisa Jessica tidak sedih jika ia baru saja berpisah dari hubungannya yang bisa dibilang cukup lama itu? 

Meskipun mungkin sekarang jessica sudah mempunyai seseorang yang bisa membuatnya tidak merasa bosan, ia pasti pernah merasa sedih. 
Siapapun seseorang itu yang mungkin kini memang dekat dengan mu, aku harap ia benar benar memperlakukan mu dengan baik. 


“Aku harap jessica bisa menemukan seseorang yang akan menyayanginya lebiiiiih dari aku menyayanginya. Seseorang yang akan selalu menjaga serta menjadikan jessica hanya satu satunya bukan salah satunya”. 


“Mungkin tanpa kau bilang pun, jessica akan mencari seseorang yang lebih dari kau yul. Seseorang yang akan membuat jessica tertawa kencang karena kekonyolannya, seseorang yang jessica anggap lebih baik dari mu. Tapi Jessica lupa…. “. 


“Lupa? Lupa apanya tae? Apa yang harus ia ingat jika hanya kekesalan saja yang aku buat hahaha”. 


“Jessica lupa jika ia telah kehilangan seseorang yang menyayanginya dengan tulus, menyayanginya yang tidak memandang rupa Seseorang yang selalu menjadikannya yang pertama. Seseorang yang selalu mengkhawatirkannya jika jam 10 malam, ia belum pulang atau membalas pesannya. Seseorang yang selalu kwon yuri ceritakan betapa gadis bodoh didepanku ini begitu menyayanginya. Atau bahkan, jessica tidak pernah tau jika mungkin semua yang ada padamu, jika jessica minta akan kau berikan tanpa perduli apa kau juga membutuhkannya”. 


Mata yuri sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Yuri menangis. Ia merasa seperti seseorang yang dibuang hanya karena masalah kebosanan. Mungkin yuri salah. Mungkin sikapnya sendirilah yang membuat jessica muak dan bosan terhadap dirinya , tapi ia tidak bisa bohong jika hatinya benar benar sakit. 


Taeyeon memeluk sahabatnya yang lagi lagi terlihat sangat menyedihkan. Memberi pelukan hangatnya untuk yuri. Sebenarnya ia tidak tega melihat yuri yang seperti ini, tapi apa mau dikata. 


“Sshhhhh…. Uljima yuri~ah… Uljima…”. Taeyeon mengusap punggung yuri perlahan. 


Taeyeon, gadis itu memang tidak banyak bertanya jika yuri sedang tidak baik baik saja. Tapi ntah bagaimana ia selalu tau. Ia selalu ada bahkan tanpa yuri minta pun. Taeyeon tau sebesar apa rasa yang dimiliki yuri untuk jessica. Taeyeon bisa melihat kekhawatiran yang terpencar jika jam 10 malam Jessica belum membalas pesan yuri. Yuri pernah bilang, jika jessica pernah kehilangan kunci kendaraannya dan harus menunggu dijemput oleh oppa nya, padahal kuncinya tidak hilang, hanya terselip. Ia khawatir jika ada yang mengganggu jessica karena saat itu sudah sangat malam.  
Bahkan taeyeon ingat sekali jika yuri pernah tidak jadi makan karena jessica juga belum makan karena tidak ada makan apapun dirumahnya. Apa Jessica tau? Aniya. Jessica tidak pernah tau. 

Mungkin ada juga yang yuri tidak tau apa yang sudah jessica lakukan untuk dirinya….. 

THE END





Annyeeeeooooooong chingu~yaaaaaaa….  Apa kabar semua? Semoga baik baik aja yaa wkwkwkw….. 



 Ini ff dibuat sama 2 orang ya sebenernya. Yang sering mampir ke wattpad mungkin ada yg tau sama si melody 😂😂😂 *sokterkenalbgtgue

Buat semuanya, makasih baanyaaak yaaaaaaaaaa …. Makasih udh mau sempetin waktu kalian buat baca ff gue, komen dll di wp meloners. 


Sama kaya judulnya, ini ff gue a.k KEONG yg mungkin bakalan jadi yg terakhir ya 💙💙💙💙💙

Sampai ketemu lain waktuuuu chingu~yaaa…. 


Byeeeee 💙💙💙💙

















SELINGAN GAJE 

“Yaaa kwon yuuul”. Teriak gadis pendek disebelah ku. 

“Mwo? Waeee????”. Kata ku malas sambil tetap melihat layar ponsel ku. 

“Gwaenchana eoh? “. 

“Aniya. Aku sedang tidak baik baik saja. Yaiiishhh kenapa juga aku bilang seperti ituuuu?”. Kata ku kesal sambil tetap melihat layar ponsel milikku. 

“Ckckck pasti ada hubungannya dengan kekasih jarak jauh mu itu huh?”. 

“Kali ini apalagi yang kau buat sampai hmm siapa namanya?? Jeshika? Ah iya, jeshika marah? Kenapa juga kalian sering sekali bertengkar?”. 

“Ini. Lihatlah “. Kataku sambil menyerahkan ponsel milikku. 

Gadis berkulit putih itu segera mengambil dan terlihat ia tengah membaca isi dari obrolan ku dengan seseorang jauh disana. Beberapa kali ia terlihat menscroll ke atas dan ke bawah. Membaca beberapa mungkin.

“Kau mantan terindah? Pffttt “. Tanya taeyeon seperti mengejekku. 

“Memangnya mantan kekasih mu pernah bicara seperti itu? Bukannya mantan kekasih mu hanya memanggilmu dengan sebutan ‘stupid’ kekekeke”. Lagi. Gadis pendek itu mengejekku. 

“Tsk. Tidak membantu. Sudah sana pulang saja”. Kata ku sambil menendang bokongnya pelan. 

“Hahahahahahahaha…. Aigoooo uri yuri sedang sedih eoohh??”. 

“Jangan menggodaku Kim. Aku memanggil mu kesini karena ingin meminta saran mu. Bukannya menjadi bahan ledekan mu”. Kataku sambil duduk memunggungi sahabat pendek ku itu.  

“Arraseo arraseoo”. 

“Lalu apa yang sudah kau lakukan? Hmm sudah meminta maaf? “. 

“Sudah. Tapi bukan itu yg Jessica mau”. 

“Kau tau? Sepertinya aku hanya bisa membuat keadaan selalu menjadi buruk. Bukan maksudku ingin membuatnya marah. Hanya saja… Yah kau tau sendiri kan? Kadang sifat seseorang seperti ku tidak bisa terkontrol dengan baik”.  

“Hmm… Yuri~ah?”. 

“Ya? “. 

“Aku ingin bertanya. Aku ingin kau jujur. Tidak ada kebohongan. Araseo?”. Kulihat raut wajah serius darinya. 

“Ne arraseo. Apa yang ingin kau tau?”. 

“Apa yang jeshika tidak suka? Apa yang selalu jeshika bicarakan tentang teman temannya? Ceritakan padaku apapun yang kau tau tentang kekasih mu”. 

Aku mengernyit bingung. Aku memang sedikit susah memahami kata kata yang kadang orang ucapkan. Yah bisa dibilang aku sedikit lemot. Tapi tidak sering. 

“Ceritakan yul. Aku ingin tau seberapa banyak kau mengenal kekasih mu itu”. 

Aku masih tidak paham dengan yang dimaksud taeyeon, tapi aku yakin jika ia bisa membantu ku. Atau setidaknya ia bisa sedikit meringankan beban yang selama beberapa hari ini sedikit mengganggu. 

“Jessica ya? Hmmm….. Gadis itu cukup manis jika ia tidak sering marah marah”. Kata ku sedikit tersenyum. 
“Jessica tidak suka jika aku sudah membahas seseorang dimasa lalu ku. Ia tidak suka jika aku membalas pesannya lama karena asik dengan duniaku sendiri”. 
“Ia suka sekali memanggil ku dengan sebutan monkey, bahkan ia menamaiku monkey dikontak nya”. 

“Menurutku ia tidak seperti kebanyakan gadis seumurannya”. 

“Jessica… Ia gadis yang unik. Tidak manja menurutku. Tidak seperti gadis gadis yang biasanya menyukai gombalan”. 

“Ia galak”. Senyum ku saat mengatakannya. 

“Mwo? Galak? “. Tanya taeyeon. 

“Ne. Jessica galak. Sangat galak menurutku. Jika sudah mengomel atau kesal padaku, ia seperti seorang eomma yang sedang mengomeli anaknya bahkan terkadang ia lebih galak dibandingan eomma ku sendiri”. 

“Pernah sekali aku bilang jika aku ingin keluar main tapi dijam yang menurutnya tidak masuk akal, lalu ia bilang “Arraseo. Bersenang-senang lah. Main saja sana. Tidak usah pulang saja sekalian”. 

“Kau tau tae? Mungkin aku sedikit berlebihan. Hanya saja, aku sangat menyukai jika Jessica sudah mulai terlihat menyeramkan seperti itu”.

“Jessica tidak menyukai sesuatu yang  berlebihan. Ia gadis yang keras kepala tapi itulah sifatnya”. 



“Yayayaya arraseo. Aku mengerti kwon. Sepertinya aku salah meminta menceritakan jeshika mu itu. Kau seperti anak gadis yang baru saja jatuh Cinta. Menyeramkan melihatmu terus tersenyum seperti itu”. Taeyeon menimpuk ku dengan bantal, memintaku untuk segera berhenti. 

“Hahahahahahahaha”. Tawaku melihat wajah sahabat pendek ku itu yang dibuat buat. 

“Tapi”.

“Tapi apa yul? “. Tanya taeyeon penasaran. 
“Jessica… Ia sering terlihat beberapa kali menyukai postingan sebuah akun di sns nya”. 

“Contohnya? Mungkin ia hanya menyukai kata kata itu saja yul”. 

“Aniya tae. Aku hanya merasa tidak enak hati jika melihatnya. Aku merasa sedikit bersalah karena tidak bisa menemani nya hanya untuk sekedar makan misalnya. Kau tau kan? Kami berhubungan jarak jauh, bahkan untuk bertemu saja butuh usaha yang besar. Aku yakin jika ia ingin seperti pasangan lainnya. Bertemu, membawakan nya makanan, menjemput jika ia selesai bekerja”. 
“Aku selalu memikirkan itu Tae. Bagaimana jika disana ada yang melakukan itu untuknya? Melakukan yang harusnya aku lakukan”. 
“Yaaah Kwon Yuri!!”. Teriak taeyeon mengagetkan. 

“YAA!!!  WAEE? WAEEE??? KENAPA HARUS BERTERIAK SEGALA??!!!”. balas ku kesal. 
“Hahaha mian mian. Begini, ini mungkin hanya pemikiran ku saja. Mungkin kekasih mu tidak seperti yang aku pikirkan… Mungkin… “. 
“Mungkin apa? Memangnya apa yang kau pikirkan tentangnya?”. 
“Mungkin memang benar jika disana ada seseorang yang melakukan semua tugas mu sebagai kekasih?”. Cengiran jahil yang sangat aku tidak suka keluar dari bibirnya. 
BUGH 
“YAAA PERGI KAU DARI RUMAHKU MANUSIA PENDEEEEEKKK”.  Kataku kesal dengan melempar bantal tepat ke arah mukanya. 




THE END 




Annyeoong~~~~~


Pssttt….Buat taeyeon yg malang sorry yah kalo yuri rada galak. Lagian si lu org lagi galon dibecandain mulu wkwkwwk. 

Ini bukan ff ya. Ini selingan gaje aja. Cuma mau buat biar ada kerjaan dikit gitu…. 

GABUT


Kita itu seperti sepasang sandal jika diibaratkan. 

Selalu bersisian, tapi tak pernah menyatu. 


Seperti yin dan yang, dimana kau yin dan aku sebagai yang.





Kau seperti pemanis dalam duniaku, tapi taukah kau jika pemanis yang berlebih bisa membuat mu merasakan sakit bukan ? 





Apa memang semudah ini untukmu membuat jantung ku berdetak sangat cepat? 
Hanya dengan kau menceritakan orang lain saja mampu membuatku kesal

Apa sesakit ini mencintai seseorang? 

Apa sesakit ini percaya pada suatu hubungan? 

Apa memang aku saja yang terlalu bodoh? 

Ah, sepertinya memang aku yang terlanjur bodoh dalam mencintai seseorang yang bahkan wajahnya saja pun tidak pernah ku lihat. 

Aneh bukan? 

Bagaimana bisa aku merasakan patah hati sehebat ini, jika untuk bertemu saja aku tak pernah. 

Jessica,,, 

Bagaimana bisa kau membuat seluruh Indra perasa ku menjadi sesakit ini huh? Kau bahkan tidak nyentuh ku sedikitpun, tapi luka yang kau ciptakan benar benar begitu terasa. 





Apa aku bodoh? Yah, aku rasa ya untuk jawabanya. 

Jessica,,,, 

Ahh,,, menyebutkan namanya saja membuat mataku terasa perih. Benar benar perih sampai tidak terasa ada aliran sungai kecil dimataku hehehe… 

“Yuriii bodoh. Menyebalkaaaan”. 







“Aku membencimu kwon yuri pabo. Jinjaah”. 





“YAA!! KENAPA HANYA KAU BACA?? KENAPA TIDAK MEMBALASNYA???!!!”. 





Kira kira seperti itulah jika ia tengah mengomel karena ketidaksukaan terhadap sikap ku yang kadang memang menyebalkan. Aku hanya terlalu bingung dengan perubahan sikapnya yang kadang manis, tapi terkadang tidak manis sama sekali.  

Jinjaah.. Jessica  seperti mempunyai 2 kepribadian menurutku. Tapi dibalik itu semua, ia sangat menggemaskan *Hanya saat ia baik baik saja maksud ku hahaha

Aku mencintainya. Sungguh

Aku menyukai sifat pemarahnya, pencemburu nya, tapi kadang sifat sifat itu membuatku kesal sendiri. Ia selalu bersikap semaunya, bahkan terkesan egois. Jika sudah seperti itu, aku hanya bisa mengalah dan akhirnya kami berbaikan lagi. Lalu marah lagi, berbaikan lagi, marah lagi dan berbaikan lagi, mar- ah sudahlah tidak perlu ku teruskan. Seperti itulah hubungan kami. Luar biasa harmonis bukan? Sarkastik sekali memang hahahaha

Apa memang seperti ini jika menjalin hubungan jarak jauh? 

Bukankah pertengkaran disuatu hubungan wajar adanya? 

Tapi jika itu sering terjadi, apa masih disebut wajar? 

Ntahlah… Aku pun tidak tau jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaanku sendiri. 

Aku sangat menyayangi gadis pemarah itu… 



 Jika banyak pasangan yang jatuh Cinta pada pandangan pertama, lalu sebutan apa yang pantas untuk kami? 



Untuk saling pandang saja kami tidak pernah. 



Ah, Cinta pada chat pertama? Hahaha aku rasa tidak juga, karena aku mulai menyayanginya saat aku berhenti menunggu seseorang. Bukan sebuah pelarian, tapi memang benar benar ia membutku melupakan seseorang tersebut. 

Aku mencintainya bukan dari apa yang ku lihat. Bukan dari apa yang ia beri. Tapi aku mencintainya karena ia Jessica. 

Yahhh karena ia Jessica, gadis arogan namun mampu membuatku selalu bertekuk lutut. Selalu

Annyeoooooong chinguuuu…. 



Ini bukan ff yah. 



Ini juga bukan one shoot…. 



Ceritanya juga ga nyambung dari awal ampe akhir. 



Ini cuma tulisan gabut dari orang gabut yang gada kerjaan ngahahahaha…. 


Yaudalah yah segitu aja. 




Better

Seoul, 4/4/17 

Siang ini di kediaman keluarga kwon terlihat begitu ramai. Tidak seperti biasanya memang. Maklum rumah sederhana itu tengah berduka. Dari barisan depan terlihat beberapa anggota kepolisian tengah menunggu seseorang. Terlihat kesedihan diantara mereka semua yang datang untuk sekedar memberikan ucapan belasungkawa. 

Isak tangis memenuhi ruangan dimana kini seorang wanita yang juga merupakan seorang istri sekaligus ibu bagi 2 anak yang bisa dikatakan masih sangat membutuhkan Kasih sayang dari nya terlihat begitu pucat tidak bernafas. Kulitnya yang memang putih semakin terlihat putih bahkan sangat pucat. 



Disebelahnya, seorang namja tengah terduduk. Ia terlihat tegar namun begitu rapuh. Ia butuh sandaran. Biasanya jika seperti ini akan ada seseorang yang bersedia memeluknya erat, mengelus pelan puncak kepalanya sambil berkata “gwenchana sayang”. Tapi kini, orang itu sudah tidak ada lagi.  




Yahh… Kwon Yuri, lelaki yang kini terlihat tegar namun rapuh itu tengah meratapi kepergian kekasih, sahabat, bahkan teman hidupnya karena penyakit yang diderita oleh istrinya, Jessica Jung.  

Syringomyelia






Penyakit yang merenggut wanita muda itu memang tergolong penyakit ganas yang mematikan. Syringomyelia adalah tumbuhnya kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang. Dimana yang menderita penyakit itu akan kehilangan rasa, gerak refleks serta penurunan nafsu makan. Sudah sejak 2 tahun lalu Jessica menderita penyakit itu. Sejak itu pula yuri seperti kehilangan separuh kebahagiaannya. Ia sering menangis saat melihat keadaan Jessica. 





Keadaan Jessica semakin parah saat ia melahirkan anak keduanya, kwon soojung. Keluarga kecil itu sebenernya sangat bahagia dengan kehadiran anggota baru tersebut. Apalagi anak pertama mereka yang luar biasa tampan, kwon Yoongie sangat menyayangi adik mungilnya itu. 




“Appa”. Panggil Yoongie sambil menatap kwon Yul. 

“Hmm? Wae yoong? “. Balas yuri sangat pelan. 

“Eomma… Kenapa eomma diam saja? Bukankah sekarang saatnya jungie diberi ASI?”. Tanya anak berusia 5 tahun itu polos. 

Tess… 

Tesss… 

Tesss… 

Lagi. Air mata itu kembali turun. Air mata namja tampan itu seakan tidak mau berhenti. Ia memeluk anaknya dengan erat. Memeluk 2 buah hati dan menciumi keduanya secara bergantian. Ia tahu, setelah ini akan susah hanya untuk sekedar memeluk darah dagingnya seperti ini. 

Yaahh… Alasan kenapa banyak anggota polisi didepan kediaman yuri bukan tanpa sebab. 3 bulan lalu satuan polisi gangnam menangkapnya karena kedapatan mempunyai pohon CANNABIS SATIVA, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan GANJA. Bukan tanpa alasan ia menanam pohonan illegal tersebut. Semuanya ia lakukan semata-mata hanya untuk kesembuhan istri nya. 

Saat yuri hampir menyerah dengan segala pengobatan untuk Jessica, ia mempunyai harapan baru saat ia tidak sengaja membaca salah satu artikel disebuah surat elektronik. Dimana artikel itu membahas manfaat ekstrak dari daun tersebut dan dapat meringankan sedikit sakit yang kadang menyerang Jessica. Yuri tidak melewatkan kesempatan sedikit pun. Apapun. Apapun akan ia lakukan untuk kesembuhan Jessica. 

Benar saja. Sejak saat yuri dengan rajinnya memberikan ekstrak dari tumbuhamtersebut, perubahan dapat dirasakan olehnya. Jessica nya menunjukan perubahan demi perubahan. Ia sudah bisa tidur dengan nyenyak, bahkan jarang merasakan kesakitan yang luar biasa itu. Perlahan tapi pasti, Jessica menunjukan perkembangan nya. 

Bahkan Jessica sudah bisa merawat kedua anaknya seperti sedia kala. Memberi kan ASI untuk soojung yang masih berusia 5 Bulan. Dengan perkembangan seperti ini membuat yuri semakin bersemangat untuk memperbanyak hanya agar bisa melihat kesembuhan Jessica. Ia tidak perduli apapun resikonya asalkan ia bisa melihat kehidupan dimata Jessica, ibu dari anak anaknya. 

Namun sepertinya rencana Indah untuk keluarga kecilnya harus berakhir saat yuri tertangkap polisi setempat. Meskipun saat diperiksa yuri negatif mengonsumsi barang tersebut tapi tetap saja ia dinyatakan bersalah. Sejak saat itu kondisi Jessica kembali seperti dulu. 

Bahkan semakin parah. 3 Bulan tidak mendapatkan ekstrak yang biasa yuri berikan membuat Jessica kembali merasakan sakit yang dulu selalu membuatnya ingin menyerah. Ia tidak tahan. Bahkan ia sudah tidak menangis ketika merasakan kesakitan itu. Ia hanya menerawang karena memang hanya itu yang bisa ia lakukan. 






Jessica menyerah. Ia tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi. Semua karena yuri tidak memberinya obat yang selama ini membuatnya kuat bertahan. Ia menyerah pada penyakit nya. Penyakit yang merenggut kebahagiaan yuri, dirinya serta kedua anak anaknya. 





Pagi ini, yuri harus merelakan kepergian Jessica untuk selama lamanya. Meninggalkan dirinya dengan kedua buah hati yang masih sangat membutuhkan Kasih sayang nya. Kwon Yoongie bocah tampan tersebut masih terlalu muda untuk mengerti apa yang tengah terjadi di hidupnya. Ditinggal pergi sang eomma untuk selama lamanya, dan lagi sekarang ia juga akan berjauhan dengan appa tercintanya. Meskipun ia belum mengerti, tapi jauh dilubuk hatinya ia merasa ketakutan. 


“Appa…. Hikkss hiiikkss”. Tangisnya sambil memeluk erat appa nya. 

“Mian yoong… Mian…”. Isak yuri sambil memeluk erat jagoannya tersebut. 

“Yoong apa kau bisa berjanji untuk appa? “. Tanya yuri dengan tetap memeluk kwon Yoongie. 

Yuri merasakan anggukan didalam pelukannya. Tanpa berkata iya, yoong menyanggupi permintaan yuri, “Yoongie harus menjadi anak pintar dan selalu sayang pada jungie yah. Yaksok?”. 

Yoongie melepaskan pelukan appa nya. Memandang kedalam mata merah kwon yuri. Ia bisa merasakan ketakutan didalam mata itu. Mata yang biasanya terlihat sangat teduh kini terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu. 

“Yaksok appa. Yoongie janji akan menjadi anak pintar dan akan menunggu appa kembali”. 

Bayi mungil yang sejak tadi tertidur perlahan membuka mata sipitnya. Memperhatikan ke sekeliling, dan tersenyum saat mendapati seseorang yang dikenalnya. Jungie mengenali appa serta oppa nya. Bayi tidak berdosa itu tersenyum lucu. 

“Appa sayang kalian. Kita sudah melakukan yang terbaik untuk eomma sayang. Kita sudah berusaha”. Yuri kembali memeluk yoongie dan jungie secara bergantian. 

Jungie menangis. Ntah apa yang membuat bayi itu menangis, yang jelas ia terlihat seperti tidak ingin ditinggal oleh yuri. Tangannya seperti ingin menggapai jemari yuri yang saat ini mulai melepas nya. Untuk kedepannya, yoongie serta jungie akan tinggal bersama Tiffany Hwang, sahabat serta orang yang juga menyayangi mereka. 

“Appa akan kembali. Appa akan kembali bersama kalian. Maafkan appa”. 
Yuri pergi dengan tangan terborgol. Hatinya sangat sakit menerima kenyataan bahwa kini ia harus berjauhan dengan kedua anaknya. Ia tidak menyesal sama sekali. Jika ia tahu sejak dulu, mungkin ia sudah melakukan itu untuk Jessica. Kecintaanya pada Jessica lebih besar dari pada rasa takut untuk resiko yang akan ia terima. 

Sekarang ia harus pergi. Mempertanggung jawabkan segalanya. Hukuman menantinya, namun sekali lagi. Ia tidak menyesal. 

“Sica~ah, mianhae. Mianhae jeongmal. Aku janji setelah ini, aku akan menjaga kedua anak kita dengan baik. Aku harap kau mau memaafkan ku, dan kau harus berbahagia disana. Saranghae sayang. Saranghae jessica ku”. 







THE END




*Sebenernya gue dpt ide kaya gini gegara baca cerita di ig tuh wkwkwkw. Maap kalo ga enak yhaaaa”. 

Y-S 

Bau asin garam sangat terasa. Sore ini pantai jumunjin begitu ramai. Maklum, pantai ini merupakan tempat pertama kali Kim Shin bisa benar benar bertemu dengan pengantin nya, Ji Eun Tak saat gadis belia itu tengah merayakan ulang tahun nya dengan meniup lilin, karena begitulah cara goblin datang. Yah begitulah kira kira cerita drama yang sangat booming itu dikisahkan. Pantai jumunjin merupakan salah satu tempat shooting Drama Goblin, maka dari itu pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. 

Seperti dua orang yeoja yang saat ini tengah asik menikmati angin pantai tersebut. Dengan duduk di atap mobil, kedua nya asik dengan dunia nya sendiri. Tidak ada pembicaraan menarik, tapi mereka sangat menikmatinya. 

Drrrtt… Drrtttt… Drrttt… 

Terdengar getaran disamping gadis tanned yang terlihat begitu tampan padahal ia merupakan seorang yeoja. Ia segera menoleh dan menyadari jika ponsel gadisnya terus saja bergetar. 

“Sica~ah ponsel mu bergetar. Mungkin ada pesan atau mungkin telpon?”. Kata gadis tanned itu memperlihatkan smartphone pada pemiliknya. 

“Biarkan saja yul. Aku sedang tidak ingin menerima panggilan dari siapa pun saat ini. Aku… Hanya ingin bersamamu “. Balasnya dengan menyenderkan kepalanya dipundak Kwon Yuri, gadis tampan tersebut. 

“Arraseo sica~ah”. Balas yuri sambil merangkul, membawanya agar lebih mendekat. 

“Yuri~ah, apa kau tahu jika manusia itu mempunya 4 kehidupan? “. Tanya Jessica sambil menatap yuri. 

“Hmm aniyo. Memangnya kenapa? “. Tanya yuri penasaran. 

“Saat aku menonton goblin, mereka bilang manusia mempunyai 4 fase kehidupan”. Jessica sedikit mengingat cerita yang ia lihat di drama itu. 

“Mwo?  Goblin? Aahh~~ aku rasa kau terlalu menghayati drama itu sayang hahaha”. Tawa yuri lucu. 

” Isshh kwon yuri aku serius. Bagaimana jika ini adalah kehidupan terakhir kita? “. 

Yuri sedikit mengerutkan keningnya, seolah berfikir. Ia tidak percaya jika Jessica bisa berfikiran seperti itu. Kesan ice yang selalu Jessica perlihatkan seakan tak terlihat jika ia tengah berdua seperti ini. 

“Hmm… Jika ini memang kehidupan terkahir ku, aku cukup bersyukur “. Ungkapnya dengam senyuman yang sangat disukai Jessica. 

“Waeyo? “. Tanya Jessica penasaran. 

“Kau mau tahu? “. Yuri tersenyum jahil. 

“Neee… Aku mau tahu. Wae? “. 

Bukannya menjawab, yuri malah menunjuk bibir keduanya. Jessica paham dengan maksud yuri. Gadis blonde itu tersipu malu melihat kelakuan kekanakan kekasihnya.

Tanpa pikir panjang, jessica mendekatkan kepalanya ke arah yuri. Menarik kerah kemeja yuri, mendaratkan kecupan ringan di bibir pink kekasihnya. Tidak ada pergerakan dari keduanya. Hanya saling menempel dalam waktu yang lama. Yuri tersenyum dalam ciuman sore itu. 

“Kau tahu kenapa aku bersyukur jika ini adalah kehidupan terakhirku? “. Tanya yuri masih dalam posisi seperti tadi, “Aku bersyukur karena di kehidupan ku ini, aku bisa mengenal dan bisa mencintaimu dengan segala perasaan yang aku miliki”. 

Jessica tau yuri jujur. Ia jelas sangat mengetahuinya. Yuri tidak pernah berbohong, itu yang Jessica tau. Mendengar sesuatu yang sangat manis dari yuri, tentu saja membuat Jessica lagi lagi mengakui jika ia sangat mencintai gadis yang tengah bersamanya ini. 

“Yuri~ah”. 

“Hmm?? “. Sahut yuri sangat pelan namun Jessica masih dapat mendengarnya.  

“Bawa aku pergi dari sini. Aku… Aku tidak ingin pulang”. 

Yuri mengalihkan pandangannya. Jujur saja, ini bukan kali pertama ia mendengar permintaan Jessica. Ini sudah keberapa kalinya Jessica meminta dirinya untuk membawa serta kemana pun yuri pergi. Sebenarnya bukan masalah jika ia melakukan itu, hanya saja yuri tidak mau membuat masalah besar dengan membawa Jessica pergi. 

“Sayang… Kau tau itu tidak mungkin kan? Aku tidak mungkin membawa mu pergi”. Lirih yuri. 

“Aku tidak perduli yul. Yang aku inginkan hanya bersamamu. Aku tidak perduli dengan yang lainnya”. 

” Tapi aku perduli”. Balas yuri.


Drrrrtt….. Drrrtttt 



Lagi. Ponsel milik Jessica kembali bergetar. Kali ini disertai deringan tanda masuknya sebuah panggilan. Jessica enggan mengangkatnya karena ia tau siapa yang menghubunginya. Seseorang yang sangat tidak disukainya. 

“Angkatlah sica”. Kata yuri lembut. 

“Aniya. Never”. Kesalnya. 

“Jika aku mengangkat panggilan nya, lelaki itu pasti akan menjemput ku. Dan itu artinya, aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi”. 

” Apa kau percaya percaya takdir? Kau tau seperti apa jalan takdir itu hm?”. Yuri memeluk erat Jessica nya. 

“A-aniya”. Isak Jessica didekapan yuri. 

” Seperti Kim shin dan ji eun tak, sica~ah”. 

“Eoh? Ma… Maksud mu? “. 

“Mereka ditakdirkan untuk bersama. Berapa lama mereka menuggu untuk bisa bertemu? Sangat lama bukan?”. 

Jessica mengangguk. Ia tau, sangat lama untuk kim shin menemukan seorang pengantin yang bisa mencabut pedang kutukannya. Sampai akhirnya ia bertemu Ji Eun Tak, gadis SMA yang selalu di tindas oleh bibi dan kedua anaknya tersebut. 

“Lalu, apa hubungannya dengan kita yul?”.  

“Tentu saja tidak ada. Tapi kita bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka”. 

“kwon Yuri”. 

“Hmmm? “. 

“Saranghae”. 

 THE END 



Annyeooooong😘😘😘😘 



Cuma mau bilang, gue gatau ini ff maksud dan tujuannya apa. Gada faedahnya juga sih. Asal buat, biar ga makin kaku buat bikin kelanjutan ff yg laen. 


Sorry yhaaa kalo gue banyak bikin PHP beberapa org soal kelanjutan ff dimari. Bukannya gamau lanjut, tapi hasrat*apasiiilebayamat gue buat bikin ff udah ga segede dulu. Bawaanya males aja gitu kalo mau lanjut wkwkwkwkwkw


Udah ah segitu aja dah curcolnya. Sekali lagi maap ya kalo ff nya kaya gini, diusahain bakal buat yg lebih layak baca lagi hehehehe


((((( Oh iya, inti dr cerita di atas pkonya Jessica males angkat telpon soalnya dia belom bayar kartu kredit, biasalah ya tukang belanja tapi males bayar tagihan kartu kreditnya makanya takut ketangkep kali HAHAHAHA)))) 


((((( Di jabarin aja sendiri dah yak kenapa Jessica males angkat telponnya, kenapa yuri peduli, sama Jessica minta yuri  bawa kabur dia nya))))) 

PW

Hollaaa…. Lama tak jumpa kangen juga sama ini lapak. Buat yg mau baca ff nya silahkan hubungin gue langsung aja yah. Tapi buat yg gasuka yulti mending gausa baca wkwkwkwk

Mintanya bisa lewat Bbm ato line. 

Gomawo~~

Bbm : D4A86C99

line : Keong_ty



PW

Ooyyy annyeoong ^^

Sebelomnya gw cuma mau bilang, tengseu yaa buat yg masih dan mau mampir ke wp gw udh gitu ninggalin komen disetiap ff gw. Buat yg siders, ini udh 2016 loh, masa masih mau jd siders aja. Emng ga cape? Wkwkwkwkwk

Balik ke topik awal, buat PW sequel pengorbanan, Lu cukup tebak clue nya yg mana adalah :

1. I saw lion kiss a deer
2. Couple
3. Jml YULSIC di oh
4. Semuanya di gabung tanpa spasi

Buat yg kurang paham, bisa tanya gw di bbm 53EDFD29 Plus ID lu kalo komen yah~~
Yg siders tenang, asal lu bisa pecahin itu Pw, lu bisa baca ko :):)

Selamat mencoba, byee keongerrrss ;););)

BEAUTIFUL IN WHITE

image

     

P.S : biar makin enak baca nih ff, coba da sambil dengerin lagu westlife yg beautiful in white, soalnya gw dpt ide dr itu lagu. Enjoy it ^^

        ” HAPPY TAENY DAAYY ALL 😚”

Diruangan minimalis yang terletak didalam sebuah gereja, tampak seorang gadis tengah menatap pantulan dirinya dari cermin yang berdiri kokoh di sudut ruangan. Ia begitu takjub dengan gambaran dirinya sendiri yang begitu cantik serta anggun dalam waktu bersamaan. Namun mata indahnya terlihat seperti ingin menumpahkan linangan air mata. Terlihat sekali jika ia ingin menangis. Namun ia berusaha menahannya agar tidak merusak tatanan make up yang terlihat sempurna itu.

Gaun putih yang melekat indah di tubuhnya menambah kesan anggun serta cantik bak malaikat. Mungkin jika dibandingkan dengan artis cantik mana pun, ia jauh lebih cantik. Jinjjah…

Tok… tok…

” Tiff~ apa kau sudah selesai ??”. Panggil seorang gadis yang sama cantiknya, hanya saja ia tidak memakai gaun anggun seperti gadis tadi.

” Hai jessie~,,, Ne. Aku sudah selesai”. Balas gadis bergaun tersebut dengan seulas senyum yang menambah kesan angel padanya.

” Heiii… gweanchana ?? Kenapa kau seperti ingin menangis huh ??”. Jessica Jung, sahabat dari Tiffany, mempelai wanita itu berjalan mendekat.

” Dihari yang baik ini, seharusnya kau terlihat bergembira Tiffany Hwang. Bukan malah menampilkan wajah ingin menangis mu seperti ini”. Jessica tersenyum sambil sedikit merapihkan gaun tiffany.

” Jessie…  “. Tiffany sedikit kesulitan karena menahan emosi nya agar tidak keluar begitu saja.

“Hmmm ??  Sudahlah kajjah. Semuanya sudah menunggu mu tuan puteri. Apa kau mau membuat pengantin pendek mu itu mengomel karena lama menunggu mu huh? Ah Tiff~”. Jessica membantu tiffany berdiri dan berjalan bersama.

“Ne waeyo jessie ?”. Balas tiffany sambil melangkah pelan dibantu oleh jessica.

” You look so beautiful. I mean, youre amazing”. Puji jessica.

” Hahahahaha kau juga cantik jessie”. Tiffany mengelus tangan jessica pelan.

” Setelah ini, kau akan menjadi seorang istri nona hwang kekekeke”. Goda jessica dan tiffany tertawa mendengarnya.

“Lalu kapan kau akan menyusul ku nona jung ?”. Balas tiffany sambil terus bergandengan dengan sahabat terbaiknya itu.

” Sampai si bodoh itu sedikit lebih pintar dan mempunyai keberanian tentunya”.

” Hahahahahahaha…..”. Tawa keduanya.

.

.

.

.

.

Sementara itu di altar gereja, puluhan undangan sudah duduk menunggu mempelai wanitanya untuk segera masuk. Di barisan depan terlihat beberapa gadis dengan pakaian yang hampir serupa duduk manis menunggu acara dimulai. Sedangkan di depan mimbar berdiri seorang gadis mungil dengan rambut emas panjangnya tergerai indah. Terlihat jika gadis itu  gugup luar biasa. Berkali kali ia terlihat mengusap tengkuk belakangnya serta memijit pelan jarinya, untuk mengusir rasa gugup yang kini sedang ia rasakan. Bagaimana tidak gugup jika hari ini, di puluhan pasang mata, ia akan menjadikan seorang wanita yang dicintainya mengucap janji sehidup semati dengan nya.

” Taeyeon~aahhh ~~”. Yeoja yang dipanggil pun menolehkan kepalanya ke arah bangku yang diisi oleh 6 orang gadis cantik tadi.

“FIGHTING NEE!!!”. Kata mereka bersamaan sambil mengepalkan tangan memberikan semangat kepada eonnie serta sahabatnya tersebut.

Kim taeyeon tersenyum menganggukkan kepalanya. Rasa gugup yang sejak tadi mengganggu terasa hilang saat mendengar teriakan sahabat serta adik semata wayangnya. Ia memang butuh support untuk masalah seperti ini. Dan untungnya, ia mempunyai mereka yang akan selalu ada untuk nya.

Setelah menunggu sedikit lama, pintu gereja yang sejak tadi tertutup rapat perlahan dibuka dari luar. Para tamu undangan yang memang sudah menunggu lama tanpa diperintah berdiri dengan tidak sabar menunggu sang pengantin masuk. Dari luar, seorang malaikat, ah ani maksudnya calon pengantin wanita melangkah anggun ditemani oleh seorang laki laki dengan wajah serta lengkungan mata yang hampir mirip dengannya. Ia adalah Leo Hwang, Oppa Tiffany yang menjadi pendamping untuknya. Dilengan yang kokoh itu tiffany meletakan jari jari mungilnya. Berjalan pelan bak seorang puteri kerajaan.

Semua yang melihat betapa sempurna nya seorang tiffany hanya bisa tersenyum kagum. Tak terkecuali, Kim Taeyeon yang sebentar lagi akan menjadikan gadis itu sebagai pasangan hidupnya. Kim Taeyeon memang tau betapa cantik gadisnya. Tapi dengan balutan gaun indah yang melekat di tubuh sempurnanya, membuat Kim Taeyeon merasa menjadi yeoja paling beruntung didunia.

Not sure if you know this
Tak yakin apakah kau tahu ini

But when we first met
Tapi saat pertama kita berjumpa

I got so nervous I couldn’t speak
Aku sangat grogi hingga tak dapat berkata apa-apa

In that very moment
Pada saat itu

I found the one and
Kutemukan seseorang dan

My life had found its missing piece
Hidupku tlah temukan kepingannya yang hilang

Sekolah saat itu sudah bubar sejak 1 jam yang lalu. Tapi dilapangan masih tersisa beberapa murid yang sore itu tengah berlatih untuk mengikuti pertandingan basket yang diselenggarakan oleh sekolah mereka sendiri. Terlihat 4 orang yeoja tengah meneguk sebotol air meniral yang telah disiapkan oleh coach mereka.

” Taeyeon~ah, jadi kapan kau akan mengutarakan perasaan mu pada gadis amerika itu huh ?”. Tanya gadis berkulit sedikit coklat disebelahnya.

” Ingat tae, si amerika itu anak baru disini. Dan ia juga termasuk salah satu gadis populer di SHIDAE, jika kau lambat sedikit, aku yakin jika ia pasti sudah tidak free lagi”. Gadis jangkung disebelahnya ikut memberi saran dengan mulut penuh makanan.

” Yang kalian sebut gadis amerika itu punya nama pabo. Tippany Hwang namanya. Aisshh… kenapa kalian hanya menyebutnya gadis amerika saja”.

” Tiffany Kim Taeyeon. TIF..FA..NNY,  bukan tippany bodoh”. Eja gadis berambut seperti pelangi yang sedang asik melakukan peregangan.

” Bagaimana ia mau berterus terang jika kenyataanya, untuk memulai percakapan saja kau tidak berani taeng. Tapi kau tak perlu khawatir. Aku akan membantu mu”. Gadis tanned itu terlihat sangat bersemangat saat mengatakanya.

” Aku juga akan membantu mu taeng. Untuk apa arti sebuah pertemanan jika tidak saling membantu”. Sahut gadis jangkung yang tak kalah bersemangat dengan gadis tadi.

” Yaah bagaimana dengan mu hyo?”.

” Kau fikir aku akan diam saja melihat sepupu kesayangan ku seperti ini huh?”. Senyum gadis berambut pelangi yang merupakan sepupu dari taeyeon.

Yah… kim taeyeon mungkin telah menemukan kepingan pelengkap hidupnya yang sempat hilang. Mungkin bukan hilang hanya saja, ia belum dipertemukan oleh orang yang tepat. Tapi itu dulu. Sebelum ia mengenal sosok tiffany hwang, teman masa sekolah menengahnya.

Meskipun jarak antar pintu ke mimbar tidak begitu jauh, ntah mengapa bagi mereka yang hadir disana terasa sedikit lebih jauh. Begitu juga yang dirasakan oleh taeyeon. Taeyeon yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan tiffany terus saja menyunggingkan seulas senyum. Senyum kebahagian tentunya.

Sementara itu….

” Aigoo… Yuri~ah lihat lah. Bukankah tiffany sangat cantik??”. Choi sooyoung, yang merupakan sahabat dari keduanya tersenyum senang melihat pengantin tersebut.

” Kau benar soo. Tiffany terlihat sangat cantik. Dan si midget itu tak kalah cantik aku rasa”. Angguk yuri mantap.

” Ne kau benar eonnie. Aku rasa keduanya tak kalah cantik kekeke~~”. Tawa gadis bermata rusa yang duduk disebelah kim hyoyeon.

” Jika seperti ini, aku jadi ingin segera mengajak sica baby ku menikah kekekeke”. Tawa yuri lucu.

” Aku tidak akan mau sebelum kau mengabulkan permintaan ku seobang”. Balas jessica datar.

” Ommo~~ Kapan kau datang baby??”. Kaget yuri yang mendapati jessica sudah duduk lagi disebelahnya.

” Sudah beberapa menit yang lalu saat kau fokus melihat butt Tiffany”. Kesal jessica sambil mencubit perut yuri.

” Buahahahahahaha”. Suara tawa tertahan terdengar dari kumpulan gadis cantik yang mendengar percakapan antara yuri dan kekasihnya, jessica jung.

” Sica Baby~~ kapan kita seperti taeng dan tiffany ? Aku yakin kau akan jauuh lebih cantik saat kau berdiri disana bersama ku nanti. Kita menikah yah?”. Ajak yuri dengan wajah imut yang dibuat buat.

” Jadi menurut mu selama ini aku tidak cantik huh?”. Glare jessica sambil siap mencubit perut rata kesayanya yuri.

“An.. aniya… sicababy~ kau cantik. Bahkan jika kau tidak memakai make up kau tetap cantik”.

“Turuti kemauan ku dan aku akan menikah dengan mu”.

” Baiklah baby~”. Balas yuri lemas.

” Hyunie~ aku merasa kasihan melihat yul eonnie”. Timpal yoona, adik dari kwon yuri.

“Mereka itu unik yoong. Sica eonnie cemburu karena yul eonnie lebih memanjakan Hani juga dooe hahaha”. Tawa SeoHyun.

” Mereka itu pasangan aneh seo, bukan unik. Mana ada pasangan yang cemburu dengan hewan peliharaannya pffftt”. Tawa Hyoyeon ikut mengomentari percakapan maknae barusan.

” Kim Hyoyeon, kau mau rambut mu kubuat acak acakan dihari pernikahan sepupu dan sahabat mu ini huh ?”. Jessica yang mendengar perkataan hyoyeon membalasnya dengan horror.

“A..niya sica. Aku hanya salah berbicara tadi. Mianhae sica~ah”. Kata hyoyeon takut.

” Sudahlah kalian ini. Kenapa membicarakan hal hal aneh seperti itu disini. Fokuslah pada acara ini, arra?”. Lerai yeoja mungil yang sejak tadi diam saja mendengar ocehan sahabat sahabatnya yang tidak masuk akal itu.

Sesampainya di depan mimbar, leo hwang segera melepaskan tangan adik perempuannya. Sebagai lelaki tertua di keluarga hwang, ia bertanggung jawab menjadi wali untuk adiknya. Ia seperti berat melepaskan adik kesayanganya itu. Ia tidak menyangka, gadis kecil yang dulu selalu menangis jika ia meledeknya sekarang akan segera menikah. Menjalani kehidupan barunya bersama taeyeon, gadis pilihanya.

” Taeyeon~ah, sebenarnya aku sangat berat melepas Stephanie ku untuk orang lain”. Kata leo oppa bercanda.

” Oppa~”. Tiffany memukul pelan lengan oppa nya itu.

” Tapi aku yakin jika kau jaub lebih bisa menjaga dan membahagiakan adik kecil ku ini. Jadi ku mohon, buat lah keputusan ku menjadi tidak sia sia taeng”. Leo Hwang, lelaki yang sudah taeyeon anggap seperti oppa nya sendiri menyerahkan genggaman tangan adiknya kepada Taeyeon.

“Oppa tidak perlu khawatir. Aku akan menjaganya, selama aku masih diberi kehidupan didunia ini, selama itu pula aku akan selalu menjaga dan mencintai tippany ku. Bahkan jika aku harus pergi mendahuluinya, aku akan tetap menjaganya dari sana”. Balas taeyeon mantap sambil menggenggam jemari tiffany.

” Arraseo. Aku percaya padamu Taeng. Gomawo sudah begitu mencintai nya”. Leo Hwang memeluk taeyeon erat. Menepuk belakang kepala gadis itu pelan.

So as long as I live I love you
Maka selama aku masih hidup, aku kan mencintaimu

Will have and hold you 
Aku kan miliki dan mendekapmu

You look so beautiful in white
Kau tampak sangat cantik berpakaian putih

And from now to my very last breath
Dan mulai kini hingga hembusan nafas terakhirku

This day I’ll cherish
Hari ini kan kukenang

You look so beautiful in white
Kau tampak sangat cantik berpakaian putih

Tonight
Malam ini

” Kau cantik dengan gaun putih itu panny~ah”. Tulus taeyeon memuji pasanganya, yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari cerita indahnya.

” Kau juga cantik taetae~ aku rasa kita sama sama cantik malam ini”. Balas tiffany menggoda taeyeon.

Semua yang ada hadir tertawa mendengar keduanya saling memuji satu sama lain. Bahkan pastur yang akan menikahkan mereka pun ikut tersenyum mendengarnya.

” Baiklah dihari yang bahagia ini, saudara kita akan mengikat janji suci dan menjadi pasangan yang selalu setia saat suka maupun duka. Bukan begitu, nona Kim? Nona Hwang? “. Tanya Tuan park, pastur yang akan menikahkan keduanya. 

” Ne “. Jawab Taeny Kompak satu sama lain.

” Baiklah Kim Taeyeon, apakah kau bersedia menjadikan Tiffany Hwang sebagai pendamping hidup mu ? Menjaga dan mencintainya serta selalu ada saat suka dan duka ??”. Tanya sang pastur sambil memegang puncak kepala Kim Taeyeon.

” Ne, saya bersedia”. Jawab kim taeyeon tanpa keraguan sedikit pun. 

“Lalu apakah kau bersedia mendampingi Kim Taeyeon disaat senang maupun sedih? Tawa juga tangisnya Tiffany Hwang?”. Kini gantian, tiffany yang mengucapkan janji seumur hidup itu.

“Ne, saya bersedia”. Angguk tiffany dengan mata yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas dikarenakan air matanya yang hampir jatuh.

” Jika seperti itu, aku menikahkan kalian berdua Anak ku. Berbahagialah kalian. Dan kim taeyeon, pakaikan cincin untuk istri mu”.

My love is endless
Cintaku tak lekang oleh waktu

And with this ring I
Dan dengan cincin ini aku

Say to the world
Kukatakan pada dunia

You’re my every reason 
Engkaulah alasanku

You’re all that I believe in
Engkaulah yang kupercayai

With all my heart I mean every word
Dengan sepenuh hatiku, tiap kataku ini yang sebenarnya

Dengan tangan gemetar taeyeon meraih jari lentik tiffany. Cincin indah yang sudah ia persiapkan jauh jauh hari terlihat begitu berkilauan terkena sinar lampu malam hari didalam gereja sakral ini. Tidak terlalu mewah memang, namun sangat pas di jari manis tiffany. Tiffany sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Gadis itu menangis tepat saat cincin itu terpasang di jari manis nya. Kim taeyeon tersenyum puas melihat hasil kerjanya.

” Urii Taeyeoooonn jjaaaaangg!!!!”. Teriak yuri kencang yang mendapat tepuk tangan setelahnya.

” Kau hebaat Kim midgeettt hahahahah”. Tawa sooyoung sambil menepukan tangannya bahagia.

Disebelahnya, terlihat Jessica, SeoHyun serta Sunny ikut meneteskan air mata bahagianya. Mereka senang jika akhirnya eonnie serta sahabatnya itu bisa bersatu.

” Hyo eonnie kenapa mata ku terasa perih sekali ?”. Tanya yoona sambil berusaha untuk tidak menangis.

” Mungkin kau kelilipan yoong”. Jawab hyoyeon asal yang ternyata ia juga tengah sibuk melap air matanya yang menetes melihat betapa mengharukanya proses pernikahan supupu pendeknya itu.

” Baiklah nona nona cantik, terima kasih atas semangat kalian. Tapi kini saat saat yang mungkin di tunggu tunggu oleh kedua mempelai kita malam ini”. Kata pastur tersebut dengan senyuman maklumnya.

” Kim Taeyeon, kau boleh mencium istri mu sekarang”. Lanjut pastur sambil sedikit mundur memberi ruang untuk keduanya.

” Panny~ah sejujurnya aku sedikit malu mencium mu didepan banyak orang”. Kata taeyeon yang mengundang tawa.

” Kau memang masih mempunyai malu taeng?”. Sahut Sooyoung dan kembali terdengar gelak tawa para tamu undangan.

” Yaah!! Panny~aaahh… youngie  meledek ku”. Rengek taeyeon lucu.

” Kim Taeyeon. Kau baru saja menikah dan sekarang kau mengadu pada istri mu? Ckckckc memalukan”. Goda yuri, teman paling jahil selain sooyoung tentunya.

” Aiisshh… awas kalian”. Kesal taeyeon yang lagi lagi menjadi korban kejahilan teman temannya.

” So, apa kau ingin mencium ku atau tidak taetae ?”. Tanya tiffany sambil mencubit pelan pipi taeyeon.

” Tentu saja. Tapi sebelumnya aku ingin mengahapus air matamu”.

” Berjanjilah padaku untuk tidak menjatuhkan air mata mu jika itu bukan air mata kebahagiaan, arra nyonya kim?”. Goda taeyeon sambil menghapus air mata tiffany dengan jari jari nya.

” Asal kau tidak membuat ku kesal, aku tidak akan pernah sedikit pun menjatuhkan air mata ku”. Balas tiffany sambil sedikit mamajukan badannya ke arah taeyeon.

” Baiklah, kalau begitu aku berjanji”. Balas taeyeon yakin.

” Naduyeo sayang~~ “. Kata tiffany pelan.

Jarak keduanya semakin dekat. Ini memang bukan menjadi ciuman yang pertama bagi mereka. Tapi ini ciuman pertama untuk keduanya sebagai pasangan pengantin.

” Saranghae Tippany~”.

Chu…

Kim taeyeon mencium kening tiffany dengan lembut.

” Nan neomu saranghaeyo”.

Kini turun di kedua kelopak mata indah milik istrinya.

” Gomawo sudah memilihku untuk menjadi yang terakhir untuk mu,  Tiffany Kim”.

Kedua bibir berwarna pink itu menyatu dihadapan banyak pasang mata. Tidak terlalu panas karena kim taeyeon menciumnya benar benar dengan segenap perasaan, seolah olah jika tiffany adalah mahakarya yang akan hancur jika ia terlau kuat memeluknya.

” WOHOOOOOO KIM TAEYOOOONN KAUU DAEBAAAAKKK!!!!! JJAAAANG!!!!”. Lagi lagi, terdengar teriakan dari kursi paling depan.

Kwon yuri, Choi sooyoung, Kim hyoyeon serta Kwon Yoona begitu bersemangat sampai sampai mereka tidak sadar berteriak dan berdiri dari kursi masing masing dan menjadi pusat perhatian, tapi sepertinya mereka tidak perduli.

” YAAA SHIKEROO!!!”.

Karena kelakuan yang sangat memalukan, Jessica dan Sunny berteriak kencang agar manusia manusia bodoh disebelahnya berhenti berteriak serta membuat heboh acara pernikahan sahabat mereka. Tapi mereka lupa jika kenyataanya suara mereka jauh lebih kencang dari 4 manusia bodoh tadi.

THE END.

BYEE KEONGEEERSS 🐌🐌🐌🐌